Berdayakan Warga Miskin dengan Kredit Mikro
4 komentar Diposting oleh Unknown di Jumat, Januari 18, 2013Jessica Flannery, mengembangkan jaringan kredit pembiayaan mikro bagi warga miskin di seluruh dunia melalui situs Kiva.org. Dia masuk finalis 100 orang berpengaruh di dunia versi majalah TIME. Dia terjun ke bisnis sosial secara tidak sengaja. Awalnya, dia terinspirasi kiprah Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank dan pemenang Nobel Perdamaian dari Bangladesh, pada kuliah tamu di Sekolah Bisnis Stanford. Kini, Kiva yang diambil dari bahasa Swahili, yang berarti persatuan, mengelola dana lebih dari USD20 juta. Dana tersebut telah disebarkan kepada 250.000 rekening bank di seluruh dunia. Lebih dari 20.000 proyek di negara-negara berkembang telah disuntik dana tersebut dengan rata-rata pembiayaan per program mencapai USD500. Ke depannya, Kiva memproyeksikan bisa menyalurkan dana USD100 juta pada 2010 dan USD1 miliar pada 2015. Flannery itu pun pernah mendapatkan pujian dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dalam bukunya yang bertajuk Giving. Clinton memuji karena konsep yang diterapkan Flannery cukup berhasil mengubah warga miskin menjadi warga yang memiliki potensi untuk berkembang. Clinton mengungkapkan, Kiva memiliki sistem dan cara kerja yang berbeda dengan lembaga lain. Kiva menawarkan fasilitas dan layanan filantropi yang serbatransparan dan gampang diakses. “Dengan sistem Kiva, setiap donor atau pemberi pinjaman bisa memilih ke mana dana itu hendak disalurkan,” kata Bill Clinton. Kiva memang beda. Kiva memosisikan donatur layaknya seorang investor. Kenapa? Dengan sistem penilaian risiko pinjaman dan informasi pascainvestasi, donatur mendapat jaminan untuk mengetahui manfaat dana yang diberikan. Jika para penerima kredit telah membayar angsuran yang diberikan Kiva,para donatur bisa menarik kembali dana itu atau menyalurkan ke pengusaha mikro lain. Donor pun mengetahui tingkat risiko pengembalian dana dari peminjam dan gambaran pemanfaatan dana itu dalam usaha mikro. Hebatnya, lembaga yang berpusat di San Francisco, California itu memberikan batasan sebesar USD2 untuk tiap donasi individual. Dengan adanya pembatasan itu, semua orang pun bisa menjadi seorang filantropi. “Donatur Kiva pun beragam, tua dan muda, kaya ataupun orang berpenghasilan rata-rata,” kata Flannery. Sistem kerja Kiva yang didirikan pada Oktober 2005 itu lebih mengandalkan organisasi jaringan dengan dukungan situs internet sehingga mempermudah interaksi. Kiva memadukan aktivitas filantropi dengan pola pembiayaan mikro khusus atau lazim disebut dengan peer-to-peer lending. Bahkan, Kiva menjadi situs yang memfasilitasi peminjaman antara individu ke individu sehingga menciptakan entrepreneurunik di seluruh dunia. Flannery mengungkapkan, pada dasarnya masyarakat bisa dientaskan dari kemiskinan dengan pemberian modal pada orang miskin. "Saya menganggap bahwa kemiskinan bukan sebuah budaya,” katanya. Ketertarikan Flannery dengan dunia sosial diawali ketika dia bergabung dengan Village Enterprise Fund (VEF) pada 2004. Ketika itu dia mengawasi proyek pemberian kredit mikro dan mendorong kewirausahaan bagi warga miskin di Afrika. Menurut Flannery, tantangan paling berat yang dihadapi Kiva adalah mengomunikasikan ide dengan orang lain. Dia mengatakan, sebagian besar warga miskin hanya menginginkan donasi, bukannya pinjaman ataupun investasi. “Kita ingin mendidik warga miskin agar tidak hanya menerima uang. Kita mendidik agar mereka mau bertanggung jawab,” paparnya.
3 Langkah Bangun Merek ala Donald Trump
0 komentar Diposting oleh Unknown di Jumat, Januari 18, 2013Dalam berbagai teori bisnis terdapat berbagai macam strategi mengenai pembangunan merek. Tentunya, setiap teori mempunyai kelebihannya masing-masing. Untuk melengkapi ulasan yang telah ada, kami merangkum tiga langkah utama dalam membangun strategi merek yang dikemukakan oleh Donald Trump. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membangun merek: Analisis situasi Selama analisis situasi, Anda menerjunkan diri dalam semua informasi yang tersedia di sekitar lingkungan persaingan Anda. Anda mempertimbangkan pelanggan potensial dan apa yang mungkin mereka butuhkan. Anda menemukan pesaing potensial dan memperkirakan tindakan yang bisa diambil untuk tetap bertahan. Anda mengevaluasi perusahaan Anda sehubungan dengan kemampuannya. Anda menggali perubahan-perubahan besar seperti komposisi penduduk, teknologi, sosial atau tren politik yang bisa jadi mempengaruhi Anda dan kinerja strategi merek Anda. Analisis situasi meliputi banyak waktu yang dihabiskan untuk mengulas informasi berupa penelitian, rencana dan analisis, dan berbicara kepada orang yang berpengalaman di pasar Anda. Hal itu mungkin menghabiskan separuh dari waktu yang dihabiskan membangun strategi merek tetapi kesimpulan Anda membentuk pondasi bagi strategi merek Anda. Segmentasi pasar Bagian pertama dari segmentasi pasar terdiri dari identifikasi segmen pasar yang memungkinkan. Bagian kedua ialah memilih segmen-segmen yang Anda hendaki untuk menjadi fokus upaya pembangunan merek Anda. Anda membidik segmen pasar sehingga Anda bisa berkonsentrasi terhadap upaya Anda yang ditujukan kepada kelompok-kelompok yang serupa sehubungan dengan apa yang mereka hendaki dari produk atau jasa Anda. David Sibley, manajer umum MTV Eropa dan wakil presiden senior kemitraan pemasaran internasional, menggambarkan peran utama pasar sasaran mereka dalam kegiatan pembangunan merek: ”Kami bersikap setia dengan segmen masyarakat usia 16 hingga 35 tahun sehingga kami bisa memperluas merek kami di mana kami merasa relevan dan menghibur [bagi mereka]” (“The Brand Stretchers“, Campaign, September 24, 2004, p. 29). Kata “masalah” merujuk kepada kebutuhan konsumen. Biasanya masalah tersebut ditemukan berhubungan dengan manfaat yang dicari - dimensi yang ada di dalam permasalahan yang dialami konsumen. Misalnya seorang penumpang pesawat terbang mungkin merasa cemas saat tiba di tujuannya terlambat atau klien seorang akuntan mungkin ingin memastikan bahwa pajaknya dihitung secara akurat tetapi juga masih memungkinkan untuk dilakukan penghematan. Misalnya, merek The Bahamas yang diposisikan secara berbeda untuk keluarga dan pasangan muda. Saat Anda mengidentifikasi dan memilih segmen pasar, sellau ingat bahwa informasi harus datang dari pelanggan, konsumen atau klien. Meskipun Anda bisa memiliki banyak pengalaman dengan pelanggan, penting untuk menggunakan informasi dari mereka kapanpun jika memungkinkan. Misalkan saja Anda memiliki sebuah agen real estate kecil. Segmen yang mungkin bisa digarap bisa jadi kaum lajang, pasangan muda, keluarga muda, keluarga yang lebih matang dan para pasangan usia lanjut yang tinggal sendiri. Untuk menentukan apakah segmen-segmen ini sebenarnya merupakan segmen pasar yang berbeda, Anda harus mempertimbangkan manfaat bahwa pelanggan real estate mungkin mencari misalnya kepakaran dalam hal keuangan, pengetahuan dalam sekolah, aksesibilitas pemilik real estate, dan kemampuan pemilik real estate untuk menyerasikan rumah dengan kebutuhan pelanggan. Anda juga perlu memperkirakan seberapa penting manfaatnya bagi para anggota dalam setiap kelompok, ,mungkin dengan skala 1 hingga 10 di mana 10 adalah “amat penting”. Evaluasi sistematis Setelah Anda mengidentifikasi segmen yang memungkinkan, Anda kemudian bisa secara sistematis mengevaluasi untuk menentukan mana yang akan jadikan fokus dalam upaya pembangunan merek. Tulislah sebuah daftar berisi segmen pasar yang Anda anggap potensial dan kemudian evaluasi setiap segmen berdasarkan dua dimensi: seberapa menariknya segmen bagi Anda dan kemampuan nisbi/ relatif Anda untuk merebut konsumen dari segmen tersebut. Berhati-hatilah agar tidak berusaha terlalu banyak mengejar semua segmen yang ada. Jika Anda sedang berfokus pada semua pelanggan, maka Anda sesungguhnya sedang tidak fokus pada satu pelanggan pun! Berfokus pada terlalu banyak segmen bisa menghabiskan sumber daya Anda dan mengaburkan citra merek Anda di mata konsumen. (*/Akhlis)
Kehilangan seorang pelanggan setia adalah hal buruk yang terjadi dalam bisnis. Bahkan jika Anda hanya sesekali kehilangan pelanggan. Dampaknya akan membuat kepercayaan bisnis Anda berkurang. Sebab, hal-hal negatif akan meluncur cepat mengenai jenis layanan atau bisnis yang Anda berikan. Jika reputasi Anda ternoda akan sulit untuk memperbaiki hal tersebut. Kunci utama untuk mengurangi hal tersebut adalah membuat pelanggan Anda puas. Berikut beberapa instruksi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan: 1. Tahu proposisi nilai Anda dan artikulasikan dengan jelas. Pelanggan akan puas oleh bisnis atau layanan yang tahu kualitas bisnis sendiri. Buat cara yang konsisten untuk mengartikulasikan bisnis Anda sehingga konsumen terlayani dengan baik. 2. Sediakan layanan pelanggan yang sangat baik. Konsistensi dalam pelayanan adalah kunci untuk mengembangkan loyalitas. Buat sebuah layanan pelanggan yang bekerja untuk mempertahankan praktek yang baik untuk setiap pelanggan. Ini adalah kunci bahwa Anda memahami apa yang pelanggan butuhkan. 3. Lakukan survei terhadap pelanggan Anda untuk mengetahui di mana terdapat ketidakpuasan. Buat rencana untuk mengakomodir umpan balik dari pelanggan. 4. Mengembangkan program-program loyalitas yang memotivasi pelanggan untuk membuat mereka datang kembali. Tawarkan diskon untuk pelanggan yang datang kembali untuk kedua kalinya. Kirim kupon kepada pelanggan untuk menarik mereka kembali. Terlepas dari strategi, terus menarik pelanggan Anda mengurangi kecenderungan mereka untuk membandingkan dengan kompetitor Anda. 5. Memberikan apa yang Anda janjikan. Ketahuilah apa saja yang Anda jamin. Janganlah menjamin sesuatu di luar kekuatan bisnis Anda. kutipan dari Ciputra.....
Tersenyumlah, setiap kali Anda membuka mata di pagi hari. Tersenyumlah untuk hari baru, harapan baru dan berkah baru. Meskipun Anda sedang punya masalah, Anda selalu punya sejuta alasan untuk tersenyum. Karena jika Anda hitung, berkah Tuhan pasti lebih banyak daripada masalah yang datang kepada Anda.
Membangun sebuah bisnis mirip dengan perjudian. Tak setiap entrepreneur berhasil, terutama saat mencoba pertama kali. Tentu ada imbalan yang menanti. Banyak entrepreneur dari berbagai skala usaha menyadari bahwa imbalan ini akan jauh lebih besar dari risiko yang ditanggung. Sebelum seorang entrepreneur menangguk untung, ia harus bersiap untuk menghadapi risiko dan mengelolanya agar tidak tersungkur di perjalanan mencapai sukses. Risiko yang muncul saat seseorang menjadi wirausahawan sangatlah nyata. Kadang bisnis berjalan tersendat. Bahkan perusahaan besar yang sudah berusia puluhan tahun bisa runtuh begitu saja jika krisis besar terjadi dalam perekonomian dan bisnis. Meskipun sebuah ide bisnis memiliki banyak potensi, ia juga dapat menyedot banyak biaya lebih tinggi dari yang diperkirakan hanya untuk memperkenalkannya ke pasar. Upaya meluncurkan produk ke pasar menjadi biang keladi kebangkrutan David Murray, seorang eks karyawan Google yang meninggalkan pekerjaannya dengan gaji besar di sana untuk meluncurkan produk berupa aplikasi iPhone yang gagal di pasar. Kini ia harus bergelimang utang. Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Murray? Kita perlu sadari bahwa mayoritas entrepreneur sukses telah mengalami kegagalan berkali-kali dalam skala yang tak terbayangkan di masa lalu. Bahkan entrepreneur sekaliber Steve Jobs yang menjalankan lebih dari satu perusahaan yang berdampak besar pada dunia teknologi tercatat mengalami kegagalan saat mendirikan platform NeXT. Dalam banyak cara, entrepreneurship menjadi sebuah pertanyaan pembelajaran yang memberikan pelajaran berharga tentang kegagalan dan membangun kembali bisnis setelahnya sehingga Anda bisa kembali gagal di tingkatan yang lebih tinggi, jika diperlukan. Di tingkatan yang lebih tinggi ini seorang entrepreneur lebih dekat dengan visi yang ia canangkan. Dengan memilih untuk tidak mempertaruhkan segalanya dan melindungi keamanan finansial (dan keluarga) memang masuk akal untuk para entrepreneur. Saat Anda mempertimbangkan bahwa model bisnis bisa setrendi produk busana dan bahwa banyak entrepreneur baru akan mengejar suatu hal yang tampak populer, tingkat kegagalan yang tinggi dalam bisnis baru tidaklah mencengangkan. Namun demikian, jangan serta merta Anda mempertaruhkan segala yang Anda miliki hanya untuk menggapai kesuksesan dari sebuah ide yang belum teruji. Mempertaruhkan segala yang Anda miliki demi 1 ide bisnis yang masih kabur ialah ide yang buruk bahkan jika Anda sudah memiliki alasan kuat. Ada banyak cara yang lebih terjangkau untuk mengevaluasi dan menguji ide bisnis sebelum Anda memutuskan terjun dalam produksi massal. Anda juga bisa meminimalkan risiko yang harus dihadapi dengan membatasi jumlah aset yang Anda pertaruhkan. Ada juga risiko di luar aspek keuangan yang harus diperhitungkan. Saat Anda berinvestasi pada sebuah bisnis, Anda hampir pasti akan membatasi kemampuan Anda untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Ini akan menjadi kendala emosional yang pelik bagi seorang entrepreneur. Tentu, ada imbalan bagi keluarga yang mendukung karir seorang entrepreneur terutama yang masih jatuh bangun membangun bisnisnya sendiri. Bahkan seorang entrepreneur mungkin memiliki peluang untuk menjangkau lebih jauh orang-orang yang mungkin sebelumnya tak tersentuh jika ia tidak memilih profesi entrepreneur. Bayangkan dampak positifnya bagi mereka yang ada di sekitar Anda. Sebagai entrepreneur, Anda juga akan dapat berkontribusi lebih banyak bagi peningkatan kesejahteraan orang banyak. Intinya, sebagai entrepreneur Anda harus menyadari adanya risiko-risiko ini. Namun, hendaknya jangan biarkan risiko ini menghambat Anda bergerak maju. Kurangi risiko ini dengan membangun strategi dan perencanaan secara berkesinambungan dan dinamis. Risikonya memang lebih tinggi namun itu setara dengan kesulitan yang dialami.
Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya. Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar. Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya. Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya. Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali. Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal. Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya. Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya. Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah menganggap bahwa masalah yang ada pada kita merupakan masalah yang paling besar, sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk terus meratapi musibah tersebut. Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami musibah, apapun bentuknya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya. :-)
Seni Pertunjukan Tradisional Bali Dalam Jalinan Sejarah
1 komentar Diposting oleh Unknown di Sabtu, Desember 29, 2012Dari hasil-hasil penelitian para ahli, maka periode jaman Bali kuna ditetapkan dari abad IX sampai dengan abad XIV, karena pada kurun waktu ini pengaruh Majapahit belum ada walaupun pengaruh Jawa sudah masuk ke Bali. Batas antara Bali Kuna dengan Bali yang kita kenal sekarang sebagai pewaris budaya kerajaan Majapahit disepakati oleh sejarawan sejak jatuhnya kerajaan Bedahulu di bawah pemerintahan Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten adalah tahun 1364. Jelas merupakan suatu periode yang masih perlu diperbincangkan, tetapi pemikiran historis bahwa penetapan itu berdasarkan atas sumber-sumber tertulis yang ada. Sumber-sumber tertulis dalam bentuk prasasti-prasasti mengenai Bali, baru diketahui sejak abad IX, dan dari hasil-hasil penelitian para ahli yang ingin mengetahui sejarah Bali secara lebih mendalam, jatuhnya Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten dianggap sebagai munculnya budaya Baru yang di bawa oleh penguasa Majapahit ke Bali. Peneliti-peneliti asing yang banyak memperbincangkan sejarah Bali antara lain: Dr. H.N. van der Tuuk dan Dr. J.L.A Brandes menemukan prasasti Blantih dan prasasti Klandis pada tahun 1885, dan pada tahun 1890 kedua peneliti ini menemukan beberapa Parasti di desa Julah yang sekarang disimpan di desa Sembiran yang disebut dengan prasasti Julah. Penelitian mengenai prasasti Bali kemudian dilanjutkan oleh Dr. P.V van Stein Callenfels, yang hasilnya diterbitkan dalam Ephigrafia Balica tahun 1926. Pada tahun 1928 Dr. W.F Stutterheim di Pura Sibi. Desa Kesian, Gianyar yang kemudian hasilnya diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul Ouheden van Bali (1929). Kemudian Dr. R. Goris melanjutkan penelitian tersebut di atas serta membukukan prasasti-prasasti tersebut dengan Judul Prasasti Bali I dan Prasasti Bali II pada tahun 1954 ( Kartodirdjo, 1976:129-186). Prasasti pertama yang berhasil ditemukan berangka tahun 804 saka, yang isinya adalah ijin kepada beberapa bhiksu untuk membangun pertapaan di Bukit Kintamani, kemudian prasasti yang berangka tahun 818 saka pemberian ijin kepada beberapa bhiksu untuk membangun kuil Hyang Api di desa Banua Bharu. Prasasti Trunyan yang berangka tahun 813 saka adalah pemberian ijin untuk membangun kuil Bhatara Da Tonta. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh India sudah masuk ke Bali melalui ajaran agama dan ajaran agama itu menuntut dibangunnya tempat-tempat pemujaan, sehingga ijin untuk membangun tempat pemujaan dapat diasumsikan bahwa agama yang datang ke Bali telah mengekpresikan kebudayaannya melalui berbagai jenis dan bentuk kesenian. Misalnya muncul arsitektur bangunan suci, sistem pemujaan, serta berbagai bentuk kesenian seperti seni patung (arca), seni tari, kerawitan dan pedalangan. Prasasti itu juga memberikan petunjuk bahwa budaya Hindu sudah ada di Bali sebelum jatuhnya Bali ketangan Majapahit. Prasasti Blanjong yang berangka tahun 835 saka berisi tentang kemenangan raja Sri Kesari Warmadewa, dan juga menyebutkan istananya terletak di Singadhwalawa, kemudian pada tahun 837 menyebutkan nama raja Sri Ugrasena yang kemudian dilanjutkan oleh raja Tabanendra pada tahun 877-889 saka, tetapi pada tahun 882 muncul sebuah prasasti yang menyebut nama Jayasinga Warmadewa. Setelah pemerintahan raja Jayasinga Warmadewa tahun 897 ditemukan lagi nama raja Jaya Sadu Warmadewa. Setelah pemerintahan Dinasti Warmadewa, munculah dinasti Udayana yang memerintah bersama istrinya yaitu Gunaprya Dharmapatni, yang lebih dikenal dengan Mahendradata pada tahun 923 saka. Udayana mempunyai tiga orang anak yaitu Airlangga, Marakatta, dan Anak Wungsu. Airlangga kemudian memerintah di Jawa Timur, sehingga tahta pemerintahan Udayana dilanjutkan oleh Marakatta (944 – 971saka). Setelah Marakatta pemerintahan dilanjutkan oleh Anak Wungsu (971-999 saka). Setelah dinasti Udayana muncul nama raja Sri Walaprabu (1001-1010 saka), kemudian muncul nama raja Sakalendukirana 1010 – 1023 saka), dilanjutkan oleh Sri Suradipa (1037-1041), kemudian Bali diperintah oleh Sri Jayasakti (1055 – 1072 saka), kemudian Ragajaya (1077 saka) dan pemerintahan dilanjutkan oleh Sri Jayapangus (1099-1103 saka). Setelah pemerintahan Sri Jaya Pangus Bali diperintah oleh Eka Jaya Lencana (1122 saka), kemudian dilanjutkan oleh Hyang Adidewa Lencana 1182. Setelah pemerintahan Adidewa Lencana Bali dikuasai oleh Raja Singosari yaitu Kerta Negara. Setelah hancurnya Singosari, di Bali muncul nama raja Sri Maharaja Bhatara Mahaguru Dharmottungga Warmadewa (1247). Munculnya dinasti Warmadewa kembali menarik perhatian bagi peneliti sejarah karena unsur nama Warmadewa sudah lama hilang pada raja-raja Bali (Ibid., p. 187 ). Pada tahu 1259 saka, Bali diperintah oleh Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten yang dianggap sebagai raja penganut aliran Tantrayana dan menganggap dirinya adalah Tuhan. Dari penjelasan prasasti tersebut dapat dibuktikan bahwa di Bali telah ada system pemerintahan, struktur kenegaraan, serta system kepercayaan yang merupakan emberio dari agama Hindu yang kita anut sekarang. Prasasti-prasasti tersebut kemudian dikumpulkan oleh Dr. R Goris dalam sebuh buku yang diberi judul Prasasti Bali I dan Prasasti Bali II. Prasasti ini disamping memuat dinasti dari raja-raja yang berkuasa di Bali juga memuat mengenai masalah perpajakan, perundagian, pertanahan, juga memuat berbagai jenis kesenian yang ada pada jaman Bali Kuna. Jenis-Jenis kesenian tersebut antara lain: patapukan, pamukul, menmen, abanwal, abonjing, bangsa, anuling, pasangka, parbwayang, aringgit, dan parpadaha. Semua istilah ini adalah istilah seni misalnya: partapukan (pertunjukan topeng), pamukul (pemukul gambelan), menmen (topeng), abanwal (badut atau bondres), abonjing (angklung), anuling (suling), pasangka (peniup trompet), parbwayang (pertunjukan wayang), parpadaha (permainan kendang), aringgit (pertunjukan wayang). (Goris, 1954:125 ). Disamping sumber-sumber prasasti seni pertunjukan akan dapat diamati melalui data-data berupa relief-reliaf candi, dan seni arca-arca maupun alat-alat kesenian dari prunggu seperti nekara Pejeng yang dapat dianggap sebagai alat musik dan reliefnya juga menggambarkan data-data kesenian. Ketika kita mengamati sikap-sikap tangan dan kaki pada seni arca batu, kita akan dapat membayangkan bahwa sikap tangan dan kaki dari arca itu menggambarkan gerak tari. Hal ini menunjukan bahwa Tari sebagai sebuah hasil kreativitas seni tidak hanya ada ketika ditemukannya prasasti tetapi lebih jauh dapat dianggap sebagai hasil kebudayaan zaman Megalitik. Sumber sumber kesenian ketika Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit, tidak hanya dapat diamati melalui prasasti dan seni arca juga mulai diabadikan melalui penulisan babad dan pemancangah serta plutuk-plutuk bebantenan. Oleh I Gusti Ngurah Seramasara
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda





