Blogger Template by Blogcrowds

Pembunuhan Nasrudin

Ditahan 2 Bulan, Tersangka Edo Ngaku Bahagia

Jakarta - Sudah dua bulan lebih tersangka eksekutor pembunuhan Direktur PT PRB
Nasrudin Zulkarnaen, Eduardus Ndopo Mbete (Edo) berada di dalam penjara. Namun Edo mengaku merasa bahagia selama menginap di hotel prodeo tersebut.

"Kita happy saja," ujar Edo singkat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya,
Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (30/7/2009).

Hal itu diungkapkan Edo seusai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.
Kali ini, Edo diperiksa sebagai saksi atas tersangka Kombes Pol Wiliardi Wizar dan Jerry Hermawan Lo.

Apa yang ditanyakan penyidik? "Nggak ada, kita hanya ngobrol-ngobrol saja,"
kilah Edo sambil tersenyum.

Sementara itu, pengacaranya, BMS Situmorang mengungkapkan Edo diperiksa
untuk memperdalam keterangannya sebagai saksi Wili.

"Klarifikasi kendaraan yang dipakai Edo apa saat bertemu dengan Wili. Dia waktu itu pakai Kijang LGX," jelas Situmorang.

Disisi lain, pengacara Edo lainnya, Nyoman Rae, Rabu, 30 Juli mengungkapkan bahwa Wili tetap membantah pertemuan dengan Edo. Menanggapi hal itu, Edo bersikap cuek.

"Biarin saja," kata Edo singkat sambil berlalu menuju Tahanan Narkoba Polda
Metro Jaya.

Terkait status Edo yang kini sudah menjadi tahanan titipan kejaksaan di
Polda Metro Jaya, Situmorang mengaku tidak keberatan jika kliennya tetap
diperiksa.

"Kalau sebagai saksi tidak apa-apa. Kecuali sebagai tersangka masih di-BAP, kita baru keberatan," pungkas Situmorang.

(mei/gus)

emang aneh.....?????

sebenarnya musik terdiri dari sebuah kalimat, biasanya dalam satu lagu terdiri dari kalimat tanya dan kalimat jawab

Suatu melodi,seperti halnya karangan terdiri atas Bab, kalimat, anak kalimat, kata, dst., maka melodi juga dibagi dalam: Kalimat (verse atau bridge), segmen, dan yang terkecil adalah pola (motif).

Pola dari melodi telah ditentukan dulu, kemudian bagaimana pola dirangkaikan menjadi segmen, seterusnya segmen dirangkaikan menjadi kalimat, dst.

Setelah itu bagaimana kalimat melodi ini juga dirangkai sehingga menjadi melodi yang utuh,

dan sebuah melodi yang utuh tersebut terciptalah yang namanya lagu...
[ Bentuk Lagu

* 1. Satu Bagian: terdiri atas satu kalimat misal Verse A
* 2. Dua Bagian: terdiri atas dua kalimat misal A - B
* 3. Tiga Bagian: terdiri atas tiga kalimat misal A - B - A atau A - B - C
dan.....selamat untuk dinikmati...

Kemudian harus ditentukan lebih dahulu, bagaimana musik yang akan dipilih apakah musik polifoni atau musik homofoni, atau hanya sekedar menyusun nyanyian biasa untuk dinyanyikan atau dimainkan secara instrumental. Kalau instrumental, maka instrumen apa yang akan dipakai.

bisa dipahami.....???????
hubungui gue lagi donhg kalo kurang jelas....

Tierce de Picardie

Kalau dalam suatu tangga nada minor, kemudian masuk tangga nada mayor, di mana nada terts minor menjadi terts mayor, maka hal ini disebut dengan Tierce de Picardie.

Modulasi

Modulasi adalah pergantian dari satu tangga nada ke tangga nada lain. Hal ini sering dilakukan di tengah-tengah lagu.

Kwartet Gesek

Kwartet Gesek adalah salah kelompok orkes yang terkecil, terdiri atas 4 instrumen gesek masing-masing satu orang :

* 1. Biola 1
* 2. Biola 2
* 3. Biola Alto
* 4. Cello.


Kuintet Tiup

Kuintet tiup ini terdiri atas 5 orang, masing-masing memegang instrumen:

* 1. Flute
* 2. Oboe
* 3. Clarinet
* 4. fagot
* 5. Corno

Orkes Gesek

Orkes Gesek adalah suatu orkes kecil di bawah pimpinan seorang konduktor yang membaca partitur terdiri atas instrumen sebagai berikut:

* 1. Biola 1 (4 orang)
* 2. Biola 2 (4 orang)
* 3. Biola Alto (2 orang)
* 4. Cello (2 orang)
* 5. Contra Bas (2 orang)

Orkes Simfoni

Orkes Simfoni adalah permainan kelomok musisi dengan berbagai instrumen di bawah pimpinan seorang konduktor, dan partitur konduktor yang memuat semua alat musik yang terlibat dengan susunan:

* 1. Flute (2 orang, seorang merangkap picolol)
* 2. Oboe (2 orang), kadang ditambah Oboe Alto
* 3. Clarinet (2 orang), kadang ditambah Clarinet Bas
* 4. Fagot (2 orang), kadang ditambah Fagot bas
* 5. Corno (2 - 4 orang)
* 6. Trompet (2 - 4 orang)
* 7. Trombon (2 - 4 orang)
* 8. Tuba (1 - 2 orang)
* 9. Biola 1 (4 - 12 orang)
* 10. Biola 2 (4 - 10 orang)
* 11. Biola Alto (2 - 8 orang)
* 12. Cello (2 - 8 orang)
* 13. Contra Bas (2 - 8 orang)
* 14. Timpani (1 0rang untuk 3 buah stem)
* 15. Snar dan Bas drum (2 orang)
* 16. Alat pukul lain (triangel, glokenspiel, dll)
* 17. Harpa (1 atau 2 orang)
* 18. Lain-lain alat musik
* 19. Kadang-kadang dengan Paduan Suara

Karena partitur memuat semua alat, maka komponis harus menguasai alat-alat tersebut sifat dan suaranya kalau digabung atau kalau solo.

Orkes Tiup

Orkes Tiup adalah sekelompok musisi alat tiup di bawah pimpinan seorang konduktor, dan menyimak partitur yang memuat berbagai alat musik tiup dan perkusi. Kalau partitur tersebut memuat hanya alat musik loyang/logam, maka disebut dengan orkes fanfare. Sedangkan kalau alat musik tiup campuran kayu dan loyang/logam disebut orkes harmoni (orkes harmoni mirip orkes simfoni yang berjalan untuk taptu atau penampilan berjalan, karena alat gesek diganti dengan keluarga clarinet).

[sunting] Lain-lain

Main musik bisa berbagai cara dan instrumen, bahkan gabungan dengan instrumen tradisional, dengan instrumen yang umum dipakai. Di Jepang, Indonesia atau India sering dilakukan. Di Bali pertunjukan sering memanfaatkan gamelan tradisionl dan alat barat,

Teknik Syair

Kalau ternyata diambil keputusan bukan instrumental, tetapi musik vokal (nyanyian), maka kita harus mempelajari cara-cara menyusun syair atau puisi. Di sini harus dipelajari tekanan kata yang harus selaras dengan melodi, tekanan suku kata, jumlah baris.

Teknik Panggung

Khusus Musik Opera diperlukan pengetahuan Teater[5], selain ilmu musik, termasuk ilmu balet. Pengetahuan tentang teater adalah menyangkut seni pertunjukan panggung yang antara lain seni panggung, mimik, gerak, dlsb.

Teknik Balet

Musik Balet memerlukan selain ilmu musik dan ilmu orkestrasi juga ilmu tari balet atau pengetahuan teknik koreografi. Seperti diketahui bahwa balet merupakan suatu karya seni yang menampilkan tari, mimi, akting, dan musik. Dan kini dikenal dalam kreografi dasar-dasar gerakan sepert grand pas de deux, pointe work (berdiri di atas ujung kaki), mengangkat kaki tingi-tinggi, dlsb.

bila berminat tentang musik klasik anda dapat menghubungi saya lagi lho.....
nggak cuman musik klasik lho...

Sembako pun "meledak" pascaledakan bom di Hotel J.W. Marriott dan Ritz-Carlton (17/7) di Jakarta ?!

Itulah yang diantisipasi Menteri Keuangan dan Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, dengan melakukan rapat koordinasi dengan jajaran menteri ekonomi, selang beberapa jam setelah bom meledak.

Setelah rapat koordinasi itu, Pj. Menko Perekonomian itu menegaskan bahwa pemerintah dalam masa tanggap darurat untuk menjaga penuh perekonomian dalam negeri dengan cara terus melakukan komunikasi secara intensif dengan seluruh asosiasi pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri tidak hanya melalui upaya mempertahankan daya tarik investasi Indonesia kepada pihak asing dan domestik dengan tetap memberikan rasa aman dan kepastian hukum, tetapi juga membuat masyarakat dalam negeri sendiri akan merasa aman dari kebutuhan pangan atau sembako.

Dalam konteks itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) diminta melakukan hal yang sama ke semua mitra kerjanya. Tentu saja, hal itu dilakukan untuk menjaga ekonomi Indonesia agar tidak mengalami dampak negatif ledakan bom, khususnya bagi masyarakat awam yang hanya mengharapkan dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang layak bagi keluarganya.

Beberapa warga di Jawa Timur sempat mencibir dengan adanya kestabilan harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) menjelang hingga pascapelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Mereka menganggap stabilnya harga sembako merupakan strategi bagi calon presiden incumbent untuk merayu rakyat.

Namun, kestabilan harga sembako, pascapilpres maupun pascaledakan bom, masih tak tergoyahkan. Bahkan, nyaris tak terdengar adanya keluhan ibu-ibu rumah tangga atas kenaikan harga sembako. Para pedagang di tingkat pengecer belum ada tanda-tanda menaikkan harga-harga kebutuhan pokok itu.

Beberapa daerah menyebutkan bahwa sembako tidak lagi harus berjumlah sembilan kategori, karena sayur, bawang putih, dan cabai masuk kategori kebutuhan pokok kendati Kepmen 115/mpp/kep/2/1998 menyebut sembako adalah beras, gula pasir, minyak goreng dan margarin, daging (sapi dan ayam), telur ayam, susu, jagung, minyak tanah, dan garam beriodium.

Hasil pantauan di beberapa pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir selalu menunjukkan ketersediaan barang yang dapat mencukupi konsumen sehingga harga pun menjadi stabil.

Hanya ada beberapa jenis mata dagangan, seperti sayur, cabai, dan telur mengalami sedikit perubahan harga, akibat kurang pasokan dari sentra produksi yang mengalami kesulitan transportasi atau gangguan cuaca.

Karena sembako merupakan komoditas yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai bahan dasar dalam kehidupan rakyat, maka pemerintah harus bertanggung jawab langsung untuk menjaga ketersediaan stok barang dan harganya tidak melambung mengikuti kemauan pedagang.

Pemerintah harus siap turun tangan dalam kondisi apa pun guna menjaga kestabilan harga, apalagi rakyat berharap kestabilan harga bahan kebutuhan pokok beberapa hari terakhir ini tidak hanya sekadar menghibur diri dan hanya untuk kebahagiaan sesaat, tetapi akan tetap berlanjut.

Lanjutkan kestabilan ekonomi !
Lanjutkan kestabilan harga sembako !
Lanjutkan kesungguhan menyejahterakan rakyat !
dan.............., Lanjutkan penderitaan rakyat ...!

beberapa program berita yang ada di sejumlah stasiun televesi swasta, maupun televisi lokal, hampir setiap hari menggelar berita tentang penggusuran, entah itu penggusuran PKL-LAH, pERUMAHAN liar -lah, atau penggusuran tempat prostitusi.

dalam menampilkan berita tentang penggusuran, setiap televisi berlomba-lomba menyajikan gambar yang paling menyentuh hati penonton (human interest), para krew program berita pun tidak lupa meminta pernyataan dari setiap pihak, baik korban maupun pelaku.

coverbothside pun di selalu diutamakan dalam setiap berita penggusuran. karena keberimbangan berita merupakan syarat mutlak sebuah berita untuk dapat turun di masyarakat (kec infotainment).

namun, dalam hal kedalaman nilai berita, saya rasa dalam berita penggusuran masih perlu mendapat perbaikan, dalam berita penggusuran, para kru program biasanya memasukkan sync dari korban yang menyatakan " biasanya ktia bayar retribusi, kok kita masih digusur sih" atau sync "kita udah tinggal di sini lebih dari 10 tahun, tapi kok kita digusurnya sekarang."

pertanyaannya saya, mengapa pernyataan dari setiap sumber berita tersebut, tak diwakilkan oleh reporter untuk ditanyakan kepada para pelaku (pejabat, satpol-pp, atau dinas pemerintahan). kita sebagai penonton selalu dibuat "ngambang" oleh pemberitaan seperti ini, tidak ada tindak lanjut dari pernyataan narsum (sync). padahal pernyataan tersebut merupakan sebuah berita besar. apakah wartawan kita sedang mengalami kelemahan dalam menggali berita? atau kebijakan politik media yang membuat para wartawan enggan menggali berita tersebut (pernyataan narsum).



Jakarta: Sejak hari ini, Rabu (29/7), beredar pengakuan dari pihak yang menamakan diri "Amir Tandzim Al Qoidah Indonesia Abu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah" di internet. Intinya, pihak ini menyatakan diri bertanggung jawab atas pengeboman Hotel JW Marriot dan Hotel The Ritz Carlton, Jumat (17/7), yang menewaskan sembilan orang dan menyebabkan puluhan orang terluka. Ini pernyataan lengkapnya:

KETERANGAN RESMI DARI TANDZIM AL QOIDAH INDONESIAATAS AMALIYAT JIHADIYAH ISTISYHADIYAHDI HOTEL RIZT CALRTON JAKARTA

Ini adalah keterangan resmi dari Tandzim Al Qoidah Indonesia untuk ummat Islam dengan Amaliyat Jihadiyah Istisyhadiyah di Hotel Rizt Calrton Jakarta, pada hari Jumat pagi, tanggal 17 juli 2009 M./24 Rojab 1430 H. yang dilakukan oleh salah satu ikhwah mujahidin terhadap antek-antek Amerika yang berkunjung di Hotel tersebut.Sesungguhnya Allah menganugerahkan kepada kami jalan untuk menyerang Hotel termegah yang dimiliki oleh Amerika di Ibukota Indonesia di Jakarta, yaitu Rizt Calrton. Yang mana penjagaan dan pengamanan di sana sungguh sangatlah ketat untuk dapat melakukan serangan seperti yang kami lakukan pada kali ini."Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar". (QS. Ali Imron : 54).Adapun sasaran yang kami inginkan dari amaliyat ini adalah :1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia4. Menjadi pelajaran buat ummat Islam akan hakikat Wala (Loyalitas) dan Baro (Permusuhan), terkhusus menghadapi datangnya Klub Bola MANCESTER UNITED (MU) ke Hotel tersebut. Para pemain itu terdiri dari para salibis. Maka tidak pantas ummat ini memberikan Walanya dan penghormatannya kepada musuh-musuh Allah ini5. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru duniaYang terakhir...bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah.Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : "SARIYAH JABIR"Amir Tandzim Al Qoidah IndonesiaAbu Muawwidz Nur Din bin Muhammad TopHafidzohullah

Dengan peluncuran pecahan, 2000 menjadikan mata uang negeri ini semakin tidak berarti
dengan alasan biaya pembuatan uang kertas yang mahal,maka pemerintah memberi kebijakan dengan mengeluarkan pecahan 2000, dan tentu dengan demikian pasti akan diiringi oleh kenaikan harga, otomatis pecahan 500 bakalan menghilang dan tentu nggak bakalan ada yang jual permen 500 lagi.....jajanan anak ama ponakkan bakalan naek deh.....

dan pernahkah anda mengalami pengalaman ini....
ketika saya pergi me...fotocopy...yang hanya satu lembar ..saya beri duit 1000, kata si tukang fotocopy...gini....nggak ada uang kecil bang....ambil permen aje ye....
hahahaha.........kalo gua fotocopy dibayar ama permen bisa nggak....pasti tidak dong....

berdasarkan pengalaman diatas bakalan dipastikan biaya pasti naek deh....biaya anggkot mesti naek, dengan alasan kaga ada duit receh......
dan dipastikan biaya orang kecil pasti bertambah dong...

saya begitu inggat betapa indahnya masa lalu...pada tahun 1990 saya masih sma, dan ketika itu saya beli motor yang pada masa itu keren,,, hanya 1.500.000, dan jajanan saya cuman 150 ribu sebulan, saya sekolah dengan tenang nggak pernah kekurangan jajan, harga bensin cuman 700, .......jogja bandung cuman 7000 pake KA.....

jadi kesimpulanya adalah....masa indah adalah masa lalu, dan hari kemaren adalah hari yang gampang......bagaimana dengan hari esok....ya...butuh perjuangan berat deh......
.....selamat berjuang aja ya............

sebagai mencinta seni sedikit saya akan membeberkan tentang seputar seni tari suku dayak..
selamat menikmati.....mantab coy...

1. Tari Gantar
Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya.

Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak.


2. Tari Kancet Papatai / Tari Perang
Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Gerakan tarian ini sangat lincah, gesit, penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari.

Dalam tari Kancet Pepatay, penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau, perisai dan baju perang. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe.


3. Tari Kancet Ledo / Tari Gong
Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah, sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.

Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong, sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong.

4. Tari Kancet Lasan
Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang, burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo, namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulu-bulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon.

5.Tari Leleng
Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng.

6. Tari Hudoq
Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak.

7. Tari Hudoq Kita'
Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang, yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum, topeng, gerakan tarinya dan iringan musiknya. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung, sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita', yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manik-manik dengan ornamen Dayak Kenyah.

8. Tari Serumpai
Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu).
Belian

9. Tari Belian Bawo
Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit, mengobati orang sakit, membayar nazar dan lain sebagainya. Setelah diubah menjadi tarian, tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq.

10. Tari Kuyang
Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.

Pekanbaru - Untuk yang kesekian kalinya, kasus perkelahian antara oknum TNI dan Polri kembali terjadi. Kali ini melibatkan oknum anggota Batalyon Infantri 132 Bima Sakti TNI AD dengan oknum anggota Polres Rokan Hulu (Rohul) di Riau.

Perkelahian yang terjadi akhir pekan lalu tersebut diduga akibat salah paham oknum dari dua lembaga negara tersebut. Paling memprihatikan, perkelahian dengan senjata tajam itu berlangsung di salah satu tempat hiburan maksiat.

Informasi yang dihimbun detikcom, perkelahian ini bermula datangnya beberapa orang oknum anggota TNI AD ke lokasi maksiat. Maksud kedatangan mereka adalah untuk mencari salah satu oknum anggota polisi.

Kebetulan di tempat hiburan malam itu ada 5 oknum Polri yang sedang pesta mabuk-mabukan da tentu saja bersama wanita penghibur. Kepada mereka oknum TNI menanyakan keberadaan orang yang dicarinya. Rupanya ada jawaban yang membuat ketersinggungan hingga akhirnya terjadi perang mulut di antara mereka.

Tidak jelas siapa yang memulai, akhirnya terjadi perkelahian. Dua anggota polisi mengalami luka akibat sabetan sangkur.

Kapolres Rohul, AKBP Hersadwi yang dikonfirmasi detikcom membenarkan adanya perkelahian itu. "Kasus perkelahian sudah kita selesaikan secara interen. Dan dua anggota kita yang terluka, sekarang sudah sehat," ujar di di Mapolres Rohul, Senin (27/07/2009),

Atas terjadinya kasus yang memalukan ini, pihak Polres Rohul telah menjatuhkan sanksi tegas kepada anggotanya yang terlibat perkelahian dan karena berada di lokasi hiburan maksiat. Mereka saat ini tengah menjadi tahanan pihak provost.

"Perkelahian ini hanya kesalahpahaman saja sesama mereka. Artinya ini masalah pribadi saja," tandas Hersadwi.

(cha/lh)

emang payah kalo kaga makan sekolahan.....

KPU menghadapi dilema: menjalankan putusan MA yang membatalkan Peraturan KPU No. 15/2009, atau mengikuti MK yang secara implisit tidak mempersoalkan peraturan tesebut. Lobi dan tekanan yang akan menentukan pilihan KPU.

Banyaknya keputusan KPU tentang hasil pemilu yang diubah oleh MK, tentu membuat KPU kerepotan. KPU merasa tidak semua putusan MK jelas untuk dijalankan. Alih-alih mendapat penjelasan, KPU malah disemprot oleh Ketua MK Mahfud MD.

Tidak hanya memarahi KPU yang dianggap tidak serius menjalankan putusan MK, KPU malah diancam hendak dipidanakan. Mahfud dengan terus terang menyebut nama anggota KPU Putu Artha dan Andi Nurpati sebagai orang yang banyak cincong, karena bermaksud memain-mainkan putusan MK demi menutupi kepentingan sendiri.

Kini, KPU menghadapi masalah lebih pelik, setelah MA mengeluarkan putusan yang mengabulkan gugatan peninjauan kembali (judicial review) atas Peraturan KPU No. 15/2009, yang diajukan oleh Zaennal Maarif dkk, calon legislatif dari Partai Demokrat.

Peraturan KPU No. 15/2009 itu, salah satu bagiannya mengatur tentang perolehan kursi partai politik peserta Pemilu Legislatif 2009. Peraturan ini merupakan implementasi dari Pasal 204-212 UU No. 10/2008 yang mengatur tentang penetapan perolehan kursi.

Yang disoal oleh Zaenal Maarif dkk adalah penafsiran KPU terhadap Pasal 205 ayat (4), yang mengatur penghitungan perolehan kursi tahap kedua. Pasal 205 ayat (4) selengkapnya berbunyi (huruf tebal dari saya sendiri):

Dalam hal masih terdapat sisa kursi dilakukan penghitungan perolehan kursi tahap kedua dengan cara membagikan jumlah sisa kursi yang belum terbagi kepada partai politik peserta pemilu yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 50% (lima puluh perseratus) dari BPP DPR.

Frasa 'memperoleh suara sekurang-kurangnya 50% (lima puluh per seratus) dari BPP DPR' itulah yang menimbulkan tafsir berbeda.

Bagi KPU, frasa itu berarti, partai politik yang memiliki sisa suara (setelah perhitungan pertama) kurang dari 50% BPP, tidak bisa mengikuti penghitungan suara tahap kedua. Misalnya Partai A memperoleh suara 1.450 suara. Jika BPP 1.000, maka pada perhitungan pertama Partai A mendapatkan 1 kursi. Namun Partai A tidak bisa mengikuti perhitungan kedua untuk memperebutkan sisa kursi, karena sisa suaranya yang 450, tidak mencapai 50% BPP. Pandangan KPU ini didukung oleh sejumlah partai politik dan beberapa LSM pemantau pemilu, seperti Cetro.

Namun sejumlah partai politik lain, juga beberapa LSM pemantau pemilu lain punya pandangan berbeda. Menurut pandangan ini, frasa tersebut harus ditafsirkan, bahwa partai yang tidak memiliki suara sedikitnya 50% BPP, tidak diikutkan dalam penghitungan suara kedua. Jadi, 50% BPP tidak dihitung berdasar sisa suara dari perhitungan pertama, tetapi dari suara yang diperoleh partai politik. Dengan demikian, Partai A dalam contoh di atas, bisa mengikuti penghitungan suara kedua karena perolehan suaranya lebih dari 50% BPP. Saya termasuk dalam pandangan ini.

Tentu implikasi dari tafsiran kedua ini akan menguntungkan partai politik yang meraih suara besar. Namun tafsiran ini sejalan dengan kesepakatan pembuat undang-undang untuk menyederhanakan partai politik, khususnya membatasi jumlah partai politik di parlemen. Jika kemudian ada partai yang menolak tafsiran tersebut, ya karena mereka barus menyadari implikasinya di belakang hari.

Kini, KPU menghadapi dilema, karena Peraturan No. 15/2009 yang dibatalkan MA itu sesungguhnya dianggap tidak bermasalah oleh MK. Buktinya, dalam mengadili kasus sengketa hasil pemilu, MK tidak mempersoalkan peraturan tersebut.

Oleh karena itu, sama dengan proses kelahiran peraturan tersebut yang banyak diwarnai lobi dan tekanan ke KPU; kini, dalam milih jalan MK atau MK, KPU juga akan menghadapi banyak lobi dan tekanan. Jalan mana yang akan dipilih, ya tergantung pada lobi dan tekanan siapa yang paling besar pengaruhnya terhadap KPU.


*) Didik Supriyanto adalah Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)

25/07/2009 13:57

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto menolak hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum yang ditetapkan, Sabtu (25/7). Bahkan, kubu Megawati dikabarkan tidak mau menerima berkas hasil rekapitulasi Pilpres 2009 dari KPU. Megawati dan Prabowo pun tidak hadir dalam rapat pleno ini. Pasangan capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Gerindra ini diwakili oleh tim advokasi mereka.

sebenarnya sih terima aja deh pak......pemenang kan nggak mesti sang juara....aku pendukung jk lho......prabowo juga.....makanya aku golput.....
perjuangan kan nggak mesti harus jadi presiden....
jadi gembel pun juga bisa berjuang...

makasiiih...

Cilacap: Pria berinisial ZA yang ditangkap polisi di Cilacap, Jawa Tengah, mengaku direkrut jaringan teroris Noordin M. Top sejak 2001. Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Jateng Inspektur Jenderal Polisi Alex Bambang Riatmodjo di Solo, Jateng, Kamis (23/7). Sejak itu pula, menurut Alex, ZA disiapkan menjadi calon "pengantin" atau pelaku bom bunuh diri. Dalam waktu dekat, ZA yang berprofesi sebagai pembuat sapu atau keset itu akan dibawa ke Jakarta [baca: Anggota Jaringan Noordin M. Top Ditangkap].


Di tempat terpisah, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia, Hermawan Sulistyo menjelaskan, pola peledakan bom di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, cenderung berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Karena itu dia menduga peristiwa kali ini melibatkan pemain baru, namun bukan Nur Hasbi. Selengkapnya saksikan tayangan video berita ini.(ADO/LUC)

PEKANBARU - Setelah ditemukan mesin pencetak ektasi di rumah Ng Chee alias Asen (22) bandar narkoba asal Malaysia, Polres Rohil, Riau, kembali melakukan pengedahan ulang. Dalam penggeledahan tersebut, polisi kembali menemukan narkoba senilai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun okezone, Jumat (24/7/2009), barang terlarang yang ditemukan itu yakni narkoba jenis ektasi, sejumlah paket sabu-sabu, dan alat penghisap sabu. Semua itu ditemukan di kediaman tersangka di Jalan Perniagaan, Rokan Hilir, Riau.

Kapolres Rohil AKBP Romad Nursaid mengatakan, seluruh barang bukti telah diamankan ke kantor polisi. "Dalam pemeriksaan itu, kami kembali menemukan narkoba yang berupa 18 paket sabu-sabu berukuran besar dan sedang dan 30 butir pil ektasi. Barang tersebut nilainya mencapai ratusan juta rupiah," tegasnya saat dikonfirmasi.

Pada 21 Juli lalu, Polres Rohil melakukan penggerebekan di rumah Asen warga asal Sei Satu, Pulau Ketam, Malaysia. Saat digerebek, polisi menemukan barang bukti sabu-sabu serta ektasi beserta mesin pencetaknya.

Selain menangkap Asen, polisi juga menangkap tersangka lainnya yakni Ana alias Evi (20) warga etnis keturunan yang ditangkap bersama Asen ketika hendak pesta narkoba. (teb)

PIFAN merupakan festifal untuk genre film thriller, fantasi dan horor terbesar di Asia

Film Pintu Terlarang menyabet predikat sebagai film terbaik dalam Puchon International Fantastic Film Festival (PIFAN) 2009. Film yang disutradarai Joko Anwar ini berhasil mengalahkan 200 film lainnya, termasuk diantaranya film thriller Hollywood berjudul Cold Souls dan film thriller dari Perancis berjudul Martyrs.

Penghargaan itu diberikan saat penutupan acara PIFAN, 23 Juli 2009 di Bucheon, Korea Selatan. “Saya benar-benar nggak nyangka, surprise!! Karena selain Pintu Terlarang, ada film favorit saya yang ikut ajang ini juga,” tutur Joko Anwar saat dihubungi VIVAnews, Jumat malam 24 Juli 2009. Saat dihubungi, Joko baru saja tiba di Bandara Cengkareng usai mengikuti festival PIFAN di Bucheon, Korea Selatan.

PIFAN merupakan festifal untuk genre film thriller, fantasi dan horor terbesar di Asia. Tahun ini adalah tahun ke 13 diadakannya ajang bergengsi tersebut.

Sedangkan festival kali ini merupakan festival kedelapan yang diikuti oleh 'Pintu Terlarang'. Setelah ini 'Pintu Terlarang' akan mengikuti Toronto After Dark Film Festival, Vancouver Internasional Film Festival, dan London International Film Festival.

“Kemenangan ini untuk seluruh kru dan pemain yang telah bekerja keras. Hal ini di luar ekspetasi saya,” tuturnya. .

Pintu Terlarang yang diproduseri oleh Sheila Timothy dan dibintangi oleh, antara lain, Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Otto Djauhari, Henidar Amroe, dan Tio Pakusadewo ini berkisah tentang seorang pematung sukses yang tiba-tiba dihadapkan oleh sejumlah misteri mencekam yang mengancam hidupnya.

Pintu Terlarang yang mendapat pujian dari para kritikus internasional termasuk dari majalah TIME International dan The Hollywood Reporter. Film yang diadaptasi dari novel karya Sekar Ayu Asmara ini untuk kesekian kali mengikuti festival film internasional bergengsi termasuk di antaranya International Film Festival Rotterdam, Udine Far East Film Festival, New York Asian Film Festival, dan Neuchatel Fantastic Film Festival di Swiss.
• VIVAnews

Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI, Irfan Suryahadi Awwas

Bom kembali mengguncang Indonesia. Tanpa ba bi bu lagi, telunjuk pun langsung mengarah pada umat Islam. Benarkah umat Islam pelakunya? Mengapa begitu mudah orang menuding umat Islam. Terus apa targetnya?

Untuk menjawab hal tersebut di atas, Eman Mulyatman menghubungi Ustadz Irfan Suryahadi Awwas, Ustadz yang kenyang mendekam selama 13 tahun di penjara orde baru itu memberikan perspektif yang berbeda dari yang ada di media lain.

“Boleh jadi skenarionya itu adalah bagaimana memaksa atas nama bom ini dan kaitannya dengan JI ini memaksa SBY, bertindak terhadap partai-partai Islam yang berkoalisi dengan dia. Saya kira akan ada arah kesitu,” katanya

Wawancara berlangsung di Markas Majelis Mujahidin di Karanglo, Kotagede, Yogyakarta pada 19 Juli 2009.

Berikut petikannya:

Jakarta kembali diguncang ledakan apa komentar Anda?

Dalam mengekspresikan kekecewaan dan kemarahan nampaknya rakyat Indonesia menjadikan bom, pembunuhan sebagai salah satu pilihan. Kita bisa merujuk misalnya dari kasus Poso, Papua, kemudian juga kekecewaan karena pembalasan terhadap prilaku orang-orang kafir di berbagai wilayah muslim. Termasuk juga kekecewaan terhadap prilaku politik nampaknya bom pembunuhan dan penembakan menjadi pilihan rakyat Indonesia.
Jika kita kaitkan dengan Bom Marriot II ini sebelum kita mencari siapa pelakunya, pertanyaannya kenapa di satu tempat bisa terjadi dua kali. Mestinya yang dipertanyakan ada apa di Marriot itu? Jangan-jangan memang ada di Marriot itu suatu tempat untuk transit atau musuh-musuh yang oleh musuhnya memang harus diselesaikan di tempat itu. Ini harus dicurigai, kenapa satu tempat ada dua kali pengeboman. Berarti patut dicurigai oleh satu pihak, apa kepentingannya? Berarti menyimpan misteri yang harus diselesaikan dengan cara seperti itu.

Maksudnya?

Saya jawab dengan contoh, ketika 5 Agustus 2003, terjadi pengeboman kita mendengar sehari sebelumnya ada sekitar 21 orang asing keluar dari itu (JW Marriot) kemudian besoknya meledak. Nah kira-kira terjadi tidak hal yang sama sekarang ini. Sebab kata banyak berita tempat itu sangat ketat dari segi keamanan. Bagaimana mungkin orang bisa leluasa, masuk bawa laptop, bahan peledak....

Apalagi yang bertampang Melayu?

Apalagi juga kesan di kamar 1808 itu meninggalkan bekas. Itu lebih tidak mungkin, sebodoh apa pun seorang teroris, tidak mungkin dia akan meninggalkan bekas dengan sengaja, tanpa ada maksud dibalik itu.
Ini menjadi pertanyaan bagi kita, misteri apa di Marriot itu sendiri? Jangan-jangan memang tersimpan sesuatu disitu, sehingga orang-orang termotivasi untuk menyelesaikan persoalannya dengan bom.

Jadi semacam markas?

Boleh jadi dijadikan semacam markas oleh orang-orang yang berfikiran jahat terhadap Indonesia. Bisa atas nama politik atau agama. Ini harus diselidiki, para intelijen jangan menutup mata. Demikian pula dengan para pejabat kemanan di Indonesia harus membuka dari hal itu (apa sesungguhnya yang terjadi di kamar itu? Sebab menyembunyikan hal itu, ternyata orang lain tahu.
Itu yang Pertama, terus yang Kedua, ada sikap paling tidak tiga pernyataan yang berbeda-beda yang saya khawatir bermuara pada satu tujuan, 1. Pernyataan Sidney Jones, pernyataan ini bisa kita anggap sebagai mewakili Barat. Dia mengatakan bahwa ini mesti dilakukan oleh Nurdin M Top dkk.

JI Muda?

Anehnya si penghuni kamar 1808 itu namanya berinisial N, si Nurdin Aziz, atau ada kaitannya dengan Nurdin yang dikejar-kejar di Cilacap.
Kedua, pernyataan Hendropriyono (Mantan Ketua BIN-red) yang terkesan stigma dan wujud dari kemarahan, dendam. “Semua ini harus ditelusuri dari paham,” katanya. Maksudnya paham keagamaan yang sekarang ini sedang merebak, paham Wahabi yang oleh sejumlah kalangan Islam dipandang sebagai ideologi transnasional.
Ketiga, Penyataan SBY sendiri yang menyatakan bahwa ini karena kekecewaan politik. Bahwa ini ada kaitannya dengan Pilpres.


Apa kesimpulannya?

Nah, dari ketiga pernyataan ini dirangkum menjadi satu, saya melihat keluarnya pernyataan SBY ini hasil dari tekanan intelijen asing terhadap SBY. Supaya SBY bersikap keras terhadap lawan politiknya berkaitan dengan Pilpres, untuk satu tujuan bagaimana menekan Islam fundamentalis. Menekan yang disebut Islam garis keras yang dipandang cukup bebas di masa reformasi ini. Saya kira semua itu bermuara kesitu.

Siklus setelah pemilu, setelah polisi tidak ada kerjaan, terus ada bom?

Katakanlah itu skenario usang, prilaku jahat semacam itu memang sudah biasa. Sebagai Presiden SBY, membuka dengan statemen. Seakan-akan info dari intelijen ini adalah fakta. Padahal itu baru info intelijen, bahwa dicurigai ada orang yang sengaja menjadikan dia sebagai sasaran bidik dalam latihan. Padahal itu baru info bukan kesimpulan. Itu berdasarkan foto yang dikirim oleh seseorang. Kita tidak tahu apa motivasi dari orang itu (si pengirim foto-red).

Masih mentah?

Dia sebagai Presiden memposisikan diri sebagai orang yang terancam, hanya berdasarkan foto. Padahal foto itu bisa direkayasa. Kedua, kita harus bertanya kepada SBY, sebagai warga negara, rakyat Indonesia memiliki hak konstitusional untuk dilindungi. SBY dalam hal ini gagal memberikan perlindungan kepada rakyat Indonesia. Bahkan sekarang ini dia menuding ke kiri dan ke kanan. Dia menuding lawan-lawan politiknya untuk memberikan justifikasi bahwa kejahatan terorisme ini adalah mengancam dia, mengancam demokrasi, mengancam pembangunan, macam-macam.... Sementara ancaman sesungguhnya kepada rakyat Indonesia, kemiskinan, kelaparan, kriminal, bencana alam, tidak menjadi agenda dia. Itu hanya menjadi lip service saja.

Jadi ingat Pak Harto, dulu Pak Harto ketika ada ancaman pada dirinya mengatakan, “Akan saya gebuk!” ?

Itulah. Sementara ancaman terhadap rakyatnya tidak menjadi agenda dia. Fokus agendanya adalah bagaimana menyelamatkan dia dari perasaan terancam dari rakyatnya sendiri. Presiden semacam ini berbahaya sekali.
Nampaknya untuk kedepan arahnya akan semakin jelas sekali, semakin mengokohkan bahwa demokrasi itu harus menjadi identitas Indonesia. Ini yang diperlukan. Padahal itu tidak kita kenal dalam, wajibatul iman.

Padahal belum dilantik?

Nampaknya dia inginmenikmati betul lima tahun kedepan. Nah kekhawatiran kita jika dengan prilaku semacam ini seorang presiden bertindak dan bersikap maka kekhawatiran kita , begitu lima tahun kedepan selesai maka dia akan meminta untuk menjadi Presiden seumur hidup. Sekarang dengan sitem presidensil dan kemenangan yang mayoritas, maka dia bisa saja menunjuk seorang Ketua DPR yang cocok dengan dia, hingga suatu ketika 5 tahun kedepan demi Persatuan dan kesatuan, demi keamanan demi ini dan itu, Ketua DPR dan MPR memutuskan untuk melanjutkan.... Lalu mengubah undang-undang, bisa saja. Bukan hal yang mustahil.

Mengapa Polisi tidak segera mengumumkan bahwa itu ledakan bom?

Polisi bukan telat mengetahui peristiwa ini. Dia bisa menjadi bagian dari peristiwa ini lalu dia memancing orang untuk berkomentar lalu dia simpulkan pendapat orang. Coba kita lihat rentetannya, penangkapan Saifuddin di Cilacap, pengejaran Nurdin M Top, lalu tiba-tiba bom Marriot II meledak, apalagi inisialnya sama. Maka akan ada evaluasi nanti, dalam skenario ini bahwa pelakunya Nurdin M Top. Dua orang itu sebagai orang-orang yang direkrut misalnya. Akan sampai kesitu ceritanya. Jadi sudah tahu skenarionya.
Ada yang kita sangat pertanyakan soal penemuan bom Cilacap, begitu canggihnya, katanya hasil jejak detektor polisi di tempat itu. Tapi hal yang sama tidak terjadi waktu di Tenggulun dulu. Itu juga menggunakan detektor. Saya khawatir betul bahwa ini adalah permainan, tangkap Saifuddin, kemudian dia dipaksa ngomong seperti apa. Lalu Nurdin yang dituduh, terjadi pembunuhan. Nah inilah pelakunya.

Di lapangan korban langsung masuk kantong mayat dan tidak ada identitas. Tertutup sekali?

Maka yang menjadi fokus sekarang ini ada apa di Marriot itu. Ini harus ditanyakan. Hotel itu dengan pengamanan super ketat, dekat Mabes lagi. Begitu hebatnya.

Menurut SBY bahwa bom ini akan mengacaukan Pilpres? Ada orang-orang yang habis kekuasaannya? Atau Islamophobi?

Sebetulnya yang memperparah keadaan ini disamping kejahatan politik , termasuk para penguasa, yang memperparah keadaan ini adalah yang kita kenal sebagai, Muslim Parsial. Sekarang ada yang kita sebut sebagai Muslim Parsial, mereka menyebut dirinya Muslim Moderat. Tapi, sebenarnya bukan muslim moderat, mereka itu muslim ambivalen, terbentur kenyataan politik. Begitu melihat kenyataan tidak bisa memberikan solusi atas nama agama terhadap perkembangan politik dalam negeri, lalu dia menuding, yang pertama kali menuding pelakunya adalah JI itu bukan Polisi, bukan SBY tapi komparador-komparador yang menyebut dirinya sebagai muslim parsial ini. Ini yang justru kita harus berhati-hati betul terhadap orang-orang semacam ini. Boleh kita lihat misalnya omongan Azzyumardi Azra, Nasaruddin Umar, dia menyatakan, Apapun alasannya, macam-macam itu, tidak bisa dibenarkan. Nah omongan semacam ini yang memacu orang lain, memancing di air keruh. Mungkin orang lain di luar Islam yang melakukannya, lalu menumpahkan pada Islam.

Kembali umat Islam Islam menjadi Kambing hitam?

Saya tegaskan disini, Bom Marriot itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam. Indikasinya, Pertama, tidak ada tuntutan dari pelaku. Sehingga kita tidak mengerti mereka maunya apa? Tidak jelas motivasinya apa? Bom-bom di Afghanistan itu tuntutannya jelas, bebaskan tahanan. Gentle. Kalau ini tidak ada. Maka siapa pun pelakunya, apakah dia memperalat gerakan Islam, atau memperalat orang Islam, yang jelas, sama sekali tidak ada kaitannya dengan Islam. Tidak ada kaitannya dengan penegakkan syariat Islam di Indonesia.

Bisa jadi malah non muslim atau setidaknya Islampohobia yang kehilangan pijakan kekuasaan?

Coba kita telusuri mereka sudah melakukannya ketika pembahasan undang-undang pornografi, perda anti maksiat. Setelah SBY ‘menuding’ mereka-mereka yang di PDIP dan Golkar, maka akan ada skenario terbalik.

Maksudnya?

Boleh jadi skenarionya itu adalah bagaimana memaksa atas nama bom ini dan kaitannya dengan JI ini memaksa SBY, bertindak terhadap partai-partai Islam yang berkoalisi dengan dia. Saya kira akan ada arah kesitu. Bahkan (kekhawatiran) internasional pun begitu. Sikap SBY yang menentang Israel di Palestina misalnya, yang diindikasikan itu karena tekanan dari partai-partai Islam.

Jadi karena SBY tidak tahan dengan tekanan baik nasional maupun internasional?

Jadi arahnya kesitu, SBY menuduh lawan politiknya, terus dibantah. Maka kalau tertekan terus secara politik baik secara nasional maupun internasional maka dia akan mencari jalan aman. Nah jalan amannya itu dia akan mencurigai orang Islam. Sekarang ini koalisi utamanya dia, dengan partai Islam. Sementara PDIP dan Golkar adalah lawan politiknya. Nanti mereka akan menuntut kepada SBY bagaimana harus bersikap? “Ini gara-gara Anda lemah terhadap mereka (umat Islam)?” Maka terjadilah bom.

Tetap saja umat Islam targetnya?

Ini yang kita khawatirkan, ini kabar burung, tapi bisa kita lihat di buku: Ilusi Negara Islam, kemudian saya buat resensinya. Maka disitu saya tulis Halusinasi Penadah Demokrasi, jadi mereka dihantui ketakutan sendiri. Tapi ketika mengungkap, katakanlah aib partai Islam yang berkoalisi dengan SBY sekarang ini, kita lihat PKB semua dapur mereka aa di tangan SBY, maka mereka (partai Islam) menjadi tidak berdaya koalisi ini.

Mengapa PKS masih dianggap sebagai ancaman?

Itu target pasca Pilpres. Dari dorongan-dorongan tekanan politik, akan mengarah ke PKS. SBY sendiri harus mencari selamat, biasanya penguasa yang ingin selamat dari tekanan asing, dari masyarakat Nasional sendiri maka korbannya adalah umat Islam.

Kalau yang bicara seperti ini orang partai saya tidak kaget?

Karena ini periode terakhir SBY. Maka kita jangan terkecoh dengan sikap orang Kafir di muka bumi ini, Laa yaghuronnaka taq.... karena kita punya agenda sendiri. Itu pertama, yang Kedua, ada kaitannya bahwa kartu mereka sudah di tangan SBY. Saya melihat inilah kelemahan partai-partai Islam, sulit mengelak dari cengkeraman SBY lima tahun kedepan ini. Dalam hal ini ada tiga kesimpulan dari buku Maalim Fi ath Thariq (Sayyid Quthb: Pertama, Jika kita mendakwahkan Islam maka jangan mengharapkan sesuatu dari orang yang kita dakwahi, apapun termasuk jabatan. .Kedua, dakwah jangan berorientasi dana, sebab jika kamu berorientasi dana, maka kamu tidak akan siap diuji di jalan dakwah, mesti akan kompromi, pragmatis. Ketiga, jangan merayu. Karena jika kamu merayu maka akan ada negosiasi antara juru dakwah dengan obyek dakwah.
Nah dalam tiga kerangka ini, kita bisa melihat prilaku parpol Islam. Tidak istiqomah. Saya melihat partai Islam ini dipenuhi anak-anak muda yang tidak sabar.

Jadi koalisi harus sejajar, tidak inferior?

Iya. Koalisi itu kita berharap, pada partai Islam menawarkan bahwa Islam sebagai solusi. Kalau Cuma begini saja, sudah biasa dari dulu. Nah sekarang ini mereka ini tidak memiliki itu. Karena sudah tercover bagaimana membangun Indonesia dalam bingkai demokrasi, bukan Islam.

Jadi pelakunya ketemu antara thaghut dalam negeri dan luar negeri?

Mana saja pelakunya, pasti ada kaitan dengan luar negeri. Tapi dalam kaitan ini saya tegaskan tidak ada kaitannya dengan Islam.

Apa titip amanah untuk partai Islam?

Mereka harus sadar betul semua penguasa di Indonesia tidak pernah menyukai Islam sebagai solusi permasalahan bangsa ini. Maka saya pernah menulis buku, 10 Musuh Cita-Cita, maka dari sepuluh itu saya sebut satu saja; Merasa Aman!

ketimpangan sosial ekonomi sepertinya akan berlanjut dan ntah kapan berakhir atau mungkin tak pernah berakhir..

Secara realita bagaimana mungkin seorang kecil bisa bangkit, ditengah era persaingan global yang serba kompetitif. dan mari kita liat beberapa realita yang memang tidak memungkinkan untuk rakyat kecil.

Pendidikan
untuk penunjang keberhasilan hidup pendidikan sangat penting, dan bagaimana mungkin seorang yang berpenghasilan 20.000 per hari bisa menikmati pendidikan. walau ada pendidikan gratis 9 tahun. pendidikan boleh gratis tapi biaya tetap tinggi seperti transpor untuk ke sekolah , biaya beli seragam, biaya buku sekolah, dan bisakah seseorang bersaing dengan hanya berpendidikan smp.

Dunia usaha/bisnis
dunia usaha membutuhkan modal,dan hampir tidak ada usaha yang nggak pake modal terutama uang,penghasilan yang besar ditentukan oleh modal usaha yang besar,walaupun banyak kredit, tapi kredit tidak pernah ada buat rakyat kecil, semua kredit mesti punya jaminan yang mana rakyat kecil tidak punya jaminan

lowongan pekerjaan
dimana mana lowongan pekerjaan mengutamakan suatu tinggkat pendidikan yang tinggi, bagaimana mungkin seorang yang hanya pendidikan gratis 9 tahun bisa melamar dengan saingan sarjana S1 dan S2, dan loeongan tersebut kebanyakan pun pake duit masuk

kebijakan pemerintah.

bagaimana seorang kecil bisa usaha kalo tiap hari tempat usaha digusur demi kepentingan, keindahan,ketertiban dan lain sebagainya

menghasilkan uang lewat internet.
yang ini mah program bonus,dimana bisa gratis, dan walau terbukti, bagaimana mungkin rakyat kecil bisa beli komputer dan bayar speedy...

dan......pemimpin kita berkata....LANJUTKAN..... apakah semua ini dilanjutkan dan bagai mana mungkin seorang susah bisa bertahan kalo semua ini terus dilanjutkan.....dan bagi yang peduli tetap tidak mempunyai daya apa apa...

terima iasih tengkiu deh...

JIKA tak bisa membangun hubungan baik dengan rekan sejawat di kantor. Anda tak akan bisa menjalankan pekerjaan sesuai keinginan.

Kenyataannya, hubungan kerja yang efektif dengan rekan kerja adalah dasar bagi kepuasan kerja dan karier Anda. Sebegitu pentingnya hubungan yang baik dan efektif ini, karena hal tersebut berkaitan dengan promosi atau peningkatan karier, kenaikan gaji, dan kepuasan kerja.

The Gallup Organization, organisasi yang sering meneliti tentang dunia kerja, melakukan analisis tentang indikator kepuasan kerja. Organisasi ini menemukan fakta bahwa jika Anda bekerja dengan seorang yang cocok dengan Anda, seseorang yang menjadi teman baik Anda, maka Anda akan mendapatkan kepuasan kerja seperti yang Anda harapkan.

Dari analisis ini, The Gallup juga menemukan fakta bahwa banyak supervisor perusahaan yang tidak bisa menjalin hubungan baik dengan rekan kerja atau bawahannya. Mereka kebanyakan mengumpulkan data dan memanfaatkan tersebut untuk mencari kesalahan karyawan lainnya.

Mereka sangat bersemangat untuk mengidentifikasi masalah, tetapi enggan menawarkan solusinya. Tepat saat seseorang dari mereka meminta kenaikan jabatan atau kenaikan gaji, maka tak ada seorang pun yang mendukungnya.

Tentunya Anda tak ingin hal ini terjadi dalam karier Anda, bukan? Karena itulah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Anda bisa segera menjalin hubungan baik yang efektif dengan rekan kerja. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik sekaligus meningkatkan hubungan kerja dengan rekan sejawat, seperti dikutip dari about.com.

Selalu menawarkan solusi

Jika Anda menemukan masalah dalam pekerjaan, sertakan juga solusi yang Anda tawarkan. Ungkapkan hal tersebut di rapat agar bisa ditanggapi oleh atasan dan rekan lainnya. Jujur saja, menganalisis masalah adalah hal yang tidak terlalu sulit. Namun, memberikan solusi adalah suatu hal yang bisa meningkatkan kredit Anda di mata atasan dan rekan kerja.

Jangan menyalahkan orang lain

Jangan menyalahkan rekan lain atas masalah yang terjadi di kantor. Jika melakukannya, artinya Anda mencari musuh di kantor, dan nantinya musuh ini akan menjungkalkan Anda dalam peningkatan karier. Lebih baik analisis masalah dan coba melihatnya dalam gambaran yang lebih besar. Mungkin Anda bisa melihat agar sistemnya dibenahi untuk mengurangi kesalahan yang dilakukan karyawan.

Hati-hati menggunakan kalimat dan bahasa tubuh

Kalimat yang Anda katakan, juga bahasa tubuh yang Anda lakukan, akan selalu dicermati rekan yang lain. Karena itulah, berhati-hati saat melakukannya. Jangan menatap orang lain dengan pandangan rendah, berbicara kotor kepada rekan kerja, dan hal yang lain yang tidak menyenangkan, termasuk berteriak atau memaki rekan kerja atau bawahan Anda.

Perkataan yang tajam biasanya akan begitu membekas pada pikiran dan ingatan seseorang, yang akhirnya memengaruhi anggapan dan tindakannya terhadap orang yang memakinya.

Peduli kepada rekan kerja

Jangan menafikan kehadiran atau keterlibatan rekan kerja atau bawahan Anda. Jika Anda seorang atasan, dan bawahan Anda mengeluh terhadap satu masalah kepada orang lain, bukan dengan Anda, berarti ada yang salah dengan sistem yang Anda buat.

Untuk mengeliminasi masalah tersebut agar tidak berkembang ke luar, Anda harus peka terhadap masalah yang dialami bawahan. Intinya, bawahan harus mempercayai Anda agar tujuan kerja Anda dapat tercapai.

Jaga komitmen

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, satu pekerjaan selalu berhubungan dengan pekerjaan yang lain. Karena itulah, jika Anda tak bisa bekerja dengan baik, tak mampu bekerja sesuai tenggat, maka hal ini akan memengaruhi kerja rekan lainnya.

Karena itulah, selalu patuhi komitmen yang telah disepakati bersama. Jika Anda tak mampu mematuhinya, pastikan rekan kerja yang lain mengetahui akibatnya, sekaligus membuat rencana baru untuk mengatasi masalah ini.

Hargai hasil kerja rekan kerja

Coba Anda ingat, seberapa sering Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa bantuan satu orang pun? Jika Anda seorang manajer, seberapa banyak ide Anda berkontribusi untuk membantu kerja staf Anda? Coba renungi dan Anda akan menyadari bahwa tanpa bantuan dari rekan kerja yang lain, Anda tak akan mampu menyelesaikan pekerjaan. Karena itulah, sediakan waktu untuk mengucapkan terima kasih atau memberikan penghargaan pada orang-orang yang membantu pekerjaan Anda.

Bantu rekan kerja

Bantu rekan kerja Anda agar mereka bisa mencapai hasil terbaiknya. Jika masing-masing memberikan kontribusi terbaiknya, hal ini akan berdampak positif bagi hasil kerja, lingkungan kerja, dan perusahaan secara keseluruhan.

Cobalah terapkan tujuh langkah ini untuk membangun hubungan kerja yang baik. Jika Anda bisa melakukannya, rekan kerja akan menghargai Anda, dan atasan akan meyakini bahwa Anda adalah karyawan yang berharga untuk dipertahankan.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Menanam Pengkhianat

Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Ansyaad Mbai mengatakan, meski modus yang digunakan masih konvensional, yakni bom bunuh diri, aksi ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni langsung menyusup ke dalam sasaran.

Bagi para para pemerhati “Konsep Jaringan”, pernyataan Ansyaad Mbai langsung menggiring pemikiran pada logika paling sederhana, kasus pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton merupakan puncak dari sebuah rencana yang matang.

Terlepas dari tujuan politik yang ingin dicapai kelompok teroris ini, dari logika sederhana tadi, bisa dikatakan bahwa bom sekelas bom Bali yang diledakkan itu, proses persiapannya benar-benar matang dan sejak jauh hari. Tidak tiba-tiba.

Logika pertama, kelompok teroris ini jelas sangat mengetahui situasi dan kondisi manajemen yang berlaku di kedua lokasi target. Logika kedua, kelompok teroris ini sudah sangat memahami situasi dan kondisi keamanan di kedua target. Logika ketiga, kelompok teroris ini sangat kaya dana. Logika keempat, jaringan teroris di JW Marriot-Ritz Calrton orang-orang yang terlatih, khususnya dalam soal membuat dan mempergunakan alat peledak

Empat logika dasar tadi diperkuat oleh tersebarnya informasi, bahwa sistem kepegawaian di kedua target tersebut, lebih banyak menggunakan tenaga kontrak. Bukan karyawan tetap.

Itulah kemudian, langkah untuk mengusung bom-bom itu secara utuh dari luar, langsung dinisbikan. Jadi, pelaku bom bunuh diri tadi, besar sekali kemungkinannya sudah “ditanam” oleh aktor intelektualnya di JW Marriot dan Ritz Carlton sejak jauh hari.

Artinya apa? Yang bisa melakukan perencanaan sematang ini, tentu orang-orang yang sangat memahami manajemen perang dan sabotase. Dan langkah yang diambil sangat organik --- membina, menanam, mengeksekusi. Lantas, ketika selesai eksekusi, sel-sel kelompok teroris ini melontarkan berbagai teori-teori dan pendapat yang menyesatkan.

Mengapa dipraktikkan sebagai bom bunuh diri? Tentu agar aparat keamanan menjadi sulit menditeksi kelompok pelaku dan memperkecil tertinggalnya bukti-bukti yang akan membawa alur penyidikan bermuara pada aktor intelektualnya.

Simaknya saja keterangan yang menyatakan bahwa pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriot yang menginap di kamar 1808 menggunakan identitas palsu. Alamat yang tertera di KTP tersebut setelah di cek ternyata tidak dapat ditemukan. KTP tersebut tertera atas nama Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid.

“Mereka tidak sendiri. Ada jaringan yang memback up dari tingkat lokal dan dari tingkat internasional,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chrysnanda, Minggu (19/7).

Sementara Kadiv Humas Markas Besar Irjen Pol Nanan Sukarna mengatakan, Markas Besar Polri memastikan, pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton, bukan berjenis kelamin perempuan.

Serangkaian tanda tanya masih terbenam dibenak kita. Apakah hanya sebatas menemukan identitas penghuni kamar 1808 saja? Apakah benar bahwa penghuni kamar 1808 sebagai pelaku bom bunuh diri? Sudah berapa lama kamar 1808 dihuni oleh pengebom bunuh diri?

Bila mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka untuk mencari rangkaian kelompok teroris dan dalangnya, tetap saja akan menemui kesulitan, seperti yang memang direncanakan oleh aktor intelektualnya.

Apakah hanya cukup dengan mengatakan pelaku tindak kekerasaan ini jaringan Noordin M Top? Apakah hanya cukup mengatakan ini terkait dengan Jemaah Islamiyah? Apakah hanya cukup mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri, identitasnya sudah diketahui?

Tentu tidak. Sebab, pelaku bom bunuh diri, “tertanam” di JW Marriot dan Ritz Carlton bukan sehari atau dua hari dan tentu tidak sendiri. Proses “penanaman”nya, diduga sejak jauh hari. Bisa jadi, pelakunya sudah menjadi karyawan disana, bukan hanya sebatas menjadi penghuni kamar 1808 saja.

Apalagi, setiap kamar hotel yang dihuni tamu (lebih dari satu hari), dipastikan petugas pembersih hotel akan menyatroni kamar tersebut. Seperti biasanya petugas pembersih kamar, dia akan mengepel, mengganti handuk, sprei kasur, bantal, guling dan membersihkan kamar mandi. Apakah petugas pembersih tidak melihat hal-hal yang “diluar kebiasaan” tamu pada umumnya?

Entahlah. Yang jelas, saya jadi teringat sebuah kalimat perenungan yang pernah disampaikan kepada saya : Belanda tidak akan bisa menangkap Pangeran Diponegoro, kalau tidak dibantu oleh pengkhianat bangsa. Itulah kenapa Pasal Pengkhianat tidak ada dalam KUHP yang ditinggalkan Belanda.

Yusuf Yazid

Islam dan teror

Islam adalah sebuah ajaran agama yang saya anut,dan sebagai muslim ,sepengetahuan saya .islam tidak pernah mengajarkan teror, hingga membunuh umat manusia,beberapa acuan sebagai landasan islam:... ada hukum islam ,alquran dan hadist. baik dalam hukum islam ,alquran maupun hadist, tidak ada yang mengajarkan untuk menghancurkan manusia, secara global yang diajarkan adalah tanggung jawab sebagai manusia baik itu guna dan fungsi manusia di muka bumi,dalam islam apapun perbuatan kita mesti dipertanggung jawabkan sebagaimana ajaran yang ada, perbuatan baik maupun perbuatan buruk,semua ada aturanya, sampai saat ini tidak ada perbuatan yang mengajarkan untuk saling membunuh.

Sesungguhnya wahyu pertama yng diturunkan kepada Nabi muhammad SAW ,adalah perintah untuk membaca, sedangkan sang nabi adalah seorang yang buta huruf, dan dapat diambil kesimpulan perintah membaca tersebut bukanlah perinta membaca seperti membaca koran dan sejenisnya, akan tetapi perintah untuk membaca situasi, lebih ringkasnya adalah perintah untuk selalu belajar dan belajar,dan mengamalkan sebuah pelajaran tersebut untuk sebuah kebaikan umat manusia. dan pada alquran juga ada ayat yang menerangkan untuk ku agamaku dan untuk mu agamamu, dalam arti kata tidak ada sebuah paksaan dalam islam, yang ada hanya sebuah pertanggung jawaban terhadap apa yang kita lakukan selama hidup terhadap sang pencipta. Dengan uraian singkat tersebut jelas betapa demokratisnya ajaran islam tersebut. oleh karena itu dapat diambil suatu kesimpulan bahwa yang melakukan teror bukanlah orang islam,walaupun mereka bergerak atas nama islam dan organisasi islam, dan sebenarnya apa yang disebut islam adalah orang atau manusia yang melaksanakan hidup dengan ajaran tersebut, yakni yang mengacu pada alquran dan hadist. berikut sebuah ajaran islam yang sangat mencerminkan kemanusiaan adalah senyum, ....senyum adalah sebuah tindakan yang sangat mudah, islam mengajarkan senyum adalah ibadah.. hanya dengan senyum terhadap orang lain merupakan ibadah, sangat bertolak belakang dengan aksi teror yang mana menghilangkan nyawa orang lain. dan islam mengutuk semua kegiatan yang menyengsarakan dan membuat susah orang lain, kegiatan yang menyusahkan dan menyengsarakan orang lain bukan hanya teror. Korupsi , manipulasi dan sejenisnya yang membuat sengsara orang lain merupa kan hal yang sangat diharamkan bagi ajaran islam,apalagi sesama muslim.

berikut yang diharamkan dalam islam adalah.:...sesama islam diharamkan, darahnya, hartanya dan kehormatanya.

Terimakasih....

Oknum TNI Ditangkap, Uang Rp 1,2 M Disita
Minggu, 19/07/2009 19:42 WIB
Perampokan BNI Rp 15 M

Jakarta - Polisi telah menangkap 2 orang yang diduga pelaku perampokan Rp 15 milik BNI dari mobil PT Cisco pada Kamis (16/7/2009) malam. Selain kedua orang itu, polisi juga mengamankan seorang oknum TNI.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chryshnanda mengakui adanya penangkapan tersebut. "Dia kita amankan. Kita hanya mintai keterangan saja," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (19/7/2009).

Menurutnya, hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Polisi, katanya, masih mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan ketiganya.

"Kita belum ada bukti yang pas," jelasnya.

Lebih lanjut Chryshnanda mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam penetapan status tersangka terhadap ketiganya. "Kalau nanti tergesa-gesa nanti lainnya kabur," lanjutnya.

Chryshnanda menambahkan, oknum TNI tersebut ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Dari ketiga orang tersebut, polisi menyita barang bukti uang Rp 1,2 M.

"Ya baru segitu (Rp 1,2 M)," urainya.

Chryshnanda mengakui, dari hasil pemeriksaan ketiganya, polisi telah menemukan titik terang lagi. Namun, katanya, polisi masih mengincar beberapa pelaku lainnya.

"Masih banyak (pelaku yang belum tertangkap)," pungkasnya.
(mei/anw)

begini nih semua,kalo pada ketauan semua bicara oknum,....trus kalo yang sebenarnya apa sih....
heran deh...

Mengapa Ada teror...

Aksi teror dimana mana hanya menyisakan penderitaan buat korban dan semua manusia pastilah mengutuk perbuatan tersebut, tapi mengapa ada teror....?????

penyebabnya antara lain adalah ketidak puasan,sehingga seseorang mau melakukan aksi teror, dan bahkan membunuh sesama manusia. apakah hanya aksi teror yang membunuh sesama...? jawabnya adalah tidak.....penindasan bukan hanya teror,dan terkadang untuk sebuah keadilan manusia juga membutuhkan perang dan untuk sebuah perdamaian manusia juga butuh perang. dan apakah solusinya harus saling menghancurkan atau bahkan membunuh....???..jawabanya mungkin tidak harus,
jawaban sesungguhnya adalah sebuah anugerah pada manusia dimana diberi akal dan hati nurani, dan sesungguhnya akal dan hati nuranilah yang mesti dikedepankan, bukan hanya kekerasan. sebagai contoh, bagaimana seorang pejabat rela meninda rakyat dengan tipuan melalui kekuasaanya, hingga menyengsarakan rakyat bahkan membuat rakyat susah untuk hidup,....bukankah ini juga sebuah aksi terkutuk????.....korupsi, manipulasi, dan maling maling kelas tinggi, dan adakah kita mengutuk.......???

dan untuk itulah marilah kita saling mengingatkan dan saling bercermin pada diri sendiri,siapa, mengapa dimana kita ditempatkan,marilah kita intropeksi kembali, apa dan bagaimana kita, sesuai dengan takdir kita manusia, nggak perlu saling tuding,toh pada dasarnya aksi brutal,teror atau yang lebih tepatnya kejahatan,atau yang namanya pelanggaran mesti ada hukuman , dan tentu hukuman itu adalah yang setimpal terhadap sebuah perbuatan, baik itu perbuatan jahat maupun baik, pasti ada balasanya.

trims.......deh

Jumat, 17/07/2009 16:10 WIB
Bom JW Marriot & Ritz Carlton

Jakarta - Sedikitnya ada 3 kemungkinan motif pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang menewaskan 3 orang. Salah satu motif ada kaitannya dengan Pemilu Presiden (Pilpres).

"Menurut analisa saya, sebagai mitra kerja BIN di Komisi I DPR, ada 3 kemungkinan motif pelaku pengeboman," kata Anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).

Menurut Yuddy, motif pertama adalah gerakan laten teroris yang memang sudah direncanakan sejak lama. Hanya saja pelaku mencari momentum yang tepat sehingga luput dari deteksi intelijen.

"Mereka melakukan pengeboman dengan menunggu waktu yang tepat, saat keamanan longgar," kata Yuddy.

Kemungkinan motif kedua, lanjut Yuddy bisa saja terkait dengan gerakan perorangan atau kelompok baru yang tidak puas dengan situasi politik pasca Pilpres. Politisi muda Partai Golkar ini menduga pelaku lapangan dalam kasus bom Marriot dan Ritz Carlton ini cukup profesional karena berhasil menembus sistem keamanan yang ketat di kedua hotel tersebut.

"Saya meyakini ada mastermind di balik peledakan ini. Tugas BIN, Polri dan instansi Intelijen lain harus mengungkapnya," pinta Yuddy.

Kemungkinan motif ketiga dari aksi pengeboman di kedua tempat strategis di Jakarta ini karena ada permainan agen asing untuk menciptakan kekacauan di Indonesia dengan tujuan membuat ketergantungan baru pemerintah kepada pihak asing.

Kejadian ini menurut Yuddy menunjukkan bukti nyata bahwa kinerja pemerintah melalui aparat intelijennya gagal menciptakan keamanan bagi warganya.

"Faktanya, pemerintah dalam hal ini aparat Intelijen dan Polri, telah gagal melindungi keselamatan warganya sehingga rasa ketakutan kini menebar di mana-mana dan berdampak negatif yang luas," pungkas Yuddy. Mendiskusikan ledakan di Mega Kuningan? Gabung di sini. (yid/iy)

Cerita dibalik teror

misiiiii..
Beberapa hari belakangan ini kita dikejutkan beberapa teror,mulai dari penembakan di papua sampai dengan ledakan bom yang terjadi siang ini..
boleh dibilang pelaku teror adalah orang orang yang kejam dan mungkin tidak mempunyai rasa kemanusiaan lagi, sebelum kita menuding baiknya kita melihat ke belakang dulu deh.........

Pada dasarnya semua manusia punya rasa dan akal,rasa kejam ,rasa kasihan , akal jahat dan akal yang baik ....dan semua itu bisa tercipta dengan ada alasanya
dan mengapa manusia bisa melakukan aksi keji terhadap sesama manusia??... pasti ada sebabnya. diantaranya adalah dendam.....dan mengapa bisa terjadi dendam. dendam disebabkan oleh kerakusan dan nafsu dari manusia sendiri,bisa jadi terjadi karena penindasan dan ketidak adilan, penindasan dan ketidak adilan dapat memancing amarah jahat yang ada pada diri manusia, bila seorang manusia selalu ditindas walaupun serapuh apapun manusia itu,pasti akan menimbulkan amarah dan kekuatan untuk membangkitkan amarah tersebut.

aksi saling menghancurkan pada manusia sebenarnya berasal dari ketidak adilan dan penindasan,seseorang yang tertindas dipastikan akan kembali menindas
dan sudah adakah keadilan yang merata?.....suatu pertanyaan.....
.....................TAU DEH......

Foto: Ist

IRAMA musik tak hanya enak didengar, di dunia kesehatan musik juga memiliki peran untuk penyembuhan. Dalam penelitian di Italia ditemukan detak jantung, tekanan darah, dan aliran darah orang dewasa yang sehat berubah ketika merespons irama musik kresendo dan dekresendo.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Circulation, para peneliti menggunakan beberapa pilihan musik klasik untuk bereksperimen. Penelitian tersebut melibatkan 24 orang dewasa muda, sebagian merupakan penyanyi yang terlatih dan sebagian lagi tidak memiliki latar belakang musik. Setiap partisipan mendengarkan berbagai jenis pilihan sambil ditempelkan pada monitor yang melacak detak jantung, pernapasan, tekanan darah, dan pembesaran pembuluh darah di bawah kulit.

Para peneliti menemukan bahwa bersamaan dengan respons terhadap kresendo dan dekresendo, bagian irama musik tertentu tampaknya menyinkronkan "irama jantung yang ada" pada para partisipan. Penemuan tersebut semakin mendukung penggunaan musik sebagai bentuk terapi untuk tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya. "Irama musik tersebut (kresendo atau dekresendo) secara terus-menerus ditangkap sistem repiratori dan kardiovaskular," kata Dr Luciano Bernardi, seorang profesor ahli penyakit dalam di Universitas Pavia, dalam rilis dari American Heart Association.

JALAN kaki diklaim dapat menyehatkan jantung, karena jalan kaki secara teratur dapat menurunkan risiko hipertensi, yaitu salah satu faktor pencetus penyakit jantung.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar jalan kaki yang dilakukan memiliki dampak yang baik bagi tubuh.

30 Menit

Aktivitas jalan kaki memang baru bisa disebut olahraga jika dilakukan secara kontinu, minimum 30 menit setiap harinya. Untuk latihan jantung, perhitungan zona latihannya adalah 60-80 persen dari denyut nadi maksimum.

Perhatikan Kecepatan

Sebaiknya intensitas jalan kaki ditambah secara bertahap, baik itu kecepatannya, jarak tempuhnya, waktu dan juga medannya (misalnya jalan yang menanjak atau menurun). Latihan pun bisa dimulai dari seminggu sekali, seminggu dua kali, seminggu tiga kali, sampai nantinya bisa dilakukan setiap hari.

Perhatikan Kondisi Tubuh

Jika seseorang sedang menderita nyeri punggung, jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sambil turut mengurangi kecenderungan timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.

Lakukan Pemanasan

Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukan peregangan atau pemanasan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki.

Cek Gula Darah

Sebelum dan sesudah berjalan kaki, cek kadar gula darah Anda. Jika terlalu rendah, di bawah 100 mg/dl, Anda harus menambah asupan karbohidrat sekitar 15-30 gram. Jika terlalu tinggi, di atas 200 mg/dl, maka sebaiknya tunda dulu olahraga Anda sampai kadar gula darahnya turun.

Pakai Sepatu yang Nyaman.

Gunakanlah sepatu dan pakaian olahraga yang nyaman dan melindungi tubuh. Sangat disarankan untuk menggunakan pakaian yang longgar, dan Anda bisa memakai beberapa lapis pakaian untuk meningkatkan suhu tubuh. Sebaiknya hindari bahan pakaian dari karet karena menghalangi menguapnya keringat.

Rekening Liar Depnakertrans
"Dan US$328.000," kata juru bicara KPK Johan Budi SP.
Kamis, 16 Juli 2009, 18:47 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Yudho Rahardjo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan mantan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Musri Tambusai terkait dugaan korupsi rekening liar. KPK menduga tersangka telah merugikan negara sampai Rp 107 miliar.

"Dan US$328.000," kata juru bicara KPK Johan Budi SP, Kamis 16 Juli 2009. Tersangka, kata dia, dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 12 huruf e, Pasal 5 ayat (2), atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

Tersangka, jelas Johan, diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan aset Yayasan Dana Tabungan Pesangon Migas tahun 2003-2008. "Penahanan tersangka selama 20 hari," jelasnya.

Kasus ini berawal tahun 2000, Yayasan Dana Tabungan Pesangon Tenaga Kerja Pemborong Sektor Migas dilikuidasi.

Kemudian tim likuidasi yang bekerja selama 2000-2001. Dana atau aset dari yayasan tersebut telah dilikuidasi berdasarkan hasil dari tim likuidasi. Tersangka membentuk tim pengelolaan aset dengan dia sebagai penanggungjawabnya.

Penyidik KPK menduga ada fakta-fakta pengelolaan yayasan tersebut digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya, ada dana yang mengalir sebagai dana bantuan, dana operasional, dana untuk tim likuidasi sendiri dan rumah sakit. Padahal, seluruh aset yang harus disetorkan Rp 134,4 miliar dan US$ 250.327.
• VIVAnews

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera mengeksekusi bekas walikota Medan Abdillah. Ia sebelumnya dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung dan dikenai pidana selama 4 tahun penjara.

"Kami siap mengeksekusi," kata Direktur Penuntutan Ferry Wibisono saat dihubungi lewat telepon, Rabu (15/7/2009).

Menurut Ferry, saat ini pihaknya sedang menunggu salinan putusan dari MA. Jika salinan sudah diterima, pelaksanaan eksekusi bisa dilakukan segera.

"Kalau sudah terima, kita langsung eksekusi," tegasnya.

Terkait hukuman pidana dan denda yang lebih rendah, Ferry mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Putusan kasasi merupakan hal yang harus diterima.

"Kalau sudah kasasi kita tidak bisa berbuat apa-apa," tegasnya.

Sebelumnya, Abdillah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta oleh MA. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 12,1 miliar. Di tingkat banding, ia divonis 4 tahun dengan uang pengganti sebesar Rp 23 miliar.

Pada pengadilan tingkat pertama, Abdillah divonis lima tahun penjara, denda Rp 250 juta dan uang pengganti Rp 17,8 miliar.



Terimakasih ya, buat bang Mahir yang sudah memberikan award ini. Setelah membaca ulasan lengkapnya, sekilas pemberian award ini jadi seperti MLM ya, pakai upline dan downline. Hanya saja ini tentang berbagi link dan bukan berbagi duit. Tapi, hasilnya bagus buat SEO. Jadi, pastilah daku turut bergabung juga

Karena award ini harus dibagi-bagikan juga kepada teman-teman yang lain, maka aku berikan kembali award ini kepada kawan-kawan:

1.Save Energy
2.CoMeL
3.Agust
4.temankoe
5.dio
5.Ronny
7.Best PTC
8.duidgenderuwo
9.Risal
10. semar

Yang perlu diingat, award ini bukan sekedar pajangan. Tapi berguna untuk menambah backlink ke blog kawan-kawan. Caranya gampang:
Tuliskan kembali link-link berikut ini di artikel atau letakkan di side bar. Tapi kawan-kawan harus menghapus link yang di nomor satu dan menaikkan link nomor 2 menjadi nomor 1. Lalu yang nomor 3 menjadi nomor 2, begitu seterusnya. Dan tempat kawan-kawan adalah di link nomor 10.
Linknya adalah:
1.Google
2.AeArc
3.Surya Tips
4.Antaresa Mayuda
5.Baca Buku Fanda
6.Reni Judhanto
7.Evylia Hardi
8.SiMahir
9.Blog Perempuan Rumahan
10.daokt
Dan beginilah cara hitung-hitungan MLM Backlink-nya (copas dari blog SiMahir ):
Posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125
(Suatu saat, pasti blog kita akan sampai di Posisi 1 dan bayangkan jumlah backlinknya ) ditambah lagi jika pengunjung web para downline kita mengklik link itu, kita juga akan mendapatkan imbas traffik tambahan.

Tapi itu baru akan terwujud, kalau kawan-kawan mengikuti aturan mainnya. Ingat, penerima award harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena kalau langsung nyelonong ke posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10. Bukan jadi untung, malah buntung.

Akhirnya, selamat menikmati award-nya dan happy blogging..
Award

* Blog Award

Mengenang saat-saat mula Indonesia merdeka, banyak kisah heroik sekaligus unik. Seperti misalnya momentum bersejarah yang dikenal dengan nama Rapat Raksasa di Lapangan Ikada, 19 September 1945. Saat itulah secara resmi Bung Karno berpidato di hadapan lautan manusia sebagai Presiden.

Tanggal 19 September adalah “tanggal kecelakaan”. Disebut demikian karena pidato sesungguhnya, dijadwal tanggal 17 Agustus, atau genap satu bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Akan tetapi, mengingat situasi yang tidak kondusif, maka diundurlah “rapat raksasa” itu menjadi 19 September.

Mengapa tidak kondusif? Jepang, setelah menyerah kepada Sekutu, berperan sebagai penjaga status quo di bumi Nusantara, sampai “penguasa” yang asli, Belanda, mendarat dan melakukan ketertiban sipil. Itu artinya, segala aktivitas terkait pengerahan massa, diharamkan. Bahkan, berkumpul lebih dari lima orang, bisa diciduk dan dijebloskan penjara.

Bagaimana dengan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan? Proklamasi hanyalah awal dari mula sebuah perjuangan hidup dan mati. Ya… “merdeka atau mati!” Babak-babak selanjutnya adalah perang mempertahankan kemerdekaan. Perang… berunding… perang… berunding….

Kembali ke “rapat raksasa” di Ikada. Ikada kependekan dari Ikatan Atletik Djakarta. Sehampar lapangan di pojok Gambir, menghadap langsung Istana Negara. Sekarang, lokasi itu menjadi Taman Tugu Monas. Pada masanya, Lapangan Ikada menjadi lokasi paling strategis untuk berkumpul dan mengerahkan massa. Di sisi lain, lokasi yang berdekatan dengan sentral kekuasaan, tentu saja masuk kategori ring satu, yang dijaga ketat dalam rentang 1.440 menit sehari.

Singkat kalimat, pagi tanggal 19 September 1945 ribuan massa sudah bergerak menuju Lapangan Ikada. Mereka datang dari seluruh penjuru kota, dan dari kota-kota lain di pinggir Jakarta. Tidak sedikit yang sudah datang ke Jakarta tanggal 18 September, dan menginap di rumah sanak saudara, sahabat, atau bahkan di masjid dan surau-surau. Mereka antusias membawa bendera merah putih hendak mendengarkan pidato dari presidennya. Sekelompok massa yang lain ingin sekadar memastikan bahwa bangsa kita sudah merdeka.

Maklumlah, proklamasi 17 Agustus 1945, tidak serta merta didengar oleh penduduk di pelosok-pelosok negeri. Bahkan warga Jakarta sendiri tidak semuanya mengetahui bahwa hari itu sudah merdeka. Selain fasilitas komunikasi yang sangat terbatas, tidak banyak pula warga Jakarta yang memiliki radio transistor. Itulah mengapa, para orangtua kita sering berkisah, zaman dulu, satu radio bisa didengar oleh warga sekampung.

Nah, kembali ke Ikada. Di sana, bala tentara Jepang sudah berjaga-jaga. Bukan saja pasukan infanteri yang berbaris menghunus senapan berbayonet, bahkan pasukan kavaleri pun menyiagakan panser-pansernya di seputar Ikada. Sinyal yang mereka kirim sangat jelas, “Massa dilarang berkumpul, atau berhadapan langsung dengan bedil dan tank.”

Massa bergeming. Sedikit pun tidak gentar dengan moncong senapan, moncong meriam, dan pasukan berseragam Jepang dengan senjata yang siap memuntahkan peluru sewaktu-waktu. Mereka terus mengalir menuju Lapangan Ikada. Rakyat berdatangan, bergelombang-gelombang, berbondong-bondong. Dalam waktu tak lama, Lapangan Ikada sudah menjadi lautan manusia. Karena itu pula, “rapat raksasa” di Lapangan Ikada itu juga dinamakan “rapat samudera”.

Di mana Bung Karno? Tidak jauh. Sangat dekat dengan Lapangan Ikada. Dia berada di salah satu gedung di Jl. Merdeka Utara (sekarang gedung Mahkamah Agung), sedang memimpin sidang kabinet yang sudah berlangsung sejak pukul 09.00. Sidang kabinet berlangsung hingga pukul 15.00, tanpa segelas teh, tanpa secangkir kopi, tanpa kue, tanpa kudapan…. Negara Indonesia belum berpenghasilan. Semua yang terlibat dalam struktur pemerintah dan alat negara, bekerja suka rela tanpa digaji. Sekalipun begitu, mereka bekerja keras menegakkan sebuah negara yang sudah diproklamasikan sebulan lalu.

Bagaimana dengan suasana di Lapangan Ikada? Massa sudah tumpah ruah sejak pagi, melewati terik siang, hingga matahari bergulir ke barat. Sebuah dapur umum disiapkan oleh para relawan putri di sudut Lapangan Ikada. Mereka merebus air, menyediakan makanan ala kadarnya, demi ribuan massa yang antusias menyambut presidennya. Semangat memastikan kemerdekaannya.

Di antara lautan manusia di Ikada dan sidang kabinet tak jauh darinya, berlangsung komunikasi antara tokoh-tokoh muda dan tentara Jepang. Negosiasi tak juga membuahkan kata sepakat. Jepang tetap melarang massa berkumpul, sebaliknya memerintahkan massa untuk segera bubar. Jika tidak, maka tentara Jepang akan membubarkan secara paksa. Dan jika itu terjadi, tentu akan banyak nyawa melayang sia-sia.

Semua komunikasi disampaikan ke meja Bung Karno dan Bung Hatta melalui secarik kertas demi secarik kertas, di tengah-tengah sidang kabinet. Bung Karno dan Bung Hatta, sesekali berisik. Materi bisik-bisik dapat dipastikan, tak luput dari situasi tegang antara lautan massa di Lapangan Ikada yang sudah berhadap-hadapan langsung dengan pasukan Jepang bersenjata.

Sekitar pukul 15.30, Bung Karno berdiri dan berkata, “Saya akan menjumpai rakyat. Saudara-saudara boleh ikut, tetapi boleh juga tidak.” Ia melangkah keluar. Anggota kabinet? Semua berjalan di belakang Sukarno. Barangkali mereka berpikir, “Jika Bung Karno berani menerjang bahaya, mengapa saya tidak?”

Di luar, sekelompok pemuda sudah menyiapkan mobil bak terbuka. Bung Karno menaiki mobil itu dan mobil dipacu ke Lapangan Ikada, membelah lautan manusia yang gemuruh mengelu-elukannya. Mobil tak bisa menerobos hingga ke dekat podium, melainkan berhenti di pojok Merdeka Timur (dekat Gedung Pertamina sekarang). Dari situ, Bung Karno dan anggota kabinet yang lain, berjalan kaki menuju mimbar.

Bala tentara Jepang kebingungan, antara perintah melarang dan –mungkin saja– gentar menghadapi Bung Karno dan massanya yang begitu heroik. Sebab, setelah Bung Karno turun dan mobil dan berjalan menuju podium, sekelompok pemuda langsung membuat pagar betis melingkari Bung Karno. Merekalah tameng hidup. Merekalah perisai bernyawa. Merekalah pagar bertulang dan berdaging, berdarah dan bernafas, yang siap menerima muntahan peluru tentara Jepang, jika itu harus terjadi.

Bung Karno menebar senyum, membalas pekik merdeka, dan menatap rakyatnya dengan penuh wibawa. Hingga kaki kanan menaiki tangga nomor satu, disusul kaki kiri di tangga nomor dua, dan seterusnya hingga ia berada di atas podium yang tingginya kurang lebih dua meter dari permukaan tanah itu, tentara Jepang hanya bisa diam dan mengawasi semua yang terjadi di depan bola matanya, tanpa bisa berbuat apa-apa. Ribuan manusia bergemuruh menyambut presidennya. Gelegar suara mereka, pastilah akan menenggelamkan suara meriam sekalipun.

“Saudara-saudara…” Bung Karno membuka kata, dan… ceppp... hening. Semua diam. Tak bersuara. Khidmat. Tenang sekali. Kemana pergiranya gemuruh suara massa? Laksana masuk dalam genggaman tangan Bung Karno.

“Saudara-saudara, kita akan tetap mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan kita. Kita tidak mndur satu patah kata pun…” begitu kalimat pertama yang diucapkan Bung Karno dengan sangat lantang, keras, menggelegar. Pertama dan mula sekali, ia memang menegaskan ihwal kemerdekaan yang sudah diproklamasikan, dan tidak akan pernah dicabut sama sekali.

Rakyat tetap khidmat, menunggu guliran kalimat-kalimat selanjutnya dari Sukarno. Di sisi lain, Bung Karno paham benar ihwal situasi tegang yang menyelimuti rapat samudera sore hari itu. Artinya, sungguh tidak tepat jika ia harus berpidato bermenit-menit, berbelas-belas menit, apalagi berpuluh-puluh menit. Kemudian ia melanjutkan pidatonya….

“Saya mengetahui, bahwa saudara-saudara berkumpul di sini untuk melihat presiden saudara-saudara dan untuk mendengarkan perintahnya. Nah, apabila saudara-saudara masih setia dan percaya kepada presidenmu, ikutilah perintahnya yang pertama….”

Massa terus menatap tajam ke arah sosok Bung Karno yang berdiri anggun di atas podium. Rasa takjub, bangga, dan bahagia telah menjadi bangsa merdeka, begitu meluap-luap di setiap dada siapa saja. Bung Karno melanjutkan kalimatnya….

“Pulanglah dengan tenang. Tinggalkan rapat ini sekarang juga, dengan tertib dan teratur, dan tunggulah berita dari para pemimpin di tempatmu masing-masing. Sekarang… bubarlah. Pulanglah saudara-saudara, dengan tenang.”

Itulah pidato pertama yang didengar rakyat usai proklamasi kemerdekaan. Itulah perintah pertama yang rakyat terima dari presidennya. Gelombang manusia segera mematuhi perintah presidennya. Mereka beringsut mundur, berjalah menyebar, dan bubar. Tertib dan teratur. Sama sekali tidak ada provokasi, dan sama sekali tak terjadi bentrokan.

Demi melihat itu semua, tentara Jepang hanya bisa menundukkan kepala. Sebagian tentara Jepang yang lain, memandangi massa yang tertib membubarkan diri dengan terbengong-bengong. Entah apa yang ada di benak mereka. Apakah bersyukur karena tidak harus “berperang” dengan rakyat berbambu runcing, atau kagum melihat “sihir” Bung Karno terhadap rakyatnya. (roso daras)

Hak pada manusia adalah hak hidup, dan bagaimanakah dengan yang namanya hidup,....
hidup yang layak sebagaimana mestinya manusia....nah ketika manusia nggak dianggap sebagai manusia tanpa kita sadari dan terus kita lalui...

pada perjalanannya, manusia malah diperbudak oleh keadaan dan waktu,kita masing masing dihukum,oleh waktu dan uang, dimana cara pandang sesama bukanlah manusianya tapi lebih pada status manusia tersebut...sebagai contoh: bagaimana seorang pengusaha mengajukan sebuah kredit di sebuah bank,dan manusia lain hanya memandang jaminan berupa sertifikat dan sebagainya, manusianya malah nomor sekian,dan bila mana si miskin berdiri sejajar dengan si kaya....orang orang malah melihat pada si kaya. bukankah itu hanya status,dan mereka toh sama sama manusia, dan jika kita mencari sebuah pekerjaan, kita akan disuguhkan seberapa banyak uang yang sanggup kita bayar..dan lagi lagi mereka tidak memandang si manusianya.

Apakah nggak ada harga sebuah kemanusian di negeri ini,....mengapa seseorang memandang pada status,..dan seberapa pentingkah status bagi manusia,..dan apakah status yang akan menunjang sebuah kehidupan bagi manusia.......dan pada kenyataanya,di sebuah negeri lain itu tidak berlaku dan kenapa disini berlaku,?....apa sih yang salah,...manusianya ataukah keadaanya.......dan sebuah pertanyaan yang nggak mungkin bisa kita jawab sendiri.....?????????????????????
?????????????????????..... >?????????????????????
?@$LJ*^%&gHGH................(&*^%&*$^$bm./;ouh :HOPY(&*^nlllj+)_*(^*%j

info aja...

Fakta-Fakta Tersembunyi SBY-JK (3): Utang Negara Membengkak 1667 Triliun
2009 Maret 24
tags: Fakta-Fakta Tersembunyi, Iklan Demokrat, indonesia, jumlah utang negara, pemerintah sby
by nusantaraku



Prakata

(Jika Anda pernah membaca artikel saya sebelumnya mengenai Iklan Penurunan BBM Demokrat dan Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintah SBY-JK Jilid 1 dan Jilid 2, maka silahkan langsung membaca Pendahuluan Utang artikel ini)

******

Awalnya saya sudah enggan menulis fakta-fakta yang akan memalukan iklan Partai Demokrat dan juga materi kampanye Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Pak SBY selaku Presiden RI 2004-2009. Bagaimanapun juga, Pak SBY adalah presiden terpilih pada Pilpres 2004 dengan suara lebih 60%, sehingga kita sebagai warga negara memiliki kewajiban menghargai seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintah Republik Indonesia. Namun, saya pun berharap bahwa SBY selaku Presiden hendaknya fair dan objektif dalam menyampaikan informasi ke publik. Jangan karena memiliki jabatan dan sekaligus kekuasaan demi partai, maka dengan enteng menyodorkan data-data yang membuat opini publik ling-lung alias “bodoh atas fakta”.

Dalam tulisan ini, saya akan membongkar fakta kebijakan Presiden (bukan pribadi presiden) dan juga kampanye SBY selaku orang partai (bukan presiden) yang jika kita mengetahuinya data yang sesungguhnya, maka kita akan bingung dengan statement para politisi Demokrat maupun Pak SBY (ingat…saya membicarakan SBY selaku Ketua Dewan Pembina Demokrat, bukan sosok Presiden). Maka, sebagai warga negara kita patut berpartisipasi dalam menegakkan hal-hal (data) yang benar. Dan jangan sampai seorang Presiden RI kembali memiliki tabiat buruk dalam menyampaikan data dan fakta pemerintahan dengan mengatasnamakan kepentingan partai dan citra. Jangan sampai suatu saat (10 tahun mendatang), rakyat menge’cap mantan presiden kita merupakan seorang lihai dalam bersilat lidah alias pembohong politik.

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka saya ingin penguasa negeri ini (terutama politisi Demokrat) agar lebih bermoral dalam menyampaikan iklan politik. Sindiran dan kata-kata halus tampaknya tidak dapat dimengerti dengan mudah oleh para politisi Demokrat yang katanya cerdas. Sehingga sayapun telah menulis berbagai tulisan kritik atas iklan-iklan Demokrat yang cenderung manipulatif secara opini-data. Beberapa tulisan keprihatinan saya adalah Iklan Penurunan BBM SBY dan Demokrat yang Busuk secara informasi data pada pertengahan Desember 2008. Lalu iklan Demokrat tentang prestasi “naik-turun” yang memenuhi berbagai media saya sanggah melalui berbagai fakta tersembunyi dalam dua bagian yakni Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintahan SBY-JK (1), dan Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintah SBY-JK (2). Dua bagian tulisan terakhir berisi tentang fakta-fakta pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, jumlah angka kemiskinan, harga minyak, harga kebutuhan pokok, stabilitas nilai tukar rupiah, dan privatisasi ala “SBY-JK”.

Disamping itu, tulisan ini juga kritik saya bagi semua parpol dan para capres yang lebih banyak berjanji ria, ketimbang memiliki visi dan misi yang jelas bagi penyelamatan negeri, melakukan tindakan nyata. Bukan mengeluarkan puluhan hingga ratusan miliar rupiah dengan iklan-iklan yang tidak mendidik.

******
Pendahuluan Utang

Banyak orang memiliki pandangan bahwa selama pemerintah SBY yang didukung Demokrat (seperti iklannya) bahwa jumlah utang Indonesia berkurang. Tidak sedikit beberapa pengunjung blog saya meninggalkan komentar dengan mengatakan SBY dan Sri Mulyani berhasil mengurangi utang Indonesia. Begitu juga iklan-iklan Demokrat yang dengan bangga menampilkan Indonesia berhasil keluar dari utang IMF. Hal senada ketika kampanye partai Demokrat 2009, SBY mengklaim ia berhasil mengurangi utang (IMF). Namun, benarkah utang kita berkurang? Benarkah utang luar negeri sudah lunas? Benarkah pemerintah saat ini bebas dari mental pengutang? Benarkah SBY-JK menyelesaikan tugasnya dengan jumlah utang negara berkurang?

Semua pertanyaan tersebut akan terjawab dengan jelas. Namun, sayang media jarang menyampaikan fakta-fakta perkembangan utang Indonesia selama pemerintah SBY yang didukung terus Demokrat (mendukung utang? mendukung kapitalis?).
SBY Tambah Utang Indonesia dari 1275 menjadi 1667 Trilun dalam 4 Tahun

Saya kurang tahu, apakah kader-kader Demokrat tidak pernah mengakses data Dirjen Pengelolaan Utang – Departemen


SBY

Keuangan RI yang secara jelas merilis jumlah utang Indonesia sejak 2001 hingga 2009 (www.dmo.or.id). Dan bagi simpatisan “fanatik” partai Demokrat, maka saya anjurkan untuk mengakses data utang negara Indonesia. Setelah itu, survei kronologis harga minyak dunia dengan harga premium. Lalu, survei kronologi seberapa kapitalis Indonesia dengan program privatisasi perusahaan-perusahaan BUMN strategis, kebijakan Bencana Lumpur Lapindo yang merugikan negara hingga 2 triliun lebih (melalui Perpres).

Berikut jumlah total utang Indonesia (2001-2009)
2001 : Rp 1263 triliun
2002 : Rp 1249 triliun
2003 : Rp 1240 triliun
2004 : Rp 1275 triliun
2005 : Rp 1268 triliun
2006 : Rp 1310 triliun
2007 : Rp 1387 triliun
2008 : Rp 1623 triliun
2009 : Rp 1667 triliun (Januari)

Sumber : Perkembangan Utang Pemerintah 2001-2009 (DMO)

Perkembangan Utang Dalam Negeri Indonesia 2004-2009
2004 : Rp 662 triliun
2005 : Rp 656 triliun
2006 : Rp 748 triliun
2007 : Rp 801 triliun
2008 : Rp 906 triliun
2009 : Rp 920 triliun

Cat: Utang dalam negeri berbentuk Surat Utang Negara termasuk surat utang berbentuk syari’ah


Dari data utang Indonesia di atas, maka ada beberapa fakta yang perlu ditelaah:
Pemerintah SBY “berhasil” membawa Indonesia kembali menjadi negara pengutang dengan kenaikan 392 triliun dalam kurun waktu kurang 5 tahun. Atau peningkatan utang negara selama pemerintah SBY naik rata-rata 80 triliun per tahun. Angka penambahan jumlah utang rata-rata ini mengalahkan utang di era Pak Harto yakni 1500 triliun dalam jangka 32 tahun.
Selama 3,5 tahun memimpin Indonesia, Megawati menambah jumlah utang Indonesia sebesar Rp 12 triliun atau rata-rata naik sekitar Rp 4 triliun per tahun. Angka ini jauh lebih kecil dibanding SBY yakni 80 T per tahun.
Mental (secara kuantitatif) berutang pemerintah SBY 20 kali lebih besar (80 T dibagi 4 T) dibanding pemerintah Megawati.
Kronologi BLBI dan 4X Indonesia Dirampok!

Menurut Ridwan Baek, JK menyadari tak mungkin lagi jadi ketua umum periode berikutnya.

VIVAnews - Ridwan Baek, Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Golkar Sulawesi Tenggara, menilai Jusuf Kalla sudah tak mungkin lagi menjadi Ketua Umum Golkar untuk periode 2009-2014. Ridwan menyampaikan itu usai bertemu Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Ridwan menyatakan Jusuf Kalla akan bersikap objektif dalam Musyawarah Nasional Golkar yang membahas suksesi itu. Namun JK juga menyatakan siap menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kebesaran Golkar dalam Pemilu 2014 nanti.

"JK menawarkan diri untuk mempertahankan diri untuk mengarah ke sana. Dia sudah tidak mungkin lagi jadi Ketua Umum Partai Golkar periode ini tapi sebagai bagian dari kekuatan Golkar ke depan, itu bukan sesuatu yang mustahil," kata Ridwan, Jumat 10 Juli 2009.

Upaya mengembalikan kejayaan Golkar itu akan dibahas pertama kali Rapat Pimpinan Nasional Khusus dalam waktu dekat. Rapimnassus ini melakukan evaluasi atas hasil Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009.

"Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah menata apa yang harus dilakukan berdasarkan pengalaman-pengalaman untuk pemenangan Pemilu 2014 nanti," ujar Ridwan. "Kami berharap kami mampu kembalikan kemenangan Golkar, dari yang terendah menjadi pemenang 2014. Itu konsepnya."

Jika berada pada situasi yang memicu amarah, luangkan waktu 3 menit dan jalani gerakan ini...

Rasanya, jika ada yang memancing amarah menjelang akhir pekan bisa bikin hati Anda kesal. Apalagi kalau suasana hati buruk ini bisa mengganggu konsentrasi Anda bekerja. Agar marahnya tidak berlanjut, ada triknya untuk meredam emosi dan mengembalikan mood baik Anda.

Jika Anda berada pada situasi yang mampu memicu amarah, sehingga menyebabkan stres, Lynda Field, psikoterapis asal Inggris menyarankan agar mencoba pernapasan ala ‘Square Breathing’ yang bermanfaat membuat Anda berpikir lebih jernih. Jadi, luangkan waktu 3 menit dan jalani gerakan berikut!

- Dalam keadaan relaks (posisi duduk atau berdiri), tarik napas secara perlahan, sambil menghitung 5 hitungan.
- Tahan posisi selama 5 detik.
- Lalu, perlahan buang napas sambil menghitung 5 hitungan.
- Tahan posisi selama 5 detik sebelum Anda menarik napas kembali.
- Ulangi gerakan sebanyak 8 kali.

Alhasil, perasaan Anda akan lebih tenang dan mampu berkonsentrasi lebih baik.

Kesultanan Kutai atau lebih lengkap disebut Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapura) merupakan kesultanan bercorak Islam yang kembali eksis di Kalimantan Timur setelah dihidupkan lagi pada tahun 2001 oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Keraton.

Dihidupkannya kembali Kesultanan Kutai ditandai dengan dinobatkannya sang pewaris tahta yakni putera mahkota H. Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat menjadi Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan gelar H. Adji Mohamad Salehoeddin II pada tanggal 22 September 2001.

Sejarah

Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri pada awal abad ke-13 di daerah yang bernama Tepian Batu atau Kutai Lama (kini menjadi sebuah desa di wilayah Kecamatan Anggana) dengan rajanya yang pertama yakni Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325). Kerajaan ini disebut dengan nama Kerajaan Tanjung Kute dalam Negara Kretagama, yaitu salah satu daerah taklukan di Pulau Tanjungnegara oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit.

Pada abad ke-16, Kerajaan Kutai Kartanegara dibawah pimpinan raja Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai (atau disebut pula: Kerajaan Kutai Martadipura atau Kerajaan Kutai Martapura atau Kerajaan Mulawarman) yang terletak di Muara Kaman.

Raja Kutai Kartanegara pun kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai peleburan antara dua kerajaan tersebut.

Pada abad ke-17, agama Islam yang disebarkan Tuan Tunggang Parangan diterima dengan baik oleh Kerajaan Kutai Kartanegara yang saat itu dipimpin Aji Raja Mahkota Mulia Alam. Setelah beberapa puluh tahun, sebutan Raja diganti dengan sebutan Sultan. Sultan Adji Mohamad Idris (1735-1778) merupakan sultan Kutai pertama yang menggunakan nama Islami. Dan sebutan kerajaan pun berganti menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
Tahun 1732, ibukota Kerajaan Kutai Kartanegara pindah dari Kutai Lama ke Pemarangan.

Sultan Aji Muhammad Idris yang merupakan menantu dari Sultan Wajo Lamaddukelleng berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan untuk turut bertempur melawan VOC bersama rakyat Bugis. Pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk sementara dipegang oleh Dewan Perwalian.

Pada tahun 1739, Sultan A.M. Idris gugur di medan laga. Sepeninggal Sultan Idris, terjadilah perebutan tahta kerajaan oleh Aji Kado. Putera mahkota kerajaan Aji Imbut yang saat itu masih kecil kemudian dilarikan ke Wajo. Aji Kado kemudian meresmikan namanya sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan menggunakan gelar Sultan Aji Muhammad Aliyeddin.

Setelah dewasa, Aji Imbut sebagai putera mahkota yang syah dari Kesultanan Kutai Kartanegara kembali ke tanah Kutai. Oleh kalangan Bugis dan kerabat istana yang setia pada mendiang Sultan Idris, Aji Imbut dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin. Penobatan Sultan Muslihuddin ini dilaksanakan di Mangkujenang (Samarinda Seberang). Sejak itu dimulailah perlawanan terhadap Aji Kado.

Perlawanan berlangsung dengan siasat embargo yang ketat oleh Mangkujenang terhadap Pemarangan. Armada bajak laut Sulu terlibat dalam perlawanan ini dengan melakukan penyerangan dan pembajakan terhadap Pemarangan. Tahun 1778, Aji Kado meminta bantuan VOC namun tidak dapat dipenuhi.

Pada tahun 1780, Aji Imbut berhasil merebut kembali ibukota Pemarangan dan secara resmi dinobatkan sebagai sultan dengan gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin di istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Aji Kado dihukum mati dan dimakamkan di Pulau Jembayan.

Aji Imbut gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin memindahkan ibukota Kesultanan Kutai Kartanegara ke Tepian Pandan pada tanggal 28 September 1782. Perpindahan ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh kenangan pahit masa pemerintahan Aji Kado dan Pemarangan dianggap telah kehilangan tuahnya. Nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti Rumah Raja, lama-kelamaan Tangga Arung lebih populer dengan sebutan Tenggarong dan tetap bertahan hingga kini.

Pada tahun 1838, Kesultanan Kutai Kartanegara dipimpin oleh Sultan Aji Muhammad Salehuddin setelah Aji Imbut mangkat pada tahun tersebut.

Pada tahun 1844, 2 buah kapal dagang pimpinan James Erskine Murray asal Inggris memasuki perairan Tenggarong. Murray datang ke Kutai untuk berdagang dan meminta tanah untuk mendirikan pos dagang serta hak eksklusif untuk menjalankan kapal uap di perairan Mahakam. Namun Sultan A.M. Salehuddin mengizinkan Murray untuk berdagang hanya di wilayah Samarinda saja. Murray kurang puas dengan tawaran Sultan ini. Setelah beberapa hari di perairan Tenggarong, Murray melepaskan tembakan meriam kearah istana dan dibalas oleh pasukan kerajaan Kutai. Pertempuran pun tak dapat dihindari. Armada pimpinan Murray akhirnya kalah dan melarikan diri menuju laut lepas. Lima orang terluka dan tiga orang tewas dari pihak armada Murray, dan Murray sendiri termasuk diantara yang tewas tersebut.

Insiden pertempuran di Tenggarong ini sampai ke pihak Inggris. Sebenarnya Inggris hendak melakukan serangan balasan terhadap Kutai, namun ditanggapi oleh pihak Belanda bahwa Kutai adalah salah satu bagian dari wilayah Hindia Belanda dan Belanda akan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan caranya sendiri. Kemudian Belanda mengirimkan armadanya dibawah komando t'Hooft dengan membawa persenjataan yang lengkap. Setibanya di Tenggarong, armada t'Hooft menyerang istana Sultan Kutai. Sultan A.M. Salehuddin diungsikan ke Kota Bangun. Panglima perang kerajaan Kutai, Awang Long gelar Pangeran Senopati bersama pasukannya dengan gagah berani bertempur melawan armada t'Hooft untuk mempertahankan kehormatan Kerajaan Kutai Kartanegara. Awang Long gugur dalam pertempuran yang kurang seimbang tersebut dan Kesultanan Kutai Kartanegara akhirnya kalah dan takluk pada Belanda.

Pada tanggal 11 Oktober 1844, Sultan A.M. Salehuddin harus menandatangani perjanjian dengan Belanda yang menyatakan bahwa Sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan yang diwakili oleh seorang Residen yang berkedudukan di Banjarmasin.

Tahun 1846, H. von Dewall menjadi administrator sipil Belanda yang pertama di pantai timur Kalimantan.

Pada tahun 1850, Sultan A.M. Sulaiman memegang tampuk kepemimpinan Kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura.

Pada tahun 1853, pemerintah Hindia Belanda menempatkan J. Zwager sebagai Assisten Residen di Samarinda. Saat itu kekuatan politik dan ekonomi masih berada dalam genggaman Sultan A.M. Sulaiman (1850-1899).

Pada tahun 1863, kerajaan Kutai Kartanegara kembali mengadakan perjanjian dengan Belanda. Dalam perjanjian itu disepakati bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari Pemerintahan Hindia Belanda.

Tahun 1888, pertambangan batubara pertama di Kutai dibuka di Batu Panggal oleh insinyur tambang asal Belanda, J.H. Menten. Menten juga meletakkan dasar bagi ekspoitasi minyak pertama di wilayah Kutai. Kemakmuran wilayah Kutai pun nampak semakin nyata sehingga membuat Kesultanan Kutai Kartanegara menjadi sangat terkenal di masa itu. Royalti atas pengeksloitasian sumber daya alam di Kutai diberikan kepada Sultan Sulaiman.

Tahun 1899, Sultan Sulaiman wafat dan digantikan putera mahkotanya Aji Mohammad dengan gelar Sultan Aji Muhammad Alimuddin.

Pada tahun 1907, misi Katholik pertama didirikan di Laham. Setahun kemudian, wilayah hulu Mahakam ini diserahkan kepada Belanda dengan kompensasi sebesar 12.990 Gulden per tahun kepada Sultan Kutai Kartanegara.

Sultan Alimuddin hanya bertahta dalam kurun waktu 11 tahun saja, beliau wafat pada tahun 1910. Berhubung pada waktu itu putera mahkota Aji Kaget masih belum dewasa, tampuk pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara kemudian dipegang oleh Dewan Perwalian yang dipimpin oleh Aji Pangeran Mangkunegoro.

Pada tanggal 14 Nopember 1920, Aji Kaget dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan Aji Muhammad Parikesit.

Sejak awal abad ke-20, ekonomi Kutai berkembang dengan sangat pesat sebagai hasil pendirian perusahaan Borneo-Sumatra Trade Co. Di tahun-tahun tersebut, kapital yang diperoleh Kutai tumbuh secara mantap melalui surplus yang dihasilkan tiap tahunnya. Hingga tahun 1924, Kutai telah memiliki dana sebesar 3.280.000 Gulden - jumlah yang sangat fantastis untuk masa itu.

Tahun 1936, Sultan A.M. Parikesit mendirikan istana baru yang megah dan kokoh yang terbuat dari bahan beton. Dalam kurun waktu satu tahun, istana tersebut selesai dibangun.

Ketika Jepang menduduki wilayah Kutai pada tahun 1942, Sultan Kutai harus tunduk pada Tenno Heika, Kaisar Jepang. Jepang memberi Sultan gelar kehormatan Koo dengan nama kerajaan Kooti.
Wilayah

Pada masa kejayaannya hingga tahun 1959, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Wilayah kekuasaannya meliputi beberapa wilayah otonom yang ada di propinsi Kalimantan Timur saat ini, yakni:

1. Kabupaten Kutai Kartanegara
2. Kabupaten Kutai Barat
3. Kabupaten Kutai Timur
4. Kota Balikpapan
5. Kota Bontang
6. Kota Samarinda

Dengan demikian, luas dari wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara hingga tahun 1959 adalah seluas 94.700 km2.

Pada tahun 1959, wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara atau Daerah Istimewa Kutai dibagi menjadi 3 wilayah Pemerintah Daerah Tingkat II, yakni Kabupaten Kutai, Kotamadya Balikpapan dan Kotamadya Samarinda. Dan sejak itu berakhirlah pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara setelah disahkannya Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Kutai melalui UU No.27 Tahun 1959 tentang Pencabutan Status Daerah Istimewa Kutai.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda