2009-07-01 10:40:36 wib
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya Selasa (30/6) malam, menahan mantan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ditjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, Djoni Anwir Algamar. Djoni ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan kapal patroli di Departemen Perhubungan.
"Yang bersangkutan ditahan di rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6) malam. Johan Budi juga menjelaskan bahwa Djoni diduga menerima sejumlah hadiah atau janji berkaitan dengan pengadaan kapal patroli di Departemen Perhubungan.
Karena itu, Djoni dijerat dengan pasal 5 ayat (2) atau pasal 11 atau pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Djoni terlihat keluar dari gedung KPK pukul 21.50 WIB. Ketika wartawan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan, Djoni hanya tersenyum tanpa mau menjawab pertanyaan wartawan. Djoni yang menutup mulutnya rapat-rapat langsung memasuki mobil tahanan dengan pengawalan sejumlah petugas KPK.
Djoni Anwir Algamar disebut-sebut dalam sidang dugaan suap proyek pembangunan kapal patroli yang melibatkan anggota DPR Bulyan Royan dan pengusaha Dedy Suwarsono.
Dalam dakwaan Tim Penuntut Umum untuk perkara Dedi Suwarsono menyebutkan, kasus itu bermula ketika terjadi pertemuan antara Dedy Suwarsono, Bulyan Royan, beserta dua pejabat Ditjen Perhubungan Laut, yaitu Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Operasional, Tansean Parlindungan Malau dan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Djoni Anwir Algamar.
Dalam pertemuan itu, Bulyan Royan meminta kepada rekanan yang akan ditunjuk sebagai pelaksana pengadaan kapal patroli untuk memberikan dana kepadanya sebesar delapan persen dari nilai kontrak. Selain itu, Bulyan juga meminta pengusaha untuk menyetor dana Rp250 juta per paket.
Setelah pertemuan itu, Dedy Suwarsono memutuskan mengambil satu paket pengadaan, yaitu paket C berupa pengadaan 4 unit kapal patroli kelas III tipe FRP panjang 28,5 meter, dengan nilai Rp23,6 miliar.
Atas kesepakatan dengan Bulyan, Dedy menyerahkan uang Rp250 juta dalam tiga tahap, yaitu Rp100 juta pada 6 Agustus 2007, Rp50 juta pada 10 September 2007, dan Rp100 juta pada 4 Oktober 2007.
Setelah itu, Dedy bersama perusahaannya, PT Bina Mina Karya Perkasa ditetapkan sebagai pelaksana proyek.
Lantas pada Mei 2008, Dedy menemui Djoni Anwir Algamar dan Tansean Parlindungan Malau di Departemen Perhubungan untuk mengurus sejumlah dokumen administratif. Dalam pertemuan itu, Dedy menyerahkan Rp7,5 juta dan dua ribu dolar AS kepada Malau dan Rp5 juta kepada Algamar.
Uang itu sebagai imbalan untuk mengatur agar PT Bina Mina Karya Perkasa milik terdakwa menjadi rekanan yang mendapatkan proyek pengadaan kapal patroli tersebut.
nit/yk
Bangkitnya Film Indonesia Sinyal Positif Industri Pariwisata
1 komentar Diposting oleh Unknown di Kamis, Juli 02, 2009Kamis, 02/07/2009 18:31 WIB
Bandung - Menbudpar Jero Wacik menyatakan bangkitnya perfilman Indonesia sejak 2008 adalah sinyal positif bagi pariwisata Indonesia. Dia berharap jumlah produksi film Indonesia yang berkualitas makin banyak setiap tahunnya.
"Sekarang saya lihat sudah hampir 90 film diluncurkan setiap tahunnya. Tapi jangan sampai seperti dulu, sampai mengembalikan piala, nanti saya balik suruh jadi penilai," kata Wacik saat sambutannya dalam Studium General STIEPAR YAPARI AKTRIPA Bandung 'Meninjau Kepariwisataan Masa Lampau dan Masa Yang akan Datang' di STIEPAR Yapari Jalan Sutami No 81-83 Bandung, Kamis (2/7/2009).
Dia mengatakan perfilman Indonesia mulai bangkit sejak 2008. Hal itu dinilai sinyal positif bagi pariwisata Indonesia.
"Ini adalah potensi positif yang harus kita dukung, beberapa waktu lalu saya mengundang presiden SBY untuk nonton bareng film Indonesia. Kalau presiden saja sudah nonton, duta besar negara-negara lain pasti ikut tertarik," tutur Wacik.
"Dulu, periode 80-an sampai 90-an begitu banyak film Indonesia yang berkelas dan layak tonton, namun sejak akhir 90 hingga 2000-an awal film Indonesia seolah mati suri. Tidak ada Festival Film Indonesia (FFI), baru ada lagi semenjak 2004," sambungnya.
Wacik menambahkan film adalah salah satu potensi bangsa yang bisa mendongkrak kepariwisataan Indonesia. "Coba saja, kalau ada film-film yang merepresentasikan dengan baik budaya bangsa kita beserta potensi-potensi wisatanya maka secara tidak langsung potensi wisata
kita akan terdongkrak," tutur Wacik.
(dip/ern).
Menakertrans: Pengiriman TKI Tak Harus Distop Total
1 komentar Diposting oleh Unknown di Rabu, Juli 01, 2009
Kamis, 02/07/2009 12:14 WIB
Jakarta - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno menilai pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja di luar negeri tidak harus dihentikan secara keseluruhan. Sebab, setiap warga negara punya hak untuk bekerja di luar negeri.
"Ketika semua harus dihentikan, itu saya terus terang saja bahwa warga negara kita punya hak, ada hak warga negara yang mau bekerja di luar negeri," kata Erman Suparno di kantor Depnakertrans, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2009).
Menurut Erman, berbagai kekerasan yang terjadi terhadap para TKI, terutama perempuan tidak harus ditanggapi secara emosional.
"Kasus memang harus kita respon dan kita menuntut atas kasus itu," ujar dia.
Lebih lanjut, Erman mengimbau kepada masyarakat yang akan bekerja di luar negeri agar menjalankan prosedur ketenagakerjaan.
"Boleh bekerja di luar negeri tapi tolong disiplin. Jangan main ilegal karena di sana berat. Undang-undangnya beda, masyarakat beda, dan jangan gampang tergiur," paparnya.
Erman juga membantah bahwa opini masyakat yang berkembang tentang tidak adanya lapangan kerja yang tersedia di dalam negeri.
"Setiap Job Fair tiap 3 bulan diadakan di dalam negeri masih ada lowongan 70% tidak terisi. Jangan ngomong tidak ada pekerjaan di dalam negeri," cetus Erman.
Oleh karenanya, Erman mengimbau agar pendidikan masyarakat difokuskan pada keterampilan dan pengolahan sumber daya alam dalam negeri.
"Yang masalah cuma pada TKI kita. Kalau profesional yang bekerja di luar negeri kan tidak ada masalah," pungkasnya.
(fiq/aan)
....kayanya tenaga kerja nggak mesti di export deh.....
Perhelatan sepakbola copa dji sam soe,telah berakhir dan dimenangi oleh sriwijaya fc
sebuah kompetisi di dunia olahraga sepakbola di negeri ini.
olahraga merupakan dunia yang menjunjung sportifitas,dan olahraga adalah olahraga yang mana mengacu pada sportifitas...tapi sayang pada pertandingan final tersebut kita masih saja menyaksikan sebuah tontonan yang lepas dari aksi sportifitas tersebut.
Para juara sebenarnya bukan ditentukan pada kalah dan menang, kemenangan dan kekalahan sebenarnya nggak penting, yang paling penting adalah mental,dan seorang juara mesti memiliki mental juara, dan seorang profesional mestilah memiliki mental profesional.
dan sang juara ditentukan oleh mental juara, dan apabila sang juara nggak memiliki sebuah mental juara,maka sebutanya akan menjadi seorang pecundang, mana mungkin sih di dunia ini ada dua juara, dan mana mungkin ada dua matahari......jadi kesimpulanya yang penting adalah SIKAP MENTAL, menang kalah, gagal dan sukses adalah relatif.
Hal diatas adalah berupa cerminan sikap mental dari bangsa kita, nah bagaimana merubah sikap mental tersebut.........adalah kembali kepada sebuah yang namanya pendidikan,serta wawasan dan kembali kepada norma norma sebagai manusia dan sebagai makhluk sosial,yang saling membutuhkan.
.....trims deh....
Kayanya ujian paket C dibeberapa daerah dilakukan hari ini,ujian ini bertujuan untuk yang nggak lulus ujian UAN,agar siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurut hemat saya nih...paket c tersebut cukup buat yang kurang beruntung,ato buat yang putus sekolah,sebab kalo buat yang nggak lulus uan, adalah suatu kesalahan terbesar dalam hidup,...kenapa....dunia pendidikan sebaiknya nggak perlu ada tawar menawar,hal itu disebabkan karena pentingnya sebuah pendidikan, rendahnya mutu pendidikan adalah gejala kebodohan dan kebodohan adalah gerbang kemiskinan. Bagu peserta Uan yang nggak lulus sebaiknya disarankan mengulang aja deh,...dan bekerja lebih keras aja....hidup emang nggak lepas dari kerja keras dan otak cerdas,kecerdasan dituntut untuk suatu kerja keras , sebab tanpa kecerdasan kerja keras nggak bakalan menghasilkan sebuah hasil yang maksimal..tentu kita semua ingin hasil yang maksimal.
Sebuah realita dimana bangsa kita masih di jajah, dan kita sampe saat ini hanya dijadikan target pasar dari siapa dan entah siapa, dan ekonomi kita masih ditentukan oleh seseorang,sebagai contoh,bila anda seorang pegawai kehidupan anda adalah ditangan bos anda,dan bila anda seorang pengusaha kehidupan anda ditentukan oleh kondisi dan musim yang terjadi di sekitar anda.. dengan realita tersebut, kita dihadirkan jadi sebuah individu yang menggantungkan nasib pada sesuatu,bukankah kita diciptakan untuk mandiri, dan bukankah kita bisa untuk mandiri,...dan hal itu kembali disebabkan karena pendidikan....sekali lagi PENDIDIKAN.
Dan tidak ada kata kompromi pada dunia pendidikan......titik...
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda







