Blogger Template by Blogcrowds

tersebutlah tiga bandit yang telah siap mendapatkan sebuah tiket neraka JAHANAM....VIP lagi...

kayanya VIP nya ...nggak sanggup deh buat si tiga bandit manja.....dan maka sib tiga bandit manja berunding, dan kembali menghadap pada tuhan.....
dan bandit kepala mulai nego.....ya tuhan maha pengampun dan penyayang...kayanya berat neh masuk neraka jahanam...mohon ijin berikan sehari aja dikembaliin ke bumi buat bertobat......pliiiiss deh tuhan....

yang namanya tuhan maha pengampun ..maka tuhan mengabulkan dengan sebuah syarat....masing masing preman wajib membawa buah sebanyak 10 biji cuman itu aja....nggak perlu berbuat baik.....pokoknya kembali ke bumi dan bawa sepuluh biji buah masing masing kalian...

dan secara tiba tiba...tiga bandit kembali ke bumi.....twingg....

...................
...................
eee..ternyata tiga bandit kembali dengan cepat.....dan dimulai pada bandit pertama....

bandit pertama membawa 10 buah semangka.....dan bandit berkata....buat apa sih tuhan....masa sih yang dineraka mo dikasi buah segala.....
dan tuhan menjawab...
bukan kasih buah ,tapi ente mesti tahan gua lempar ama sepuluh semangka bila nggak tahan go to hell....
si bandit...ooooo gitu yah.....dan pelemparan dimulai....buk..buk....buk....dan pada lemparan ke 6 si bandit terkapar....dan go to hell..

pada pelemparan bandit ke dua....si bandit bawa 10 buah anggur.....dan buk..buk...tuing...akan tetapi pada lemparan ke sembilan terdengar suara hik...
dan sibandit ke dua go to hell

pas di pintu neraka bandit pertama bertanya..lo kok pada lemparan sembilan kok keluar suara hik sih....kan cuman dilempar pake anggur....nggak sakit toh...kata si bandit pertama...
bandit ke dua menjawab.....gini...bukanya aku nggak tahan....masalahnya aku liat si bandit ketiga bawa 10 buah duren....makanya aku nggak tahan nahan ketawa....

dan giliran bandit ketiga....

si bandit langsung aja ..nyrocos....tuhan nih duren....silakan.....
neraka sih neraka tuhan.....tapi jangan pake acara lempar lemparan ye.... gua balik neh.....go tu heeeel....

sebuah dedikasi buat para sahabat....

Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah longlai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."

Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik sahaja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi wang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi wang dan secebis kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cubalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."

Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kelmarin,sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku."
Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi wang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang sebaik sahaja mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.

Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya, "Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian 'malas' namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh tidak redha Tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan lekas berjaya."

Sebaik sahaja dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sedar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha.
Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (Sunnah Tuhan) dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu.
Dalam Islam tiada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju ke hadapan dan bukan mengajar kita nongkrong di tepi jalan.

dan yang pasti tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.......yup semuaaaaa....tangan diataaaaaaaaaas....

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda