Blogger Template by Blogcrowds

JIKA tak bisa membangun hubungan baik dengan rekan sejawat di kantor. Anda tak akan bisa menjalankan pekerjaan sesuai keinginan.

Kenyataannya, hubungan kerja yang efektif dengan rekan kerja adalah dasar bagi kepuasan kerja dan karier Anda. Sebegitu pentingnya hubungan yang baik dan efektif ini, karena hal tersebut berkaitan dengan promosi atau peningkatan karier, kenaikan gaji, dan kepuasan kerja.

The Gallup Organization, organisasi yang sering meneliti tentang dunia kerja, melakukan analisis tentang indikator kepuasan kerja. Organisasi ini menemukan fakta bahwa jika Anda bekerja dengan seorang yang cocok dengan Anda, seseorang yang menjadi teman baik Anda, maka Anda akan mendapatkan kepuasan kerja seperti yang Anda harapkan.

Dari analisis ini, The Gallup juga menemukan fakta bahwa banyak supervisor perusahaan yang tidak bisa menjalin hubungan baik dengan rekan kerja atau bawahannya. Mereka kebanyakan mengumpulkan data dan memanfaatkan tersebut untuk mencari kesalahan karyawan lainnya.

Mereka sangat bersemangat untuk mengidentifikasi masalah, tetapi enggan menawarkan solusinya. Tepat saat seseorang dari mereka meminta kenaikan jabatan atau kenaikan gaji, maka tak ada seorang pun yang mendukungnya.

Tentunya Anda tak ingin hal ini terjadi dalam karier Anda, bukan? Karena itulah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Anda bisa segera menjalin hubungan baik yang efektif dengan rekan kerja. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik sekaligus meningkatkan hubungan kerja dengan rekan sejawat, seperti dikutip dari about.com.

Selalu menawarkan solusi

Jika Anda menemukan masalah dalam pekerjaan, sertakan juga solusi yang Anda tawarkan. Ungkapkan hal tersebut di rapat agar bisa ditanggapi oleh atasan dan rekan lainnya. Jujur saja, menganalisis masalah adalah hal yang tidak terlalu sulit. Namun, memberikan solusi adalah suatu hal yang bisa meningkatkan kredit Anda di mata atasan dan rekan kerja.

Jangan menyalahkan orang lain

Jangan menyalahkan rekan lain atas masalah yang terjadi di kantor. Jika melakukannya, artinya Anda mencari musuh di kantor, dan nantinya musuh ini akan menjungkalkan Anda dalam peningkatan karier. Lebih baik analisis masalah dan coba melihatnya dalam gambaran yang lebih besar. Mungkin Anda bisa melihat agar sistemnya dibenahi untuk mengurangi kesalahan yang dilakukan karyawan.

Hati-hati menggunakan kalimat dan bahasa tubuh

Kalimat yang Anda katakan, juga bahasa tubuh yang Anda lakukan, akan selalu dicermati rekan yang lain. Karena itulah, berhati-hati saat melakukannya. Jangan menatap orang lain dengan pandangan rendah, berbicara kotor kepada rekan kerja, dan hal yang lain yang tidak menyenangkan, termasuk berteriak atau memaki rekan kerja atau bawahan Anda.

Perkataan yang tajam biasanya akan begitu membekas pada pikiran dan ingatan seseorang, yang akhirnya memengaruhi anggapan dan tindakannya terhadap orang yang memakinya.

Peduli kepada rekan kerja

Jangan menafikan kehadiran atau keterlibatan rekan kerja atau bawahan Anda. Jika Anda seorang atasan, dan bawahan Anda mengeluh terhadap satu masalah kepada orang lain, bukan dengan Anda, berarti ada yang salah dengan sistem yang Anda buat.

Untuk mengeliminasi masalah tersebut agar tidak berkembang ke luar, Anda harus peka terhadap masalah yang dialami bawahan. Intinya, bawahan harus mempercayai Anda agar tujuan kerja Anda dapat tercapai.

Jaga komitmen

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, satu pekerjaan selalu berhubungan dengan pekerjaan yang lain. Karena itulah, jika Anda tak bisa bekerja dengan baik, tak mampu bekerja sesuai tenggat, maka hal ini akan memengaruhi kerja rekan lainnya.

Karena itulah, selalu patuhi komitmen yang telah disepakati bersama. Jika Anda tak mampu mematuhinya, pastikan rekan kerja yang lain mengetahui akibatnya, sekaligus membuat rencana baru untuk mengatasi masalah ini.

Hargai hasil kerja rekan kerja

Coba Anda ingat, seberapa sering Anda bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa bantuan satu orang pun? Jika Anda seorang manajer, seberapa banyak ide Anda berkontribusi untuk membantu kerja staf Anda? Coba renungi dan Anda akan menyadari bahwa tanpa bantuan dari rekan kerja yang lain, Anda tak akan mampu menyelesaikan pekerjaan. Karena itulah, sediakan waktu untuk mengucapkan terima kasih atau memberikan penghargaan pada orang-orang yang membantu pekerjaan Anda.

Bantu rekan kerja

Bantu rekan kerja Anda agar mereka bisa mencapai hasil terbaiknya. Jika masing-masing memberikan kontribusi terbaiknya, hal ini akan berdampak positif bagi hasil kerja, lingkungan kerja, dan perusahaan secara keseluruhan.

Cobalah terapkan tujuh langkah ini untuk membangun hubungan kerja yang baik. Jika Anda bisa melakukannya, rekan kerja akan menghargai Anda, dan atasan akan meyakini bahwa Anda adalah karyawan yang berharga untuk dipertahankan.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Menanam Pengkhianat

Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Ansyaad Mbai mengatakan, meski modus yang digunakan masih konvensional, yakni bom bunuh diri, aksi ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni langsung menyusup ke dalam sasaran.

Bagi para para pemerhati “Konsep Jaringan”, pernyataan Ansyaad Mbai langsung menggiring pemikiran pada logika paling sederhana, kasus pengeboman JW Marriot dan Ritz Carlton merupakan puncak dari sebuah rencana yang matang.

Terlepas dari tujuan politik yang ingin dicapai kelompok teroris ini, dari logika sederhana tadi, bisa dikatakan bahwa bom sekelas bom Bali yang diledakkan itu, proses persiapannya benar-benar matang dan sejak jauh hari. Tidak tiba-tiba.

Logika pertama, kelompok teroris ini jelas sangat mengetahui situasi dan kondisi manajemen yang berlaku di kedua lokasi target. Logika kedua, kelompok teroris ini sudah sangat memahami situasi dan kondisi keamanan di kedua target. Logika ketiga, kelompok teroris ini sangat kaya dana. Logika keempat, jaringan teroris di JW Marriot-Ritz Calrton orang-orang yang terlatih, khususnya dalam soal membuat dan mempergunakan alat peledak

Empat logika dasar tadi diperkuat oleh tersebarnya informasi, bahwa sistem kepegawaian di kedua target tersebut, lebih banyak menggunakan tenaga kontrak. Bukan karyawan tetap.

Itulah kemudian, langkah untuk mengusung bom-bom itu secara utuh dari luar, langsung dinisbikan. Jadi, pelaku bom bunuh diri tadi, besar sekali kemungkinannya sudah “ditanam” oleh aktor intelektualnya di JW Marriot dan Ritz Carlton sejak jauh hari.

Artinya apa? Yang bisa melakukan perencanaan sematang ini, tentu orang-orang yang sangat memahami manajemen perang dan sabotase. Dan langkah yang diambil sangat organik --- membina, menanam, mengeksekusi. Lantas, ketika selesai eksekusi, sel-sel kelompok teroris ini melontarkan berbagai teori-teori dan pendapat yang menyesatkan.

Mengapa dipraktikkan sebagai bom bunuh diri? Tentu agar aparat keamanan menjadi sulit menditeksi kelompok pelaku dan memperkecil tertinggalnya bukti-bukti yang akan membawa alur penyidikan bermuara pada aktor intelektualnya.

Simaknya saja keterangan yang menyatakan bahwa pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriot yang menginap di kamar 1808 menggunakan identitas palsu. Alamat yang tertera di KTP tersebut setelah di cek ternyata tidak dapat ditemukan. KTP tersebut tertera atas nama Nurhasbi alias Nuri Hasdi alias Nur Sahid.

“Mereka tidak sendiri. Ada jaringan yang memback up dari tingkat lokal dan dari tingkat internasional,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chrysnanda, Minggu (19/7).

Sementara Kadiv Humas Markas Besar Irjen Pol Nanan Sukarna mengatakan, Markas Besar Polri memastikan, pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton, bukan berjenis kelamin perempuan.

Serangkaian tanda tanya masih terbenam dibenak kita. Apakah hanya sebatas menemukan identitas penghuni kamar 1808 saja? Apakah benar bahwa penghuni kamar 1808 sebagai pelaku bom bunuh diri? Sudah berapa lama kamar 1808 dihuni oleh pengebom bunuh diri?

Bila mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka untuk mencari rangkaian kelompok teroris dan dalangnya, tetap saja akan menemui kesulitan, seperti yang memang direncanakan oleh aktor intelektualnya.

Apakah hanya cukup dengan mengatakan pelaku tindak kekerasaan ini jaringan Noordin M Top? Apakah hanya cukup mengatakan ini terkait dengan Jemaah Islamiyah? Apakah hanya cukup mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri, identitasnya sudah diketahui?

Tentu tidak. Sebab, pelaku bom bunuh diri, “tertanam” di JW Marriot dan Ritz Carlton bukan sehari atau dua hari dan tentu tidak sendiri. Proses “penanaman”nya, diduga sejak jauh hari. Bisa jadi, pelakunya sudah menjadi karyawan disana, bukan hanya sebatas menjadi penghuni kamar 1808 saja.

Apalagi, setiap kamar hotel yang dihuni tamu (lebih dari satu hari), dipastikan petugas pembersih hotel akan menyatroni kamar tersebut. Seperti biasanya petugas pembersih kamar, dia akan mengepel, mengganti handuk, sprei kasur, bantal, guling dan membersihkan kamar mandi. Apakah petugas pembersih tidak melihat hal-hal yang “diluar kebiasaan” tamu pada umumnya?

Entahlah. Yang jelas, saya jadi teringat sebuah kalimat perenungan yang pernah disampaikan kepada saya : Belanda tidak akan bisa menangkap Pangeran Diponegoro, kalau tidak dibantu oleh pengkhianat bangsa. Itulah kenapa Pasal Pengkhianat tidak ada dalam KUHP yang ditinggalkan Belanda.

Yusuf Yazid

Islam dan teror

Islam adalah sebuah ajaran agama yang saya anut,dan sebagai muslim ,sepengetahuan saya .islam tidak pernah mengajarkan teror, hingga membunuh umat manusia,beberapa acuan sebagai landasan islam:... ada hukum islam ,alquran dan hadist. baik dalam hukum islam ,alquran maupun hadist, tidak ada yang mengajarkan untuk menghancurkan manusia, secara global yang diajarkan adalah tanggung jawab sebagai manusia baik itu guna dan fungsi manusia di muka bumi,dalam islam apapun perbuatan kita mesti dipertanggung jawabkan sebagaimana ajaran yang ada, perbuatan baik maupun perbuatan buruk,semua ada aturanya, sampai saat ini tidak ada perbuatan yang mengajarkan untuk saling membunuh.

Sesungguhnya wahyu pertama yng diturunkan kepada Nabi muhammad SAW ,adalah perintah untuk membaca, sedangkan sang nabi adalah seorang yang buta huruf, dan dapat diambil kesimpulan perintah membaca tersebut bukanlah perinta membaca seperti membaca koran dan sejenisnya, akan tetapi perintah untuk membaca situasi, lebih ringkasnya adalah perintah untuk selalu belajar dan belajar,dan mengamalkan sebuah pelajaran tersebut untuk sebuah kebaikan umat manusia. dan pada alquran juga ada ayat yang menerangkan untuk ku agamaku dan untuk mu agamamu, dalam arti kata tidak ada sebuah paksaan dalam islam, yang ada hanya sebuah pertanggung jawaban terhadap apa yang kita lakukan selama hidup terhadap sang pencipta. Dengan uraian singkat tersebut jelas betapa demokratisnya ajaran islam tersebut. oleh karena itu dapat diambil suatu kesimpulan bahwa yang melakukan teror bukanlah orang islam,walaupun mereka bergerak atas nama islam dan organisasi islam, dan sebenarnya apa yang disebut islam adalah orang atau manusia yang melaksanakan hidup dengan ajaran tersebut, yakni yang mengacu pada alquran dan hadist. berikut sebuah ajaran islam yang sangat mencerminkan kemanusiaan adalah senyum, ....senyum adalah sebuah tindakan yang sangat mudah, islam mengajarkan senyum adalah ibadah.. hanya dengan senyum terhadap orang lain merupakan ibadah, sangat bertolak belakang dengan aksi teror yang mana menghilangkan nyawa orang lain. dan islam mengutuk semua kegiatan yang menyengsarakan dan membuat susah orang lain, kegiatan yang menyusahkan dan menyengsarakan orang lain bukan hanya teror. Korupsi , manipulasi dan sejenisnya yang membuat sengsara orang lain merupa kan hal yang sangat diharamkan bagi ajaran islam,apalagi sesama muslim.

berikut yang diharamkan dalam islam adalah.:...sesama islam diharamkan, darahnya, hartanya dan kehormatanya.

Terimakasih....

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda