Blogger Template by Blogcrowds

fenomena UAN

Banyaknya kegagalan dalam UAN dengan standar nilai 5,5 yang dianggap tinggi hingga menimbulkan pro dan kontra.

Sebenarnya sih tergantung bagaimana kita menyikapi,dan sesungguhnya pendidikan adalah suatu kewajiban bagi tiap umat,sebagaimana sebagai muslim dalam sebuah hadis mengatakan; tuntutlah ilmu sampai ke lianng kubur, menegaskan kita arti sebuah pendidikan.
keberhasilan pendidikan bukan diukur dari lulus dan tidak lulus,akan tetapi bagaimana pemahaman kita terhadap pendidikan dan bagaimana kita mengaplikasikan dalam hidup, kegagalan dalam pendidikan ...bagi yang merasa gagal....itu mah biasa.....kalo menurut saya sih 5,5 nilai yang nggak susah tuh..... 6 sekalian aja deh,.....

kenapa.........kegagalan dalam pendidikan sebenarnya adalah kegagalan kita dalam meraih masa depan, .....dan apakah kegagalan itu suatu kehancuran........ sebenarnya tidak, justru sebuah keberhasilan mesti diukur dari sebuah kegagalan. bagai mana kita mengatakan itu berhasil kalo nggak ada sebuah kegagalan.........mmmm

terkadang kegagalan dibutuhkan untuk sebuah keberhasilan, dan kegagalan adalah salah satu guru untuk menuntun kita ke arah sebuah keberhasilan...

nah dengan ini sebuah pilihan mutlak untuk pendidikan adalah berhasil, karena pendidikan itu adalah masa depan, pendidikan tidak membatasi umur,.... jadi jangan patah semangat dulu lho dek......gagal mah biasa......sekali dua kali , bahkan tiga kali biasa.....dan mesti dipahami hidup adalah sebuah perjuangan, nah bagaimana mungkin kalo kita mesti hidup tanpa perjuangan.

dan kita harus bisa menerima kenyataan, bagaimana realita yang kita hadapi sekarang adalah karena kurangnya pendidikan, sebagai contoh...seorang caleg bisa stres menghadapi kekalahan...... berarti kurang cerdas kan....bayangin kalo orang kaya gitu memimpin....ya pasti ancur deh...

jadi kesimpulanya...........HIDUP ADALAH KERJA KERAS.......SERIUS.......NGGAK MAIN MAIN.......DAN ....MESTI BERJUANG...
yang penting usaha dan doa.......dan sejauh mana sih usaha anda.....ato adek adek......kalo usaha maksimal pasti hasilnya juga maksimal....matematis lho......coba aja....

Kerajaan Medang


Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Kerajaan Medang adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian pindah ke Jawa Timur pada abad ke-10, dan akhirnya runtuh pada awal abad ke-11.

Pada umumnya, istilah Kerajaan Medang hanya lazim dipakai untuk menyebut periode Jawa Timur saja, padahal berdasarkan prasasti-prasasti yang telah ditemukan, nama Medang sudah dikenal sejak periode sebelumnya, yaitu periode Jawa Tengah.

Sementara itu, nama yang lazim dipakai untuk menyebut Kerajaan Medang periode Jawa Tengah adalah Kerajaan Mataram, yaitu merujuk kepada salah daerah ibu kota kerajaan ini. Kadang untuk membedakannya dengan Kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16, Kerajaan Medang periode Jawa Tengah biasa pula disebut dengan nama Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu.

Pusat Kerajaan Medang


Sesungguhnya, pusat Kerajaan Medang pernah mengalami beberapa kali perpindahan, bahkan sampai ke daerah Jawa Timur sekarang. Beberapa daerah yang pernah menjadi lokasi istana Medang berdasarkan prasasti-prasasti yang sudah ditemukan antara lain,

Pada daftar di atas hanya Sanjaya yang memakai gelar Sang Ratu, sedangkan raja-raja sesudahnya semua memakai gelar Sri Maharaja.



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda