Blogger Template by Blogcrowds

Heri, remaja yang sejak dini sudah mencium gelagat tidak baik dari Saefudin Jaelani.

Lain Rizki, lain pula cerita Heri. Rizki merupakan remaja calon bomber yang sempat bertemu Ibrohim, salah satu otak pengeboman di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, dan diduga gagal direkrut Saefudin Jaelani. Heri, remaja yang sejak dini sudah mencium gelagat tidak baik dari Saefudin Jaelani.

"Saya sempat mau ikut dengan Dani dan Ustad Saefudin Jaelani," kata Heri saat pemakaman Dani Dwi Permana, bomber JW Marriott, di komplek pemakaman Telaga Kahuripan, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 12 Agustus 2009 kemarin.

Heri merupakan salah satu dari 15 remaja yang diduga akan direkrut Saefudin Jaelani menjadi pengantin alias pelaku bom bunuh diri. Remaja berkacamata yang seumuran Dani ini sempat mencium gejala yang tidak baik di antara keduanya, Saefudin Jaelani dan Dani.

"Ketika saya melihat ada yang tidak beres dengan Pak Ustad, saya langsung menjauh," ujar Heri. Menurut Heri, sesuatu yang janggal itu misalnya seperti tiba-tiba ingin membawa dirinya ke Jakarta.

"Ngajak ke Jakarta untuk mencari sesuatu. Tapi waktu itu tidak ada ajakan jihad," kata Heri yang tak menyangka rekannya ternyata salah satu pelaku bom yang menewaskan sembilan orang dan melukai 55 lainnya itu.

Sebelumnya, menurut keterangan Wakijo, penjaga keamanan Telaga Kahuripan, Rizki sebenarnya ada di komplek ini. "Tetapi dia sangat syok dengan peristiwa ledakan bom. Apalagi pelakunya diketahui temannya sendiri, Dani," kata Wakijo kepada VIVAnews.

Diberitakan sebelumnya, Ustad SJ diduga mendekati 15 remaja untuk dijadikan calon pengantin. Tetapi hanya dua yang berhasil di boyong ke Jakarta untuk bertemu jaringan teroris yang diduga Ibrohim, yakni Rizki dan Dani.

Keduanya dibawa sepekan sebelum peristiwa ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Namun, beberapa hari sebelum terjadi ledakan, hanya Danni yang tidak kembali lagi.

6 Comments:

  1. Ivan Kavalera said...
    Tulisan mantap, bung. Say no to terrorism.
    yanuar catur rastafara said...
    siapapun yang berbau teroris,,aku tidak setujuuuu
    Miawruu said...
    Ya Allah... tu orang.... dah memutuskan amsa depan anak2 aja. ngajak2 bunuh diri dg cara menipu mereka. Sungguh memuakkan mereka melakukan ini atas nama Islam. Mana ada email dari nurdin M top lagi, kalo dia bakal ngelakuin 4 pemboman lagi buat turis2 Amerika di Indonesia.

    Napa sih... ngincar Indonesia mulu. Tempat asalnya kan juga tmp pariwisata juga. Napa cuma neror di sini aja... Grrrrr

    sory jadi mere2, kesel banget ma tu teroris. Pengecut merekanya, menyerang diam-diam terhadap orang ga bersenjata dan ga dalam masa perang. Pengen bejek2 deh!!!
    Perempuan Rumahan said...
    Berarti mereka direkrut dengan cara ditipu dong.. Bukan karena dengan kerelaan hati. Jangan-jangan ada unsur hipnotisnya juga..
    Tips Keluarga said...
    Berarti nasibnya memang mesti beda, antara Heri dan Dani.

    Terimakasih tulisannya yang menarik ini :)
    sibin said...
    Beruntunglah Mas Heri itu tidak jadi direkrut.
    Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

Post a Comment



Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda