Blogger Template by Blogcrowds

CARA MEMILIH SAHABAT yang "SEJATI"

Cara memilih seseorang yang ingin kita jadikan sahabat silahkan simak wasiat al-Qamah kepada anaknya.

Katanya: "Hai anakku, jika engkau perlu untuk bersahabat dengan seseorang maka pilih yang mempunyai sifat jika engkau melayaninya ia suka melindungi, jika engkau bersahabat dengannya, ia akan menjadi hiasan bagi dirimu dan jika engkau dalam keadaan kekurangan nafkah, ia suka mencukupi keperluanmu. .

"Pilih sahabat yang apabila engkau mengulurkan tanganmu untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu, jika ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, ia suka menghitung dan dianggapnya sangat berguna, sedangkan jika ia mengetahui keburukan dirimu lalu ia suka menutupinya.

"Pilih sahabat yang jika engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jika engkau diam, ia mulai menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan menimpa dirimu, ia suka membantu dan meringankan, ia suka membantu dan meringan kamu serta menghiburmu.

"Pilihlah sahabat yang jika engkau berkata, ia sukar membenarkan ucapanmu dan bukan selalu mempercayainya saja, jika engkau mengemukakan sesuatu persoalan berat, ia suka mengusahakannya, sedang jika engkau berselisih dengannya, ia suka sekali engkau berselisih dengannya, ia suka sekali mengalah untuk kepentinganmu. "

Saidina Ali menyatakan: "Sahabat yang sebenar-benarnya ialah orang yang di sampingmu. Ia suka menempatkan dirinya dalam bahaya demi untuk kesejahteraanmu. "

Saidina Ali membuktikan katanya dengan mengambil alih tempat tidur Rasulullah SAW ketika Baginda dan Saidina Abu Bakar merancang untuk berhijrah ke Madinah.

Walaupun Saidina Ali tahu risiko bakal dihadapinya karena pemuda Quraisy bercadang menyerbu rumah Rasulullah SAW dan membunuh Baginda, Saidina Ali sanggup menghadapi bahaya itu semata-mata atas dasar kepentingan keselamatan sahabatnya.

Contoh persahabatan lain yang boleh diteladani ialah antara Saidina Abu Bakar dengan Rasulullah SAW. Saidina Abu Bakar sentiasa mempercayai dan mengiyakan apa yang Rasulullah SAW katakan.

Ketika Rasulullah SAW menceritakan perjalanan Israk dan Mikraj kepada orang Makkah, mereka tidak mempercayai cerita Rasulullah SAW, malah menuduh Baginda pembohong.. Mereka berjumpa Saidina Abu Bakar untuk bertanya jika cerita itu benar atau sebaliknya.

Apabila Saidina Abu Bakar mendengar pertanyaan mereka, dengan tenang beliau bertanya: "Apakah benar Rasulullah SAW bercerita begitu". Mereka menjawab 'ya'. Maka tanpa ragu-ragu Saidina Abu Bakar menyatakan apa yang Rasulullah SAW katakan benar.

Sepanjang perjalanan dari Makkah ke Madinah, Saidina Abu Bakar sentiasa berada di depan dan di belakang Baginda SAW. Apabila Baginda bertanya hal ini, Saidina Abu Bakar menjawab:

"Aku berjalan di depanmu untuk memilih jalan yang baik selamat sementara aku berjalan di belakangmu untuk menjaga keselamatan daripada serangan musuh yang mengejarmu."

Perhatikan nasihat Abu Sulaiman mengenai pentingnya memilih sahabat seperti yang dianjurkan Islam. Katanya: "Jangan sekali-kali engkau bersahabat melainkan salah satu daripada dua orang ini. Pertama, orang yang dapat engkau ajar bersahabat dalam urusan duniamu dengan jujur dan kedua, orang yang dijadikan sahabat itu dapat menambahkan kemanfaatan dirimu untuk akhiratmu

3 Comments:

  1. icut-titang said...
    Johnson Manurung said...
    artikelnya luar biasa dan memberikan pencerahan serta ketentraman.
    Salam
    lina@home sweet home said...
    Bagus banget nih. Bisa jadi pedoman dalam memilih sahabat...

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda