Blogger Template by Blogcrowds

Ramalan Ki Joko Bodo; SBY Tumbang
Oleh ichwan kalimasada - 22 April 2009 - Dibaca 255 Kali -

Ki Joko Bodo sebagai seorang paranormal handal, seperti yang dirilis pemilu.detiknews.com, meramalkan bahwa Pilpres tahun ini SBY tamat alias tumbang, asumsi yang dibangun Ki Joko bahwa alam tidak merestui lagi kepemimpinan SBY karena pada saat pemilu ini rangkaian bencana alam terjadi di mana-mana. Misal, bencana Situ Gunting, simbol tempat ini merupakan pertanda Situ Gunting bobol, SBY akan tergunting di tengah jalan. Dan pertanda yang lain sebuah pesawat militer jatuh mengenaskan, pertanda SBY seorang militer akan jatuh.

Dari kondisi politik terkini, hari ini Golkar dan PD pecah kongsi, ironinya koalisinya ini deadlock/gagal karena tawaran Golkar sebagai cawapres satu-satunya dari Golkar tidak berkenan di hati PD. Situ Gintung bobol, Golkar dan PD pecah kongsi. Pesawat militer jatuh, mungkin pertanda kedua SBY tumbang.

Secara psikologis, pecahnya kongsi duet SBY-JK, ini adalah pertanda buruk bagi pemilih PD, karena umumnya rakyat masih menginginkan duet SBY-JK lanjut, para voter pileg PD kemarin diperkirakan 20% akan menjadi swing voter ke pasangan capres lain karena dilandasai rasa kecewa batalnya duet SBY-JK. Selain itu pula SBY akan kualat, tanda-tandanya adalah kebohongan jargon kampanye SBY PD, “lanjutkan”, ternyata setelah PD menang, duet SBY-JK tidak lanjut. Tanda-tanda kualat ini semakin nyata, Pasca Pileg, SBY terkesan tampil arogan. Pada Pilpres 8 Juni nanti, jika rival SBY bisa memainkan issu pecahnya duet SBY-JK dan arogansi SBY dan PD, ini adalah bumerang yang membuat antiklimaks bagi PD dan SBY karena orang-orang PD, kata teman saya, hanya di isi oleh ‘new kids on the block’-anak baru kemarin sore-tapi dengan kemenangan membuatnya lupa, akhirnya muncul dengan politik warna keangkuhan.

Pertanda atau prediksi berikutnya, jika koalisi Golkar-PDIP mengkristal dan didukung oleh para sepuh/pensiunan para jenderal, perhitungan di atas kertas bahwa pemilih Golkar karena asumsi figur JK demikian pula pemilih PDIP dengan figur Mega, berdasarkan hasil Pileg Golkar JK 14,6 % dan PDIP Mega 14 %, sebenarnya telah memiliki pemilih loyal 28, 6 % ini sudah melampui pemilih PD SBY.

Jika koalisi poros baru bisa dibangun oleh Golkar-PDIP dengan pendukung koalisi Gerindra, Hanura, PPP, beberapa partai gurem lainnya, plus dukungan para pensiunan jenderal yang dipelopori Wiranto dan Prabowo, maka ramalan Ki Joko Bodo, tinggal menghitung hari dan takdir Tuhan...
kok diramal ama dukun sih..pa kita dah nggak bisa berpikir logis....pecaya nggak.....
gimana.......
,.......................kalo saya sih nggak....maksudnya nggak percaya ama ramalan dukun....kita kan punya akal sehat....ya kaci balik dong pake akal sehat......baru...tarik kesimpulan........
...................................tariiiiiiiiiiiiik.....maaaaaang.....

2 Comments:

  1. Kucing Tengil said...
    weleh... Mia malah setuju SBY ga duet lagi ma Jk

    kenapa???

    liat aja, selama 5 tahun ini, duet SBY-JK tampak kurang harmonis. Apalagi ambisi JK untuk menjadi presiden sangat tampak pada iklan2nya dan pernyataan JK sendiri bahwa dia siap untuk menjadi capres.

    Jika Jk kembali menajdi cawapres SBY lagi, dikhawatirkan duet mereka tidak akan berjalan harmonis lagi karena tidak mgkn ada dua matahri dalam satu pemerintahan.

    Memilih cawapres lain selain JK adalah tindakan bijak oleh SBY karena, cawapres adalah orang kedua dinegara kita yg dimana cawapres harus bisa mendukung presidennya, bukan justru ingin menajdi matahari kembar

    we will se aja, apakah ramalan ki joko bodo akan terbukti... tapi jgn dipercaya, ntar syirik namanya :D
    sosial seni budaya bisnis said...
    emang betul.....hati hati ntar bila memilih..ntar dibodohin lagi..he..

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda