Blogger Template by Blogcrowds

PADANG - Sebanyak 18 LSM di Sumatera Barat yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Korupsi (MAK) mendesak Kejaksaan Tinggi serius memberantas kasus dugaan korupsi yang melibatkan empat kepala daerah.

Sebab hingga kini proses hukum mereka tidak jelas juntrungannya. Hal itu dikatakan Rony Saputra dari LBH Padang, Sumatera Barat, Jumat (5/6/2009).

"Terutama untuk kasus Wali Kota Padang Djufri dan Sekdako Bukittinggi Khairul yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan tanah untuk pembangunan kantor DPRD dan pool kendaraan Sub Dinas Kebersihan serta Pertamanan Kota Bukittinggi yang diduga merugikan keuangan negara Rp1,2 miliar," ungkapnya.

Sebelum dipindahkan ke Kejagung, menurut Rony, Kejati Sumbar Sution Usman Adji mengaku telah mengirimkan tiga surat permohonan kepada presiden terkait kasus Djufri. Namun sampai sekarang masih belum ada jawaban.

Bahkan hingga penjabat Kajati Sumbar berganti dipegang Syafril Rustam, tidak juga tampak harapan untuk menyelamatkan keuangan negara berkaitan dengan kasus pengadaan tanah yang melibatkan Wali Kota Bukittinggi.

Sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 9 tahun 2009 diatur bahwa tindakan penyelidikan dan penyidikan terhadap Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dilaksanakan setelah adanya persetujuan tertulis dari presiden atas permintaan penyidik.

Selanjutnya dalam Pasal 36 (2) menegaskan bahwa dalam hal persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diberikan oleh presiden dalam waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari terhitung sejak diterimanya permohonan proses penyelidikan dan penyidikan dapat dilakukan.

"Maka berkaitan dengan itu dan proses penanganan kasus korupsi, kami Masyarakat Anti Korupsi Sumatera Barat mendesak Kejati Sumbar dan jajarannya segera memproses Djufri sebagai tersangka karena surat permohonan atas nama Djufri telah dikirimkan ke presiden 145 hari lalu," katanya.

Selain Wali Kota Bukittinggi yang menjadi tersangka masih ada tiga kepala daerah lain yang terlibat kasus dugaan korupsi, yaitu Bupati Kepulauan Mentawai, Wali Kota Sawahlunto, dan Bupati Solok.

(ful)

kesimpulanya .......ada main nih...namanya aja kepala daerah...

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Natuna, Kepulauan Riau Daeng Rusnandi sebagai tersangka dugaan korupsi. Rusnandi diduga terlibat dalam kasus bagi hasil minyak dan gas pada APBD Natuna 2003-2004.

"Benar, yang bersangkutan sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Kabiro Humas KPK, Johan Budi saat dihubungi Minggu, (7/6/2009).

Menurutnya, penetapan tersangka baru ini merupakan hasil pengembangan penyidikan tim KPK yang berada di Kabupaten Natuna sejak beberapa pekan lalu.

"Tim KPK di sana juga melakukan pemeriksaan beberapa saksi," sambungnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Bupati Natuna, Hamid Rizal sebagai tersangka. Penyelewengan dana APBD ini diduga merugikan negara sekira Rp60 miliar.(ded)

SENI RUPA

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.


Seni rupa murni

Patung Pieta oleh Michaelangelo
kalo mo tau klik aja deh....




Denpasar - Provokasi angkatan bersenjata Malaysia di sekitar perairan Ambalat, Kalimantan Timur, tidak boleh dibiarkan terjadi berulangkali. Sebagai bangsa berdaulat, Indonesia harus mengambil tindakan tegas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN, Amien Rais, usai melakukan sosialisasi SBY-Boediono kepada DPW dan DPD PAN se-Bali dan NTB di Hotel Sanur Paradise, Denpasar, Bali, Kamis (4/6/2009).

“Kita dididik para pendiri bangsa, Bung Karno, Hatta, Syahrir, untuk menjadi bangsa yang berani. Bukan bangsa
yang ragu-ragu. Kalau mereka nekat baru diambil action. Kalau kita marah dan harus perang, sekali-kali tidak apa-apa supaya sehat,” ujar Amien.

Amien menambahkan, Indonesia merupakan senior Malaysia. Karena itu, Malaysia tidak boleh dibiarkan begitu saja melakukan tindakan apa pun semaunya.

“Mereka (Malaysia) lupa, kadang pegang kepala. Untuk adik yang nakal, tangannya harus ditampar. Diberikan ultimatum apabila melanggar maka kami akan memberikan tindakan tegas,” tegas Amien.

(gds/djo)

sebenarnya yang namanya perang kaga ada enaknya deh....

tapi kalo dipikir pikir ada benarnya juga tuh pak amin....biar aparat nggak brutal lagi pada orang sipil kecil....liat aja tuh pol pp ama tentara dan brimob.....wow..sangar amat....trus kapan lagi yah mereka latihan perang .....seminggu aja......

...SIKAT DULU URUSAN BELAKANGAN.....

JAKARTA - Gerakan Pemuda Ansor siap mengirimkan banser sebagai bentuk dukungan dalam menegakkan kedaulatan NKRI,jika kondisi terburuk yakni terjadi perang fisik antara Indonesia dengan Malaysia akibat perebutan Blok Ambalat.

"Ya, kita siap sih kalau mempertahanakan NKRI. Tapi tentara kita masih cukup kuat," kata Ketua GP Ansor Saifullah Yusuf di sela-sela kegiatan Harlah ke-75 GP Ansor di TMMI, Jakarta, Minggu (7/6/2009).

Wakil Gubernur Jawa Timur yang akrab disapa Gus Ipul ini mengaku prihatin dengan krisis Blok Ambalat yang hingga kini belum kunjung selesai. "Kita prihatin dan sedih, melihat apa yang dilakukan Malaysia. Kita sebagai negara yang besar tentu tersinggung dengan tindakan Malaysia," ujarnya.

Meski demikian, kata Gus Ipul, ketersinggungan Indonesia terhadap ulah Malaysia tetap harus diselesaikan dengan hubungan diplomatik kedua negara bertetangga itu dengan baik."Kalau perang Indonesia sudah sangat siap. Tapi apakah perang jadi satu solusi?"

Menurut dia, bangsa ini hanya mengharapkan Malaysia dapat menghormati kedaulatan NKRI, termasuk wilayah Ambalat yang diperebutkan itu. "Hubungan ekonomi antarbangsa sebagai saudara berjalan tanpa harus memindah patok. Tanpa harus mengambil dari Indonesia," imbuh Saifullah Yusuf. (Iman Rosidi/Trijaya/ram)

ANGGARAN DASAR PARTAI GERINDRA BAB III TUJUAN, FUNGSI dan TUGAS Pasal 6 Tujuan 1. sebagaimana click http://www.partaigerindra.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=39&Itemid=27Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan Undang-Undang Dasar 1945, sebagaimana ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945. Apakah berarti akan mementahkan/mencabut semua hasil reformasi termasuk 4x ammandement terhadap UUD 1945 ? Apakah merupakan langkah mundur atau maju ?

Jika kembali ke UUD 45 seperti yang ditetapkan tanggal 18 Agustus 1945 berarti Presiden bisa dipilih terus seperti zaman Bung Karno dan Pak Harto dong dan kembali lagi ke sistem MPR dan tidak ada lagi pemilihan caleg dan Presiden secara langsung oleh rakyat ? disatu sisi hilangkan money politic, tapi disisi lain bisa timbulkan lagi budaya KKN dan dwi fungsi ABRI ? dan lalu setiap militer akan banyak jadi Gubernur dan Bupati ?

Yang pentign sebenarnya tinggal membuat UU yang mendefinsikan money politic secara jelas Rata Penuhagar tidak dilakukan lagi oleh caleg maupun cagub, cabup, capres.

Apakah berarti kesimpulannya MEGA PRABOWO ANTI REFORMASI ?

Jika capres/cawapres lain mengomentari SBY BOEDIONO dengan NEOLIB, maka SBY BOEDIONO dan Tim suksesnya bisa mengomentari dengan MEGA PRABOWO ANTI REFORMASI ?

Salam,
Zaenal
http://zaenalbio.wordpress.com/
http://zaenalaza.wordpress.com/

meninjau postingan diatas mah..emang bagus ,pada kenyataanya sih setiap ada kampanye sejak adanya negeri ini,semua mengemukakan teori teori yang lumayan bagus...tapi pada kenyataanya teori emang susah untuk diterapkan,apalagi ama orang yang udah hidup senang.
mending bicara kenyataan aja deh.....negeri ini pada kenyataanya hanya buat orang orang mapan, rakyat kecil pada dasarnya tetap aja kecil,nggak ada yang namanya kejujuran,kejayaan hanya bisa dinikmati oleh para pemenang. kita liat aja sekarang,bangsa lain pada menghina , ....ya itu semua emang kenyataan kok....yang kuat menindas yang lemah,.....mending nonggkrong aja deh.....damai......

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda