Blogger Template by Blogcrowds

Dari Abu Musa r.a katanya, Nabi s.a.w bersabda:
”Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan yang Allah mengutuskan aku untuk menyampaikannya seperti hujan lebat jatuh ke bumi. Bumi itu ada yang subur menghisap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras, tidak menghisap air sehingga tergenang. Maka Allah memberi manfaat dengan ia kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercucuk tanam. Dan ada pula hujan yang jatuh ke bahagian lain iaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama yang mahu memanfaatkan apa yang aku disuruh Allah menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Dan begitu pula perumpamaan orang yang tidak mahu memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya.”
(Bukhari)

Salah satu kelemahan dalam menulusuri jejak sejarah diminangkabau adalah tentang sumber yang tidak otentik atau sumber yang kebenarannya secara ilmiah diragukan, akan tetapi dalam hal lain komunitas minangkabau sendiri merupakan kumpulan masyarakat yang sangat unik dalam memelihara sejarah mereka, walaupun sejarah tentang hikayat apapun dinegeri ini tidak pernah ditulis secara sistemais dalam satu literatur tertentu akan tetapi pendahulu atau nenek moyang orang Minang mewarisi cerita-cerita yang berkembang dimasyarakat melalui kaba dari mulut kemulut. Kaba ini sangat popular ditengah masyarakat Minang dengan TAMBO ALAM MINANGKABAU.

Tidak jauh berbeda dengan sejarah suku2 yang ada diMinangkabau termasuk sejarah tentang eksistensi suku Jambak yang berkembang disemua pelosok yang ada negeri ini, Merupakan suatu hal yang terkait dengan sejarah perjalanan suku tersebut tidak dapat dipetik dari satu sumber tertentu yang otentitasnya dapat dipercaya, akan tetapi dari perjalanan saya kebeberapa wilayah diSumaterabarat sampai ke Riau daratan dan Jambi ada beberapa kesimpulan yang dapat dipetik dari perjalanan panjang tersebut ditambah dengan beberapa refensi yang tertuang dari karya ilmiah tentang Minangkabau dan artikel-artikel media masa.

Pada awalnya terbentuknya suku diMinangkabau diyakini banyak penduduk Minang bersumber dari dua suku yaiu Koto Piliang dan Bodi Caniago, karena pertambahan jumlah penduduk dan banyaknya berdiri kampuang-kampuang baru dinegeri ini ditambah dengan pengembangan budaya yang muncul dari masing-masing nagari waktu itu, mulailah kelompok suku tersebut terpecah kepada beberapa bahagian menurut garis keturunan ibu. Diantaranya adalah Koto Piliang berkembang menjadi suku Koto dan suku Piliang, begitu juga dengan Bodi Caniago berkembang jadi suku Bodi dan suku Caniago dan suku-suku tersebut terus berkembang sampai menjadi puluhan bahkan ratusan suku.

Perkembang wilayah di Minangkabau dari taratak yang akhirnya menjelma jadi Koto, maka seiring dengan itu berkembang pulalah suku-suku yang ada, dimana asal muasalnya adalah dua suku besar tersebut.

Berbeda dengan keberadaan suku Jambak di Minangkabau bahwa kehadiran suku ini tidak berakar pada dua suku yang ada sebelumnya akan tetapi suku Jambak merupakan suku pengembara yang datang dari tanah Tiongkok. Kehadiran suku dari tanah seberang tersebut sampai menyebar ke wilayah daratan Minangkabau.

Wilayah pertama yang mereka kunjungi adalah daerah Agam tetapnya di Koto Tuo Balaigurah Ampek Angkek. Ada satu kampuang kecil disana dihuni oleh sekelompok suku yang datang dari Turkistan (Bekas Unisovyet), penduduk yang tinggal diwilayah Koto Tuo tersebut adalah cikal bakal lahir suku Sikumbang. Orang sikumbang masih satu bangsa dengan pendatang yang ada di Luak Nan Tuo akan tetapi mereka berbeda keturunan dan tidak satu tampek hinggok, artinya bangsa Turkistan yang datang kewilayah Sumaterta sebahagian ke Tanah Data sebahagian kecil ke Tanah Agam (Koto Tuo Balai Gurah).

Kebiasaan orang tiongkok yang melakukan pengembaraan dengan system ekspansi itu terjadi di Koto Tuo, Kelompok yang mengembara tersebut dikenal dengan turunan suku Champa, mereka datang dengan seorang pimpinan Raja perempuan yang bernama Hera Mong Champa. Satu riwayat mengatakan Hera Mong Champa datang dari Mongolia, pendapat lain mengatakan dari Siam (Thailand). Mereka datang dengan berpakaian serba merah dengan umbul-umbul yang berlambang harimau dan ini juga cikal bakal lambang Kabupaten Agam dengan harimaunya serta sirah benderanya.

Hera Mong Champa adalah sosok yang sangat kejam dan sangat konsisten dengan aturan, bahkan dia pernah membunuh sendiri anak laki-lakinya karena melanggar aturan dalam suku mereka. Kekejaman suku Hera Mong Champa ini akhirnya melegenda sampai saat ini, hal tersebut dapat kita dengar ketika orang-orang tua memarahi anaknya dengan lost control sering melontarkan kata-kata “Dicabiak Harimau Campo Lah Ang Baa”. Artinya keganasan Hera Mong Champa akhirnya menjelma dengan sebutan Harimau Campo.

Orang Tiongkok pada waktu itu mempunyai kebiasaan berperang, kedatangan mereka di ranah Koto Tuo pun dilakukan dengan peperangan. Dari perjalanan panjang suku Champa di tanah Agam akhirnya membuahkan hasil dengan menyingkirnya penduduk yang mendiami Koto Tuo sebelumnya dan mereka hidup berkembang diwilayah tersebut sampai menyebar kebeberapa daerah diMinangkabau.

Sebahagian pendapat mengatakan penduduk yang mendiami Koto Tuo sebelum bangsa Tiongkok datang diperbolehkan tinggal didaerah asal mereka dengan sarat mengikuti aturan-aturan orang Champa dan sebahagian pindah ke daerah Kayu Tanam Pariaman dan kelompok ini yang berkembang menjadi Suku Sikumbang di Pariaman sampai ke wilayah Pesisir Selatan. Artinya Suku Sikumbang bukan bahagian dari Suku Bodi Caniago Maupun Koto Piliang hanya saja sama-sama kaum yang datang dari daerah yang sama yaitu Turkistan.

Jauh sebelum dikenalnya nama Minangkabau, kehadiran suku Champa sudah menyebar diwilayah Agam setelah mereka mengalah kan para pengembara Turkistan, menurut satu cerita keberadaan suku camapa ditanah Agam terjadi sebelum pindahnya kaum Koto Piliang ke Luak Limo Puluah Koto, itu makanya tanah Agam dikenal sebagai Luak nan tangah.

Karena proses panjang eksistensi pengikut Hera Mong Champa di tanah Agam, terjadilah perubahan sebutan dari suku Champa menjadi suku Jambak, sama halnya dengan kisah Payokumbuah yang konon berasal dari kata Payau Kumuah.

Pemekaran wilayah pertama oleh suku Jambak adalah ke daerah Panampuang (salah satu nagari di Kec. Ampek Angkek) dan setelah itu menyebar sampai keseluruh wilyah lainnya. Saya pernah menemui ada sekelompok masyarakat dengan mayoritas suku jambak di Pasaman dan di Lubuak Aluang Pariaman, bahkan sampai ke daerah Bangkinang serta Taluak Kuantan.

Kabiasaan suku jambak diantaranya adalah
1. Mereka suka hidup berkelompok sesama orang jambak.
2. Apabila melakukan kegiatan manaruko atau membuka lahan baru, maka wilyah tersebut diberi nama sesuai dengan nama suku mereka, tidak heran kalau disetiap wilayah yang ada di Sumatera Barat ada kampuang dengan sebutan kampuang jambak.
3. Secara genetic mereka pada saat usia lanjut mengidap penyakit tuli.
4. Dalam masyarakat suku ini lebih banyak menurut dan lebih banyak diam artinya tidak suka neko-neko.
5. Hal yang diluar nalar kita adalah apabila melakukan pesta sering datang hujan, konon cerita ini adalah persumpahan Hera Mong Champa ketika kemarau panjang yang melanda daerah mereka. Sehingga memohon pada Tuhan agar diturunkan hujan pada saat butuh hujan dan kebetulan waktu itu mereka sangat butuh hujan karena akan melaksanakan pesta.

Berkembangnya suku Jambak juga sama sepeti suku-suku yang berkembang di Luak Tanah Data, suku Jambak juga berkembang menjadi beberapa bahagian. Menurut pendapat yang paling kuat adalah suku Jambak berkembang menjadi empat suku sekalipun ada yang berpendapat suku Jambak berkembang menjadi tujuh suku, ini juga disitilahkan dengan Jambak Tujuah Janjang, akan tetapi yang baru saya temui turunan suku Jambak baru empat nama lain.

Salah satu suku jambak yang berkembang adalah:
1. Suku Salo
2. Suku Kateanyia
3. Suku Harau
4. Suku Patopang


Sakitu dulu dari ambo
Kok ado salah jo gawa
Talabiah takurang pado Allah ambo minta maaf pada nan banyak ambo minta ampun
Wassalam.

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Sumatera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walaupun masyarakat Mentawai diduga telah ada pada masa itu, tetapi bukti-bukti tentang keberadaan mereka masih sangat sedikit.

Masa Prasejarah

Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas, Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang ditemukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau.

Penafsiran ini beralasan, karena dari luhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pulau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu.

Nenek moyang orang Minangkabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (Indochina) mengarungi Laut Cina Sela¬tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta peradaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang.
Percampuran dengan para pendatang pada masa-masa berikutnya menyebabkan tingkat kebudayaan mereka jadi berubah dan jumlah mereka jadi bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berbagai bagian Sumatera Barat yang lainnya.

Sebagian pergi ke utara, menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara mereka yang menyebar ke bagian barat, terutama ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan.

Kerajaan-kerajaan Minangkabau

Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lain Kesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Patah, Kerajaan Sungai Pagu, Kerajaan Dusun Tuo, dan Kerajaan Bungo Setangkai. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung.

Kerajaan Malayu

Kerajaan Malayu diperkirakan menjadi kerajaan pertama yang didirikan oleh orang Minangkabau. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa kata Minangkabau sendiri berarti dua sungai, merujuk pada sebuah kerajaan yang berdiri diantara dua buah sungai, yakni kerajaan Melayu yang terletak di tepian sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini dihancurkan oleh pasukan dari Sriwijaya pada tahun 683. Dari reruntuhan kerajaan ini, berdirilah kerajaan Dharmasraya yang beribukota di daerah Kabupaten Dharmasraya saat ini. Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari, membawa dua putri Minangkabau yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Kedua putri tersebut dinikahkan dengan pewaris kerajaan Singasari. Dara Petak dinikahkan dengan Raden Wijaya sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua pasangan itu lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Raja Adityawarman yang menjadi raja Pagaruyung.

Kerajaan Pagaruyung

Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra¬ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Adityawarman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di¬percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya.

Adityawarman adalah tokoh penting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pemerintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kontribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Terbukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa¬riangan, Padang Barhalo, Candi, Biaro, Sumpur, dan Selo.

Sejarah Sumatera Barat sepeninggal Adityawarman hingga perte¬ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su¬matera Barat dengan dunia luar, terutama Aceh semakin intensif. Sumatera Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memonopoli kegiatan perekonomian di daerah ini. Seiring dengan semakin intensifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam.

Syekh Burhanuddin dianggap sebagai penyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan agama Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh.

Masuknya bangsa Eropa

Pengaruh politik dan ekonomi Aceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak¬puasan ini akhirnya diungkapkan dengan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya.

Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelancong berkebangsaan Perancis yang bernama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Barat yang pertama datang dengan tujuan ekonomis dan politis adalah bang¬sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pantai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belanda, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu juga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris.

Perang Padri

Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda.
Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam.

Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap.

Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838.

Dari Perang Padri sampai Perang Belasting

Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda.

Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda.

Sebagaimana di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial Belanda.

Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan.

Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus.

Gerakan Islam Modernis di Minangkabau

Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya.

Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain seperti H. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya.

Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan, menentang taqlid buta, dan merangsang sikap kebebasan berpikir. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang.

Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. Selain pendirinya H. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum, seperti matematika, ilmu falak, ilmu bumi, kesehatan dan pendidikan. Kedua sekolah ini berhubungan erat.

Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur, Djamaluddin Tamin, H. Dt. Batuah, H.R. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini.
Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. Datuk Batuah. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib.

Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional.

Gerakan Partai Komunis Indonesia

Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin, Natar Zainuddin dan Dt. Batuah ditangkap Belanda.

Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang, meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat, Barisan Muda, menyebar ke seluruh Sumatera Barat. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang.

Sulaiman Labai, seorang saudagar, mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang, Sawahlunto pada 1915. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis, IPO.

Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali, yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925.

Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. Para aktivis komunis ditangkap, baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul.

Sumatera Barat: 1930-an

Merebaknya partai-partai politik

Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. Atas prakarsa H. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan, lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah.

Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat.

Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru.

Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru, berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat, pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia, disingkat Permi. Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat, dan menyebar ke Aceh, Tapanuli, Riau, Jambi dan Bengkulu. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said, Iljas Jacub, Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib.

Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928, dan PNI Baru. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat.

Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman.

PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar, meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936.

Penumpasan

Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian, kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937.

Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. Sukarno diasingkan ke Flores, Hatta dan Sjahrir ke Digul. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas Intelijen Inggris. Tan Malaka, pimpinannya, lolos.

Pendudukan Jepang

Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang.

Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat, Riau dan Jambi. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng

Dari Abu Musa r.a katanya, Nabi s.a.w bersabda:
”Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan yang Allah mengutuskan aku untuk menyampaikannya seperti hujan lebat jatuh ke bumi. Bumi itu ada yang subur menghisap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras, tidak menghisap air sehingga tergenang. Maka Allah memberi manfaat dengan ia kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercucuk tanam. Dan ada pula hujan yang jatuh ke bahagian lain iaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama yang mahu memanfaatkan apa yang aku disuruh Allah menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Dan begitu pula perumpamaan orang yang tidak mahu memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya.”
(Bukhari)

Hudzaifah bin Al-yad al-Ghifary berkata, ketika kita membahas datang kepada Nabi kita Muhammad dan berkata, "Apa yang kalian bicarakan?"
Lalu kami berkata, "Kami membahas tentang Kebangkitan."
Firman Rasullah S.A.W. "Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: --

1. Asap
2. Dajjal
3. Binatang hidup di tanah
4. Terbitnya matahari barat
5. Turunnya Yesus
6. Pelepasan Gog dan Magog
7. Gerhana di timur
8. Di mana pun di barat
9. Mana pun Semenanjung Arab
10. Sekresi dari kota Yaman api mendorong orang iringan mereka.

Antikristus berarti bahwa tidak ada bahaya bahaya semacam itu sejak Adam sampai hari kiamat. Antikristus hanya bisa membuat hal-hal di luar biasa.Dia klaim sebagai Allah, yang buta mata dan di antara kedua matanya tertulis kata-kata 'Ini adalah orang-orang kafir'.

Asap akan memenuhi timur dan barat, hal itu akan terjadi selama 40 hari. Ketika orang-orang percaya bahwa asap yang terinfeksi, maka akan terpengaruh oleh flu seperti bersin, sementara orang-orang kafir yang diangkat sebagai mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

Binatang reptil dikenal sebagai Dabatul Ard akan keluar di kota Mekah dekat gunung shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Ard Dabatul staf akan membawa Musa AS dan cincin Sulaiman AS
Ketika hewan ini dahi untuk memukul stafnya yang percaya bahwa mereka akan tertulislah di dahi orangitu 'Ini adalah orang-orang yang beriman'. Ketika tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir akan tertulislah 'Ini adalah orang-orang kafir'.

Keturunan Yesus. Di negara bagian AS Suriah di menara putih, ia akan membunuh Dajjal. Kemudian Yesus akan membawa syariah Muhammad AS

Gog dan Magog akan keluar, ini adalah dua kelompok. Sebuah kelompok kecil dan satu kelompok besar. Gog dan Magog sekarang di belakang retensi dikembangkan oleh Alexander Zulqarnain. Ketika mereka dikeluarkan, jumlah tidak dihitung banyak, jadi jika air Thahatiahdiminum akan hidup walaupun tidak akan turun.

Rasulullah berkata, "Jam akan memiliki tanda-tanda, dimulai dengan penjualan tidak menjual di pasar, sedikit hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan.Ghibah memburuk di mana-mana, makan riba, perzinahan banyak anak-anak, orang kaya diagung-agungkan, pelaku kejahatan akan berbicara keras di masjid, anggota yang lebih memalukan anggota terkemuka haq "

Ali bin Abi Thalib berkata, akan datang pada suatu waktu di mana Islam adalah satu-satunya nama yang akan hidup sendirian, satu-satunya bentuk agama saja, Al-Quran hanya dapat dibaca saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi mengingat Allah Asma menyebutkan. Orang-orang yang paling jahat pada zaman itu adalah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah bahwa mereka akan kembali ke juga.Dan semua ini adalah tanda-tanda kiamat. "

Sabda Rasullah SAW, "Ketika orang-orang menolak properti tanpa perang sah yang membuat distribusi rotasi, akan diamanatkan sebagai rampasan, seperti pinjaman jatuh tempo, untuk belajar dari agama-agama lain, orang-orang yang setia kepada istrinya, menderhakai ibunya, lebih dekat dengan teman dan menjaga ayahnya, suara-suara keras di masjid-masjid, pemimpin yang dipilih pemberontak, yang akan dihormati sebagai yang ditakuti dan tindakan jahat dan bukan karena aniayanya bertakwalah kepada Allah, maka semua adalah tanda-tanda kiamat. "

Tanda - tanda kiamat menceritakan kejadian yang terjadi beberapa, yaitu:

1. Doa harus dibiarkan.
2. Banyak gedung tinggi mencakar langit.
3. Jadi pemimpin jahat.
4. Tidak percaya dan salah.
5. Penzinaan luas dan digunakan sebagai hidup.
6. Hal-hal yang melanggar hukum halal.
7. Muslim dan banyak yang kehilangan keluar dari keyakinan Ahlussunnah Waljama'ah.
8. Sarjana 'kepentingan untuk menjual agama sebagai dunia.
9. Pengkhianat orang diberi kepercayaan dan kepercayaan sisihkan.
10. Alat musik yang dimainkan oleh umat Islam yang ilegal.
11. Jadi minum anggur setiap hari.

Landasan dalam Qur’an:

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2 : 62)

Riwayat Asbabun nuzul ayat Qur’an tersebut sbb:

” ada seorang sahabat nabi Muhammad (fulan) bertanya kepada nabi, “Bagaimana nasib sahabatnya yang beragama yahudi, nasrani, shabiin kelak di hari pembalasan? Nabi pada awal menjawab, “mereka semua tidak akan selamat.” Mendengar sabda nabi itu si fulan bermuram durja mukanya. Kemudian turunlah ayat (QS. 2: 62) tersebut tu mengingatkan kepada nabi Muhammad bahwa hanya Allah-lah yg berhak mengklaim keselamatan seseorang di hari pembalasan kelak. selanjutnya kala menerima ayat itu Muhammad segera sadar dan meralat sabdanya kepada fulan dengan membacakan ayat itu. Maka, sahabat tersebut langsung berwajah cerah dan berbahagia.

dalam hadist ini:

“Dari Miqdad bin ‘Amr ; ia pernah bertanya kepada Nabi : Bagaimana jika ia berperang dengan kaum kafir, lalu berkelahi dengan seorang diantaranya hingga tangannya terputus dan dalam satu kesempatan sang musuh berhasil dijatuhkan lalu saat akan dibunuhnya dia berseru “Aslamtu lillah” – aku Islam kepada Allah – namun masih dibunuhnya, apa jawab Nabi ?

- Jangan kau bunuh dia, jika kau bunuh dia maka sesungguhnya dia sudah berada dalam kedudukanmu sebelum engkau membunuhnya, yaitu seorang Muslim, sedangkan kamu berada dalam posisinya sebelum dia mengucapkan kalimat itu (yaitu kafir).; lalu dijawab oleh Miqdad bahwa pernyataan orang itu hanya untuk menghindari pembunuhan saja, jawab Nabi lagi, bahwa dirinya diutus Allah tidak untuk menghakimi hati seseorang.”

dari dua landasan Qur’an dan Hadist di atas Islam mengajarkan dengan pasti bahwa:

1. Muhammad diutus Allah tidak untuk menghakimi hati seseorang..
2. Keselamatan seseorang di akherat kelak adalah mutlak hak Allah semata.
3. Islam melarang mengkafirkan secara sembarangan seseorang.
4. Orang mukmin, yahudi, nasrani, shabiin, majusi dll sebagai seorang manusia mempunyai derajat yg sama di mata Tuhan..
(wallahu a’lam bishowab…)

Berkat Surah Al-Ikhlas

Ketika Memulai Kerja

Baca kalimat ini sebelum Anda memulai sesuatu pekerjaan hanya karena membaca akan pergi ke neraka dan setan dalam tubuh kita dan di sekitar kita, mereka akan berlari keluar umpama cacing kepanasan.

Sebelum memasuki rumah-rumah

Sebelum Anda memasukkan rumah, membaca Surah Al-Ikhlas (3 kali. "Masuklah rumah dengan kaki kanan dan dengan membaca bismillah .. salam hibah kepada anggota rumah dan jika tidak ada orang di rumah memberi salam karena malaikat rumah akan merespon ..
Salam membaca doa sebagai yang pertama (seharusnya) yang dibaca pada akhir doa-doa akan membantu kita menjawab pertanyaan dari kuburan. Ketika malaikat memberi hormat, yang jarang terjadi sulit untuk menjawab doa akan menjadi salam. Tetapi bagi mereka yang berdoa secara teratur, praktek salam diucap di akhir doa-doa akan menolongnya menjawab salam malaikat.

Ketika sakit

SA.W firman Allah yang artinya: Barangsiapa yang membaca surat Al-Ikhlas selama sakit sampai dia meninggal, dia tidak akan membusuk di kubur mereka, ia akan selamat dari kesempitan kuburnya dan para malaikat dengan sayap akan membawa mereka ke seberang jembatan dan kepala siratul Mustaqim ke surga. Jadi dijelaskan dalam Tadzikaratul Qurthuby).

Khatam al-Quran

Rasulullah bertanya sebuah teka-teki kepada para pengikutnya: "Siapa di antara kalian dapat menutup Al-Qur'an dalam waktu dua-tiga menit? Tidak seorang pun dari sahabatnya yang menjawab. Saiyidina Ummar kenyataan bahwa tidak mungkin untuk mengatam Al-Qur'an dalam begitu cepat.
Saiyyidina kemudian Ali mengangkat tangannya. Saiyidina Ummar pidato Saiyidina Ali bahwa Saiyidina Ali (yang sedang kecil pada waktu itu) tidak tahu apa yang dia katakan itu. Jadi Saiyidina Ali Al-Ikhlas diucapkan tiga kali. Rasulullah SAW menjawab dengan mengatakan bahwa Saiyidina Ali benar.
Membaca surat Al-Ikhlas sekali hadiah sama dengan
Buku membaca 10 jus. Lalu dengan membaca Surah Al-Ikhlas tiga kali qatamlah Quran karena sama dengan 30 jus membaca Alquran.

Reward belajar

Ibnu Abbas berkata r.a. bahwa Nabi telah berkata: Ketika saya (Rasulullah SAW) Induk ke surga, lalu aku melihat Arasy di atas 360,000 sendi dan jarak antara gabungan untuk perjalanan bersama adalah 300,000 tahun. Pada setiap sendi ada sahara bidang lapangan dan 12.000 masing-masing daerah adalah wilayah Sahara timur ke barat.
Dalam setiap bidang ada sahara 80,000 malaikat yang semua membaca surat Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca bab sehingga mereka berkata: Ya Tuhan kami, pahala membaca kita berikan kepada orang-orang kita yang membaca surat Al-Ikhlas itu baik laki-laki atau perempuan.
Firman Allah SAW bersabda: Demi Allah, jiwa ditanganNya, sesungguhnya Qul Huwallahu Ahadu yang tertulis di dalam sayap malaikat Jibril a.. 'S, Allahhus somad yang tertulis di dalam sayap seperti malaikat Michael, Lamyalid walam yuulad tertulis pada sayap malaikat Izrail a.. 's, Walam yakullahu kufuwan ahadu tertulis di sayap malaikat sebagai Israfil

Catatan

Jika teman-teman Anda ingin mengumpulkan saham akhirat, lewat pengetahuan ini kawan2 lain. Ketika Nabi SAW: 'Beri pesananku walaupun satu ayat'. Ketika kematian anak Adam, satu-satunya 3 hal yang akan dibawa bersama-sama: (1) sedekah / amal jariahnya, (2) Doa anak-anak dari kebenaran dan (3) Pengetahuan tentang makna yang berguna untuk orang lain.

biar kita rada bersih lho sobb...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda