Blogger Template by Blogcrowds

di negeri yang katanya makmur tapi emang makmur dan katanya 90 % dari penduduknya adalah muslim...

negeri ini namanya Indonesia..............rata rata penduduknya adalah pemeluk agama yang namanya islam
apakah islam....islam is sebuah ajaran agama yang mana menganjurkan umatnya menunaikan sebuah kewajiban dan baru menuntut hak nya sebagai umat manusia,yang mana kewajibanya yakni ada lima....nah di setiap kewajiban tersebut terdapat hak sebagai umat....
kali ini kita nggak ngebahas lijma hak tersebut...yang kita bahas adalah salah satunya yakni....membayar yang namanya ZAKAT....
intinya adalah setiap muslim berkewajiban mengeluarkan zakat pada setiap hartanya.....nah untuk siapa zakat.....untuk orang yang nggak mampu pasti....dan apakah anda telah membayar zakat....kalo udah kenapa sih masiiiiih banyak bangets deh kita liat orang yang miskin.....nah yang miskin itu ternyata juga banyak deh yang islam ....trus gimana mo mbayar zakat kalo miskin.....padahal kan kewajiban.....solusinya adalah ...kewajiban yang mampu untuk membantu yang miskin biar bisa menunaikan kewajibanya tersebut.....heee..taukah anda bahwasanya islam mengajarkan memberi lebih baik dari pada menerima.....nah jadilah yang terbaik dengan cara MEMBERI!!....yaitu memberilah apa aja yang sekiranya bermanfaat bagi sesama...agar para sesama itu bisa menunaikan kewajibanya....mulilah dari hal hal yang paling sederhana yang sanggup kita laksanakan....

noh ni sebuah hadist neh....
Dari abu huraira:Rasulullah bersabda ,setiap orang islam terhadap orang islam lainya, diharamkan darahnya,hartanya dan harga dirinya.(HR muslim dan tarmidzai)

nah berarti haram untuk menindas harta,darah dan harga diri setiap muslim.

taukah anda sebuah realita di negeri ini.....ya...banyak deh yang bertentangan dengan hadist diatas, banyak deh seorang muslim rela menjual harga diri kepada muslim laen demi harta, yang mana hartanya lupa di Zakat in...mo tau contoh....misal koruptor muslim,penjilat muslim...nah mereka tuh kan sebenarnya yang dijual cuman harga diri...

sebenarnya sederhana bukan....kalo emang kita berkomitmen sebuah ajaran atawa..kewajiban kita yang atuuu ini....ya mestinya kaga ada dong yang sengsara....

taukah anda di sebuah negara muslim....biasanya mereka bingung mesti bayar zakat kemana, karena masyarakatnya udah makmur....contoh...arab saudi...tiap lebaran haji tuh....zakat mereka ..diekspor ke luar....bayangin ternyata disana nggak ada berarti yang miskin....ada sih.. tapi dikiiit....
nah kita liat juga deh negara islam yang hobi perang..... ya sengsara deh....kenapa....ya,..itu tadi ..diharamkan sesama muslim atas darah muslim laenya....contoh....ya itu..noh...taliban.....sengsara deh...

nah jadi kesimpulanya kesengsaraan itu datang dari kita sendiri....pilih mana sengsara pa bahagia........
..........silakaaaaaaaan........pilih deh......
........................................makasih tengkiw ye....

Assalamu'alaikum wrwb,
met pagi n beraktifitas, smoga Allah slalu beserta kita.

Bung Karno pernah berkata dengan meyakinkan, "Beri aku cukup 5 pemuda yang berjiwa pembaharu dan pekerja keras, pasti aku akan menggoncang dunia."

Kapan kita akan menjawab tantangan tersebut!!
Kapan kita mo hijrah mengorganisir umat, yang kembali menampilkan tokoh2 sekaliber Soekarno, Hatta, ahmad dahlan, Natsir, ato tengoklah walisongo.....!!

Kapan kita bisa menampilkan kader sekelas Abu Bakar Ash shidiq yang merelakan seluruh harta dan jiwanya untuk menyerukan kebenaran Islam sbg Rahmatan lil alamin...!!

Kapan kita bisa tampil seperti Umar bin Khotob yang berwibawa, tegas, disiplin, pekerja keras, sederhana, dan lebih mementingkan rakyat kecil dari segala apapun....!!!

Kapan bisa kita tampilkan tokoh sekelas Ali bin Abi tholib yang cerdas, brilian, rendah hati, dan slalu memegang prinsip kebenaran harus ditegakkan walaupun itu pahit....!!

Ayoo sahabat2...!!! Tantangan penyeru kebahagiaan, persahabatan, cinta kasih, perdamaian, dan kebenaran masih banyak lowongan BESAR di depan mata kita......

Terketukkah hati kita???......
dari 788 member PPU-IRA adakah yg mo menyambut tantangan??? tidak cuma 2 orang saja yg menjawab dan 1 orang yg sanggup hijrah tu kepentingan umat secara ikhlas......

tetap semangat walau ajal tiba, nabi berkata bagaimana umatku, umatku, umatku kelak.....???

kutipan dari...

PUSAT PERSAUDARAAN UMAT, Islam Rahmatan lil Alamin (PPU-IRA)






Tubuh Nur ringkih tak berdaya, dia hanya bisa mengangguk dan menggelengkan kepalanya




VIVAnews - Sudah hampir dua pekan Nurrahmawati, 11 tahun, warga Jalan Baru Nomor 9 Otak Desa Ampenan terbaring lemah di Bangsal Dahlia Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tubuh gadis kecil ini sangat kurus, tulang-tulangnya tampak menyembul keluar, seolah tanpa daging.

"Minum, Ma, aku haus sekali," rintih Nurrahmati, sambil memandang ibunya, Rauhun, yang setia menunggu di dekatnya.

Jika merasa lelah berbaring, Nur memaksa tubuhnya yang tak berdaya duduk bersandar di sisi pembaringan. Matanya nanar menatap sekeliling, sementara tangannya selalu memegang perut, menahan sakit.

Nurr, nama panggilan Nurrahmati, tak banyak bicara ketika VIVAnews datang menyambanginya pada Minggu 7 Juni 2009. Dia hanya mampu menganggukkan kepala untuk menyatakan setuju dan menggeleng untuk menyatakan penolakan.

Rasa sedih dan prihatin membayangi wajah sang ibu, Rauhun. Tangannya tidak henti-henti membelai tubuh ringkih putrinya. "Saya tidak sanggup lagi melihat kondisi Nurr seperti ini. Saya ingin merawatnya di rumah saja sebab saya nggak punya uang," kata dia, menahan tangis.

Rauhun lalu menceritakan riwayat kondisi Nurr, anak ketiganya. Gadis yang beranjak remaja ini duduk di kelas lima Sekolah Dasar. Saat berusia 3 tahun Nurr ditinggal ayahnya, kedua orang tuanya bercerai sehingga Nur ikut ibunya.

Kehidupan ekonomi keluarganya kian terpuruk sepeninggal ayahnya. Kakak tertua Nurr yang jadi tumpuan harapan, pergi ke negeri jiran dan tidak pernah pulang.

Untuk bertahan hidup, Rauhun terpaksa mengontrak rumah seharga Rp 100 ribu perbulan. Penghasilannya sebagai tukang cuci keliling dirasa masih cukup untuk menghidupi anak-anaknya.

Namun, ketika Nurr jatuh sakit, pekerjaan sebagai buruh cuci praktis terhenti untuk mengurus sang buah hati. Akibatnya, penghasilan pun melayang. Bahkan, untuk biaya sehari-hari di rumah sakit dia mengandalkan belas kasih tetangganya.

"Memang sih untuk pengobatan Nurr menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Tapi untuk membeli kebutuhan sehari-hari di sini saya sudah nggak punya uang," kata dia.

Rauhun berencana merawat anaknya dirumah jika dalam sepekan kedepan kesehatan anaknya tidak membaik. Meski dibantu Jamkesmas, baginya biaya yang dikeluarkan di rumah sakit sangat besar, termasuk membeli jarum suntik atau obat injeksi lainnya.

Meski prihatin, tak ada kata menyerah bagi Rauhun dan Nurr, mereka tetap bersemangat untuk hidup. Tak lupa, Rauhun menyampaikan terimakasih atas bantuan rumah sakit. Dia berharap pemerintah dan para calon legislatif terpilih yang sebelumnya berkampanye dengan sejuta janji, peduli pada rakyat.

"Saya cuma berharap anak saya cepat sembuh dan semoga ada orang yang membantu saya," kata dia.

Menurut dokter Sangawati, spesialis anak yang merawatnya, Nurr menderita penyakit komplikasi. Selain mengalami kekurangan protein, Nurr juga mengidap penyakit TBC yang menggerogoti tubuhnya. Pihak Rumah Sakit memberi asupan gizi dan protein untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Nurr.

Tak hanya Nurr yang menderita. Hingga Mei 2009 ini jumlah penderita Gizi Buruk di NTB mencapai 171 orang dengan tingkat kematian 15 orang.Sedangkan pada akhir 2008 lalu penderita Gizi Buruk di NTB sebanyak 1207 orang dengan tingkat kematian 45 orang.

Laporan: Edy Gustan| NTB
















VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Departemen Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional terkait manajemen utang luar negeri. Pemanggilan itu segera setelah KPK merampungkan kajian.

"Akhir Juni nanti kajian kita akan selesai, setelah itu kita akan bawa ini dengan Depkeu dan Bappenas," kata Wakil Ketua Komisi Haryono Umar di kantornya, Jakarta, Kamis 11 Juni 2009. Komisi juga akan membicarakan masalah ini dengan Kementerian BUMN dan Departemen Dalam negeri.

Haryono menjelaskan inefisiensi utang luar negeri yang tengah dikaji oleh KPK dua bulan terakhir. Salah satu departemen yang telah diundang adalah Departemen Kesehatan. Menurut catatan Komisi ada beberapa proyek yang nilainya mencapai triliunan rupiah itu macet.

Komisi, kata dia, menemukan beberapa inefektifitas manajemen utang tersebut. "Perjanjian sudah ditandatangani tapi disana disebut belum efektif karena ada persyaratan yang belum dipenuhi," kata Haryono. Ada juga, kata dia, persyaratan sudah dipenuhi namun pinjaman tidak dicairkan. "Tapi biaya-biaya seperti commitment fee jalan terus," kata dia.

Tidak hanya itu, Komisi juga menemukan utang itu tidak tepat guna. Haryono mencontohkan masalah yang terjadi di Badan pengawas Obat dan Makanan. "mereka butuhnya alat-alat untuk labora. untuk menguji. tapi hutang yang turun untuk yang lain," kata dia.

Haryono menjelaskan pengajuan utang itu tidak menggunakan manajemen utang yang baik. "Tidak ada borowing strategy," kata dia. Sebelum ada peraturan pemerintah soal manajemen utang, "setiap kementrian dan lembaga bisa mengajukan, semua melalui bapenas,t" kata dia. Akibatnya pemerintah mengeluarkan Rp 2 triliun untuk membayar biaya-biaya ini. "Itu untuk tahun 2008 saja," kata dia.

Guna memperbaikinya, Haryono menyatakan, "Kalau tidak bermanfaat kita meminta utang-utang itu distop," kata dia. Prinsipnya, kata haryono, harus ada kajian kelayakan sebelum melakukan utang.

seorang teman pada suatu hari berkata...katanya orang miskin sih pada malas,maunya enak tapi kerja kaga mau..

Pernahkah anda turun kejalan,yang penuh preman,kekerasan dan kesembrautan....disana ada sebuah kehidupan,...kehidupan jalanan...ngerampok ...todong ..ngompas...malak....hingga macam macam trik tipu tipu deh
semua itu sebenarnya kerja keras deh....apa yang mereka cari...yah sebenarnya cuman buat makan,dan sekedar untuk mempertahankan hidup.....kenapa mesti turun ke jalan dan memakai kekerasan dan kayanya udah nggak pake hati nurani deh..
Pada dasarnya manusia dilahirkan dengan hati nurani,tapi pada perjalananya hati nurani tersebut jua lah yang menyebabkan seorang manusia kehilangan hati nurani

pada dasarnya mereka yang disebut anak jalanan gelandangan,,,,dan sebaginya lah...telah pernah mencoba untuk hidup sejara wajar seperti layaknya orang orang...akan tetapi sebuah kebijakanlah yang membuat mereka menjadi...ya..gitu lah...mereka pernah untuk coba cari pekerjaan,...cari usaha....tapi mereka punya keterbatasan.....mereka kaga punya modal....kagak punya ijazah karena kaga sekolah....mereka bukan kaga mau sekolah....tapi mereka kaga bisa karena kaga punya biaya....kaga punya modal buat usaha....kaga ada tempat buat usaha....

liat aja deh ....mo pinjam modal buat usaha mesti punya jaminan...mo lamar kerjaan mesti ada ijazah....nah padahal mereka kaga punya semua persyaratanya..dan sementara mereka mesti mempertahankan yang namanya hidup,...biaya anak anak mereka...dan lain lain deh..
nah menilik dari realita diatas yang mesti disalahkan adalah kita...yah...kita yang mampu...kenapa sih kita nggak bantu....kan mereka sodara kita juga...mengapa mereka mesti dikucilkan
dan taukah anda........sementara begitu banyak orang atau kelompok yang meneriakan tentang kerakyatan ,orang miskin,anak jalanan....sementara mereka sendiri kaga pernah mengerti dan merasakan ..
bayangin seorang ibu buat biayain anaknya ...mesti melacur.....jual diri....

......PERJUANGAN MEREKA TERAMAT KERAS.....berhadapan dengan hukum....aparat....hanya demi untuk makan....mereka nggak pernah mikir...rekening listrik...rekening giro...pajak kendaraan...pajak rumah..pajak tanah.....yang dipikirin cuman buat makan...
...NAH.........................mmmm..................
....

Senin, 8 Juni 2009 - 14:56 wib
Banda Haruddin Tanjung - Okezone

PEKANBARU - Puluhan pedagang di Pekanbaru yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar unjukrasa di Kantor Walikota Pekanbaru, mendesak Satpol PP dibubarkan. Mereka menilai, selama ini aparat negara tersebut kerap berlaku arogan dalam menertibkan pedagang.

Para pendemo ini yang merupakan pedagang ini mengaku sudah menjadi korban perlakuan kasar Satpol PP. Aksi ini juga didasari insiden tewasnya seorang balita bernama Siti (4) yang meninggal dunia di Surabaya akibat tersiram air bakso saat Salpol PP menggelar razia beberapa waktu lalu.

"Belum lagi perlakuan Satpol PP kepada PSK bernama Vivi di Tangerang yang menyebabkan Vivi tewas. Sebaiknya Satpol PP dibubarkan, karena tidak pantas dipertahankan," ujar seorang demonstran Jhon Roy, Senin (8/6/2009).

Menurut Jhon, Satpol PP adalah aparat yang dibayar rakyat. "Tapi mereka malah menindas rakyat dengan cara yang arogan," tandasnya. Pihaknya memiliki data, sejumlah aksi kekerasan olah Satpol PP terjadi di Pekanbaru. Di antaranya di Pasar Ramayana, Pasar Cik Puan, Pasar Pagi Arengka, dan para pedagang asongan serta anak jalanan.

"Pedagang itu juga manusia yang hanya mencari sesuap nasi. tapi satpol PP sering memperlakukan kasar para pedagang. Maka kami menunutut agara Satpol PP dibubarkan," ujar peserta aksi lainnya, Wardi. (teb
ya dukung deh.....mariii...

Senin, 8 Juni 2009 - 14:56 wib
Banda Haruddin Tanjung - Okezone

PEKANBARU - Puluhan pedagang di Pekanbaru yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar unjukrasa di Kantor Walikota Pekanbaru, mendesak Satpol PP dibubarkan. Mereka menilai, selama ini aparat negara tersebut kerap berlaku arogan dalam menertibkan pedagang.

Para pendemo ini yang merupakan pedagang ini mengaku sudah menjadi korban perlakuan kasar Satpol PP. Aksi ini juga didasari insiden tewasnya seorang balita bernama Siti (4) yang meninggal dunia di Surabaya akibat tersiram air bakso saat Salpol PP menggelar razia beberapa waktu lalu.

"Belum lagi perlakuan Satpol PP kepada PSK bernama Vivi di Tangerang yang menyebabkan Vivi tewas. Sebaiknya Satpol PP dibubarkan, karena tidak pantas dipertahankan," ujar seorang demonstran Jhon Roy, Senin (8/6/2009).

Menurut Jhon, Satpol PP adalah aparat yang dibayar rakyat. "Tapi mereka malah menindas rakyat dengan cara yang arogan," tandasnya. Pihaknya memiliki data, sejumlah aksi kekerasan olah Satpol PP terjadi di Pekanbaru. Di antaranya di Pasar Ramayana, Pasar Cik Puan, Pasar Pagi Arengka, dan para pedagang asongan serta anak jalanan.

"Pedagang itu juga manusia yang hanya mencari sesuap nasi. tapi satpol PP sering memperlakukan kasar para pedagang. Maka kami menunutut agara Satpol PP dibubarkan," ujar peserta aksi lainnya, Wardi. (teb
ya dukung deh.....mariii...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda