Blogger Template by Blogcrowds

Memang paling mudah menyalahkan orang lain atau situasi jika terjadi sesuatu masalah. Padahal menurut penelitian yang dimuat di Harvard Business Review, bermain dalam permainan menyalahkan tidak akan pernah berhasil. Dalam penelitian itu, mereka yang menyalahkan orang lain atas kesalahannya dapat kehilangan status, kurang mendapat pelajaran, dan berperforma buruk dibandingkan orang-orang yang mengakui kesalahan mereka. Menyalahkan itu menular. Jika Anda menyalahkan orang lain atas apa yang Anda rasakan, Anda justru memberi kekuatan pada mereka bahwa Anda sebenarnya tergantung pada mereka. Padahal seharusnya, tak seorang pun yang bertanggung jawab atas takdir Anda! Kepercayaan diri Anda akan memancar di saat Anda tidak menggantungkan diri pada situasi dan orang lain. Jika Anda menyalahkan orang atau situasi, Anda justru berteriak pada dunia bahwa, "Saya tidak memiliki kendali terhadap diri saya, saya adalah korban. Orang lain di kehidupan lebih berkuasa dari saya, saya adalah korban."  jadilah nahkoda dari 'kapal' yang Anda layari. Mulailah menerima tanggung jawab, dengan begitu Anda tidak perlu membagi pujian atas jerih payah yang dibutuhkan dalam mendapatkan pelajaran hidup, dan Anda pun akan semakin percaya diri.

Seni Pertunjukan

Seni Pertunjukan meliputi kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha yang berkaitan dengan pengembangan konten, produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik-tradisional, musik-teater, opera, termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan. Lapangan usaha yang merupakan bagian dari seni pertunjukan yaitu: 1. Jasa Konvensi, Pameran, dan Perjalanan Insentif yang mencakup usaha dengan kegiatan memberi jasa pelyanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya). Termasuk juga dalam kelompok ini usaha jasa yang merencanakan, menyusun dan menyelenggarakan program perjalanan insentif dan usaha jasa yang melakukan perencanaan dan penyelenggaraan pameran; 2. Impresariat yang mencakup kegiatan pengurusan dan penyelenggaraan pertunjukan hiburan baik yang berupa mendatangkan, mengirim, maupun mengembalikan serta menentukan tempat, waktu, dan jenis hiburan. Kegiatan usaha jasa impresariat ini meliputi bidang seni dan olah raga; 3. Kegiatan Drama, Musik, dan Hiburan Lainnya oleh Pemerintah yang mencakup kegiatan pemerintah dalam usaha menyelenggarakan hiburan baik melalui siaran radio, dan televisi, maupun tidak, seperti: drama seri, pagelaran musik, dengan tujuan sebagai media hiburan; 4. Kegiatan Drama, Musik, dan Hiburan Lainnya oleh Swasta yang mencakup usaha pertunjukan kesenian dan hiburan panggung yang dikelola oleh swasta seperti: opera, sandiwara, perkumpulan kesenian daerah, juga usaha jasa hiburan seperti: band, orkestra, dan sejenisnya. Termasuk kegiatan novelis, penulis cerita dan pengarang lainnya, aktor, penyanyi, penari sandiwara, penari dan seniman panggung lainnya yang sejenis. Termasuk juga usaha kegiatan produser radio, televisi, dan film, penceramah, pelukis, kartunis, dan pemahat patung; 5.Jasa Penunjang Hiburan yang mencakup usaha jasa penunjang hiburan seperti : jasa juru kamera, juru lampu, juru rias, penata musik, dan js peraltan lainnya sebagai penunjang seni panggung. Termasuk juga agen penjualan karcis/tiket pertunjukan seni dan hiburan; 6. Kegiatan Hiburan Lainnya yang mencakup kegiatan dalam menyelenggarakan hiburan kepada masyarakat, oleh pemerintah atau swasta.

Sederhana saja, yakni jangan lupa membangun organisasi sejak dari awal menjadi entrepreneur. Memang betul adakalanya seseorang itu bertipe deal-maker, dengan keahlian yang luar biasa dalam bernegosiasi dan mencari peluang bisnis. Namun hendaknya itu tidak membuat seorang entrepreneur terlena untuk tidak membangun organisasi. Kelanggengan bisnis sangat ditentukan seberapa kuat organisasi yang mendukungnya. Dan seorang entrepreneur mutlak memerlukannya. Ia membedakan antara entrepreneur dan peneliti. Entrepreneur memerlukan organisasi, sementara peneliti hanya memerlukan laboratorium.

Direktur Ciputra Group Antonius Tanan, MBA, Msc berbagi tips sukses Ciputra Grup dalam mengembangkan usaha. Sharing yang diberi judul "New Venture creation Ciputra Way" disampaikan Antonius dalam Workshop Technopreneurship di Ruang Komisi Utama BPPT, Jakarta, Rabu (13/4/2011). Definisi kotoran dan rongsokan menjadi emas adalah ketika proses kreatif dan dramatis disertai penerimaan pasar, dan menghasilkan pelipatgandaan sumber-sumber. "Sumber bukan hanya modal, tapi juga termasuk informasi dan koneksi," jelas Antonius. Cara untuk bisa mengubah rongsokan menjadi emas bisa dilakukan dengan menciptakan kesempatan, melakukan inovasi, dan menghitung resiko. "Kesempatan itu harus diciptakan, bukan dicari," tambah Antonius. Adapun inovasi, menurut Antonius adalah merancang rangkaian nilai tambah (value chain) sedemikian rupa hingga pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak. Anotonius mengangkat contoh kisah sukses inovasi yang dilakukan iPad. "Dengan pendekatan enterpreneurship, maka sebuah produk teknologi dapat dikembangkan jadi sebuah bisnis yang mengalami sukses luar biasa walaupun secara teknologi bukan yang paling terakhir ditemukan," ujar Antonius. Antonius memiliki data bahwa sebelum iPad, sudah ada produk-produk PC tablet namun tidak ada yang se- sukses iPad. Contohnya Gridpad (1990), Motion Computing (2002), Apple Message Pad (1993). Tidak ada yang menyaingi keberhasilan iPad yang terjual 1 juta unit hanya dalam waktu 28 hari. Antonius kemudian menjelaskan delapan inovasi bisnis yang merupakan komponen enterpreneurship yang harus dimiliki enterpreneur, yakni : desain, produksi, marketing, keuangan, HRD & Organisasi, konektivitas dan mobilitas, aliansi strategis, serta respon sosial dan lingkungan. Antonius juga membagikan lima kompetensi esensial yang harus dikuasai seorang enterpreneur, yakni: 1. Business creation, bagaimana mengkreasi bisnis baru yang berbeda; 2. Business operation, bagaimana mengoperasikan ide yang sudah dibuat; 3. Business growth, bagaimana mengembangkan bisnis; 4. Business revitalization, bagaimana menghidupkan bisnis yang sudah berkembang; 5. Business closing, bagaimana agar bisnis tersebut bisa ditutup, tidak menggantung di investor, atau hal lain. Antonius menutup presentasinya dengan memberikan informasi seputar Universitas Ciputra Enterpreneurship Center yang dimiliki Ciputra Group untuk mendidik calon enterpreneur Indonesia.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda