Blogger Template by Blogcrowds


BANDUNG - Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya kembali untuk menjadi seorang prajurit tentara jika Indonesia berperang melawan Malaysia dalam mempertahankan perbatasan Ambalat.

"Saya siap menjadi prajurit kembali. Pangkatnya tidak perlu tinggi-tinggi, cukup menjadi komandan kompi," ujar Prabowo kepada wartawan usai bersilaturahmi dengan pedagang Pasar Caringin, Bandung, Kamis (4/6/2009).

Menurutnya, perairan Indonesia di kawasan perbatasan kerap dilewati kapal tentara Malaysia. Hal ini dikarenakan angkatan bersenjata Negeri Jiran sudah mengetahui kekuatan perang Indonesia. "Saya tidak tahu apakah mereka meledek kita atau nantang," tandasnya.

Jika dipercaya menjadi wakil presiden, Prabowo mengaku akan lebih memperhatikan alat utama sistem persenjataan (alutsista). "Sekarang ini alutsista kurang diperhatikan karena anggaran negara masih bocor," pungkas mantan Pangkostrad tersebut.(teb) (Raka Zaipul/Koran SI/mbs)

Abdul Kohar
01 Juni jam 18:58

Assalamualaikum. Pernyataan sikap di bawah ini, sangat layak untuk disimak.

Pernyataan Sikap Wahdah Islamiyah Tentang Pernyataan Ruhut Sitompul
Senin, 01/06/2009 16:05 WIB

SURAT PERNYATAAN SIKAP WAHDAH ISLAMIYAH

Nomor: K.155/IL/DPP-WI/VI/1430

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحابته ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين , وبعد

Sehubungan dengan pernyataan Ruhut Sitompul, seorang anggota tim kampanye SBY-Boediono di media massa beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia dan membanggakan AS sebagai ‘penyelamat’ ekonomi negara ini, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Wahdah Islamiyah meyakini bahwa Ruhut Sitompul adalah seorang yang tidak pernah belajar sejarah karena berdasarkan catatan historis, justru bangsa Arab merupakan pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda (salah satu bangsa Barat) menjajah bangsa ini selama 3,5 abad. Setelah Proklamasi 1945 pun bangsa-bangsa Arab (seperti Mesir, Syiria, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan) tampil pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia, meskipun pada saat yang sama AS dan bangsa-bangsa sekutu (Barat) memberikan bantuan militer plus politik kepada Belanda untuk mencoba menjajah kembali Indonesia.

2. Wahdah Islamiyah menduga bahwa Ruhut Sitompul juga tidak pernah membaca suratkabar / mengakses media massa lainnya tentang berita-berita seputar ekonomi dan kerjasama internasional. AS (yang dikatakannya banyak membantu Indonesia) justru terbukti telah menghancurkan perekonomian bangsa ini dengan munculnya krisis moneter yang tidak kunjung berakhir selama 12 tahun terakhir, dengan sistem pinjaman berbunga tinggi disertai syarat-syarat yang mencekik rakyat Indonesia. Sebaliknya, bangsa-bangsa Arab (seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait) selama ini banyak membantu perekonomian Indonesia dengan bantuan hibah (tidak perlu dikembalikan) dan pinjaman lunak yang melegakan rakyat negeri ini. Bahkan negara-negara Arab aktif memberikan bantuan sosial kemanusiaan secara gratis ketika Indonesia dilanda berbagai bencana alam, di saat AS dan bangsa Barat lainnya enggan memberikan bantuan secara cuma-cuma.

3. Wahdah Islamiyah memandang patut disayangkan bahwa Bapak SBY yang selama ini dikenal sering mengkritik secara langsung maupun tidak langsung atas sikap politik capres-cawapres lainnya yang dianggapnya kurang terpuji, justru di dalam tubuh tim kampanyenya menunjukkan sikap politik yang sangat tidak santun.

4. Wahdah Islamiyah mendesak Bapak SBY untuk segera memberhentikan dengan tidak hormat Ruhut Sitompul sebagai anggota tim kampanye SBY-Boediono karena telah melukai perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu. Sebab jika tidak segera melakukan pemecatan maka dikhawatirkan dapat membangkitkan kemarahan yang lebih besar dari kelompok etnis, suku, dan agama tertentu yang dilecehkan itu.

5. Wahdah Islamiyah mendesak tim kampanye SBY-Boediono untuk segera meninggalkan sikap politik tidak santun yang dapat menyakiti perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu.

6. Berdasarkan sejumlah realitas tersebut di atas, Wahdah Islamiyah memandang betapa nistanya apabila ada sebagian komponen umat, terutama dari parpol Islam / parpol dakwah yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan bantuan dana / fasilitas dari negara-negara Arab, serta parpol yang mengklaim sebagai penerus perjuangan Masyumi, yang merelakan diri menjadi kaki-tangan AS dengan bergabung dalam tim kampanye SBY-Boediono. Padahal sejarah tetap mencatat Masyumi sebagai parpol yang tidak pernah kooperatif dengan intervensi Barat, termasuk AS.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.

والسلا عليكم ورحمة الله وبركا ته

Makassar, 6 Jumadil Tsani 1430H / 31 Mei 2009M

DEWAN PIMPINAN PUSAT
WAHDAH ISLAMIYAH

H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., Ketua Umum

Ir. H. Muh. Qasim Saguni, Sekretaris Jenderal

November 14, 2008 |

Media Indonesia hari ini (14/11/2008) menurunkan editorial berjudul “Ambalat yang Terancam”. Media Indonesia menulis bahwa TNI AL mengerahkan enam kapal perang ke perairan Ambalat di Kalimantan Timur.

Ambalat memang menjadi wilayah yang disengketakan oleh Malaysia dan Indonesia. Bahkan, pada 2005 sempat terjadi ketegangan di wilayah itu karena Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia sama-sama dalam keadaan siap tempur.

Indonesia, sebagai negara ASEAN yang memiliki wilayah paling luas tidak memiliki ambisi teritorial untuk mencaplok wilayah negara lain. Hal tersebut sangat berbeda dengan Malaysia yang rakus untuk memperluas wilayahnya. Kita semua sudah tahu bahwa titik-titik perbatasan darat Indonesia - Malaysia di Pulau Kalimantan selalu digeser oleh Malaysia. Wilayah kita semakin sempit sementara wilayah Malaysia semakin luas.

Ambisi teritorial Malaysia tidak hanya dilakukan terhadap Indonesia. Kita tentu ingat Sipadan dan Ligitan yang lepas dari Indonesia hanya karena Malaysia membangun kedua pulau tersebut sedangkan Indonesia yang menjunjung kejujuran dengan tidak membangun wilayah yang dipersengketakan dikalahkan oleh hakim-hakim Mahkamah Internasional. Bukan hanya Sipadan dan Ligitan yang dibangun oleh Malaysia. Kepulauan Spratley yang menjadi sengketa banyak negara (a.l. Malaysia, China, Vietnam, Philipina) juga dibangun oleh Malaysia. Mungkin Malaysia ingin mengulang kisah suksesnya dalam menganeksasi Sipadan dan Ligitan.

Indonesia Harus Tegas

Dalam menyikapi gerak langkah Malaysia dalam memperluas wilayahnya Indonesia harus tegas. Kita tidak boleh lagi kehilangan sejengkal pun wilayah kita, apa pun ongkosnya. Terjaganya luas wilayah Indonesia merupakan wujud dari kedaulatan kita sehingga kita harus mempertahankan dengan cara apa pun. Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menyelesaikan sengketa perbatasan melalui perundingan. Penyelesaian melalui perundingan tetap dapat dilakukan. Akan tetapi, kita tidak boleh percaya kepada Malaysia. Negara tetangga kita itu pandai mengkomunikasikan pesan damai ke dunia internasional. Padahal, di tataran teknis mereka berbeda sama sekali. Patok-patok perbatasan di Kalimantan selalu digeser. Kayu di hutan kita pun dicurinya. Sayangnya, para pemimpin kita seakan-akan tidak peduli dengan hal-hal tersebut.

Strategi Pertahanan Wilayah

Upaya untuk mempertahankan wilayah Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua. Selama ini kita mungkin memandang bahwa penanggung jawab upaya mempertahankan kedaulatan wilayah RI adalah TNI. Hal tersebut tidak tepat. Kita semua bertanggung jawab untuk membantu negara dalam mempertahankan kedaulatan wilayah RI. Kerja sama dan sinergi antar instansi pemerintah, pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, pemerintah dengan swasta, dan pemerintah dengan masyarakat harus diperkuat.

Kita harus menyusun strategi pertahanan wilayah perbatasan. Apabila perlu, kita harus menyusun sebuah undang-undang khusus untuk itu. Apabila terpilih menjadi anggota dewan nanti, saya akan memprakarsai hal tersebut. Adapun beberapa pokok strategi yang dapat dilakukan dalam mempertahankan kedaulatan wilayah kita antara lain:

Pemetaan kembali titik-titik perbatasan Indonesia
Pemetaan kembali titik-titik perbatasan wilayah Indonesia harus dilakukan. Hasil pemetaan baru tersebut harus dibandingkan dengan pemetaan yang pernah dilakukan sebelumnya. Koordinat titik-titik perbatasan sangat penting untuk kita inventarisir dan dimasukkan dalam sebuah undang-undang mengenai perbatasan wilayah Indonesia. Apabila perlu, daripada konstitusi diubah-ubanh hanya untuk keperluan rebutan kekuasaan, masukkan klausul mengenai titik-titik perbatasan tersebut dalam UUD.

Bangun jalan di sepanjang perbatasan darat
Pandangan kita mengenai perbatasan sebagai wilayah terpencil harus kita ubah. Mulai saat ini kita harus memandang perbatasan sebagai wilayah strategis. Strategis untuk mempertahankan wilayah kita. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah yang memiliki wilayah perbatasan darat dengan negara tetangga seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Papua harus memprioritaskan pembangunan prasarana jalan di sepanjang perbatasan. Jalan tersebut dihubungkan ke pusat kota atau pusat pemukiman terdekat. Tujuan pembangunan jalan tersebut adalah untuk merangsang pembangunan kota atau pemukiman baru di dekat perbatasan.

Bangun wilayah baru di dekat perbatasan

Setelah di sepanjang perbatasan dibangun jalan yang terhubung ke pusat kota atau pusat pemukiman terdekat, pemerintah daerah diharuskan membangun wilayah baru di dekat perbatasan. Pembangunan untuk perluasan kota yang sudah mapan harus dihambat dan masyarakat dirangsang untuk mengembangkan wilayah baru. Untuk melakukan hal tersebut, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus menyusun konsep pengembangan wilayah perbatasan secara komprehensif agar wilayah baru yang dibentuk dapat hidup baik secara ekonomi maupun sosial.

Selain itu, wilayah baru yang dibangun sebaiknya diarahkan untuk memiliki spesialsisasi. Misalnya, ada blok khusus jeruk Pontianak, blok khusus kebun aren, blok khusus sawah padi, dll. untuk merangsang masuknya investasi bisnis pendukung di sana.

Pembangunan pangkalan militer di dekat perbatasan

Saat ini kita melihat gelaran pasukan TNI kita kurang memadai untuk melakukan upaya menjaga perbatasan negara. Gelaran pasukan justru diletakkan di wilayah-wilayah padat penduduk yang sudah terbangun. Gelaran pasukan seperti ini harus diubah. Batalyon-batalyon yang berada di wilayah “aman” dari gangguan luar sepantasnya direlokasi ke wilayah perbatasan. Apalagi, urusan keamanan dan ketertiban saat ini sudah menjadi tanggung jawab kepolisian.

Galakkan kembali transmigrasi

Program transmigrasi yang dulu gencar dilaksanakan pada era Orde Baru harus digalakkan kembali. Transmigran diarahkan untuk mendiami wilayah-wilayah baru yang dibentuk di dekat perbatasan. Saya yakin, apabila infrastruktur transportasi dan komunikasi disiapkan, banyak penduduk dari wilayah-wilayah padat yang bersedia bertransmigrasi.

Pemberian insentif pajak
Agar pengusaha dan perbankan mau masuk, pemerintah perlu memberikan insentif pajak bagi pengusaha yang mau berinvestasi di wialayah baru tersebut.

Pilih pemimpin yang kuat dan tegas
Pemimpin yang kuat dan tegas sangat penting. Terlepas dari segala kekurangan yang dituduhkan, kita pernah memiliki dua sosok pemimpin yang tegas sehingga dihormati kawan dan disegani lawan. Kedua pemimpin yang kuat dan tegas itu adalah Soekarno dan Soeharto. Pada saat kedua orang itu memimpin, tidak ada yang berani melecehkan negara kita. Akan tetapi, setelah berganti pemimpin, negara kita menjadi bulan-bulanan pelecehan terutama oleh Malaysia dan kadang-kadang Singapura.

-*-

Demikian pokok-pokok strategi yang dapat saya utarakan. Tentu saja pokok-pokok strategi di atas masih perlu dikaji dan disempurnakan. Setelah itu, mari kita turunkan strategi tersebut ke bumi. Jangan sampai dokumen strategi hanyan menjadi dokumen yang menumpuk di lemari tanpa pernah dilaksanakan.

Kesimpulanya adalah :

adalah merupakan kewajiban setiap warga negara untuk mempertahankan negara ini,harga diri bangsa kita udah di injak- injak oleh bangsa tetangga tersebut, untuk ke sekian kali,bukan cuman itu.bangsa kita diberi sebutan INDON oleh bangsa tetangga tersebut,taukah apa yang dimanksud engan indon....ya ..mereka bilang adalah kaum budak dari indonesia, ..nggak percaya!!!!!coba aja datang ke situ.....para petugas bandara menyebut kita indon....

kalo menurut saya sih.....mereka telah menghina kita....ya kesimpulanya ....dihajar aja....masa sih nggak berani.....kita kan punya pol pp yang selalu brutal,begitu banyak preman dijalan,dan aparat yang brutal.....nah kirim aja tuh ke seberang....dijamin beres kok...

...HAJAAAAAAAR.....COY.....

Pencemaran nama baik,......SEBERAPA PENTINGKAH.....

Katanya sih kasusnya pencemaran nama baik,penting mana nama baik dari pada sebuah kebaikan..
sebenarnya sederhana aja kok.....intinya adalah HARGAILAH SESEORANG SEBELUM KITA DIHARGAI OLEH ORANG LAEN....nah untuk itu,sebelumnya mari koreksi diri dulu deh............
seberapa berarti kah kita bagi lingkungan kita ...apa yang telah kita perbuat untuk diri dan lingkungan?...dan apakah itu berarti....kalo udah ya bagus deh..

seperti yang di utarakan oleh pihak Rumah Sakit Omni Internasional,katanya sih ibu prita melakukan pencemaran nama baek.....tapi sebenarnya ibu prita cuman berlaku jujur, tentang sebuah keadaan yang dialaminya, sementara si pihak rumah sakit ...apakah pernah berfikir...ato terpikir apakah mereka udah menjadi sesuatu yang berarti bagi lingkungan sekitarnya?.....sedangkan Prita telah mencoba untuk jujur,...dan....apakah salah sebuah kejujuran ....kenyataanya emang gitu kok......apakah mesti kita lari dari kenyataan.

Sebenarnya kejadian tersebut udah sering terjadi kok.....dimana aja di seluruh wilayah negeri ini...nah kali ini kebetulan si pihak rumah sakit adalah sebuah lembaga yang amat gila hormat,sehingga tidak bisa menghadapi sebuah kenyataan,kalo gagal ya ...ngaku aja deh nggak bisa...jangan nyari nyari alasan deh....toh kegagalan adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga buat menuju sebuah kesuksesan, kalo pengen sukses sih, ya mesti nyoba gagal dulu deh....itu sebuah hal yang biasa kok,...saling koreksi dan saling mengingatkan ....Gitcu dong,jangan mengutamakan arogansi dong.....kan pada sekolah kan?......kalo nggak mesti sekolah lagi dulu aja deh....
.....udah ah......... Makasih deh...















Jakarta - Komplain yang dilayangkan pasien terhadap pelayanan rumah sakit yang merawatnya adalah hal biasa. Kasus Prita Mulyasari (32) versus Rumah Sakit Omni Internasional, Tangerang, bisa terjadi karena masalah komunikasi saja.

"Masalah komunikasi saja saya kira. Mbak Prita menulis di email dan itu hak dia, tapi RS menanggapinya cukup emosional dan langsung dibawa ke jalur hukum. Saya bingung kenapa kok langsung ditahan," kata Wakil Komisi IX (Komisi Kesehatan) DPR Umar Wahid dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/6/2009).

Sebagai orang yang lama berkecimpung di dunia rumah sakit, Umar tidak menganjurkan cara-cara yang dilakukan RS Omni. RS itu lebih baik mencari mediator untuk menemukan jalan pemecahan yang lebih bagus dan memenuhi rasa keadilan.

"Misalnya meminta bantuan dari Perhimpunan Rumah Sakit se-Indonesia," kata mantan Direktur RS Koja dan RS Pasar Rebo ini.

Dengan adanya kasus Prita, lanjut Dokter Kepresidenan era Abdurrahman Wahid itu, RS bisa mengalami kerugian yang cukup besar. Dia memperhitungkan jumlah pasien yang berobat ke RS tersebut akan menurun drastis.

"Kita memang harus siap menghadapi keluhan dan itu biasanya hanya masalah miskomunikasi. Kalau saya jadi direktur di rumah sakit itu saya tidak akan menuntut. Saya akan bermusyawarah," pungkasnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda