Blogger Template by Blogcrowds

Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005, Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia terdiri dari 8 hal. 1. Standar isi/kurikulum. 2. Standar proses. 3. Standar Kompetensi Lulusan. 4. Standar Penilaian. 5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 6. Standar Sarana dan Prasarana. 7. Standar Pengelolaan. 8. Standar Pembiayaan. Berdasarkan PP diatas semestinya pendidikan indonesia secara menyeluruh akan lebih baik,sebab kualitas dari sumber daya manusia itu terletak dari kualitas intelektual, yang tak lain hasil dari sebuah pendidikan.Sebagai bukti maraknya korupsi,konspirasi,dan berbagai aneka birokrasi yang bertele tele tak lepas dari permainan orang orang pintar yang kurang memahami arti sebuah etika dan moral,dimana hukum diputar balikan,aturan dibolak balik, hingga yang salah bisa menjadi benar....dan semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang berinteligensi tinggi...dan tindakan itu begitu merugikan orang banyak. Pada perjalananya tindakan tersebut akan kembali berbalik pada pemerintah itu sendiri, sehingga pemerintahan itu menjadi munafik, sebab peraturan pemerintah tersebut akan menjadi pertentangan satu sama lain alias nggak nyambung ...sebagai contoh pada undang undang negeri ini melarang praktek monopoli. dilain sisi peraturan pemerintah tentang dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan orang orang yang bermonopoli. dan khususnya didunia pendidikan pemerintah telah menetapkan pendidikan gratis, tapi berdasarkan kenyataan pendidikan itu semakin mahal hingga terkadang membebani sebagian kalangan masyarakat... .....dan pada dasarnya masih banyak kebijakan kebijakan pemerintah tersebut yang pada penerapanya boleh dikata menyusahkan masyarakat. Dari petikan diatas bila dibahas akan menimbulkan beribu ribu pertanyaan , hanya dari sebuah pertanyaan, yaitu dampak dari sebuah kebijakan pemerintah..... Sebagai kesimpulan penyelesaianya sebenarnya tidaklah terlalu sulit. yakni mesti konsisten alias tidak menjadi munafik...dan jika tetap mengacu pada standar yang telah ada sepertinya semua akan berjalan baik baik saja..................sekian....

Dalang Akhmadi, 67, memerlihatkan Wayang Cepak Indramayu yang telah berusia kurang lebih 250 tahun di kediamannya, di daerah Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (1/2). Wayang Cepak milik Akhmadi merupakan warisan lima generasi keluarganya. Ki Akhmadi berharap bantuan pemerintah provinsi dan daerah untuk mewujudkan keinginannya membuat sanggar demi mewariskan Seni Wayang Cepak di Indramayu kepada generasi pedalang muda.

Abu Hurairah ra mengisahkan, ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, "Sedekah yang bagaimakah yang besar pahalanya?" Rasulullah menjawab, "Kamu bersedekah ketika sehat, ketika kamu sedang kikir, takut miskin atau ketika kamu sedang berharap akan menjadi seorang yang kaya raya, maka pada saat-saat seperti itu janganlah kamu lalai, bersedekahlah. Dan janganlah ditangguhkan, sehingga nyawamu telah sampai ke tenggorokan, barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu; ini untuk fulan, ini untuk si fulan. Ingatlah, sesungguhnya harta itu memang untuk si fulan". (HR Bukhari) Hadits ini mengisyaratkan kepada kita untuk tidak malas bersedekah/wakaf, sehingga semakin sering kita bersedekah maka Allah akan memasukkan kita ke surga khusus dari pintu orang yang suka bersedekah, Amin.

Sungguh Allah SWT sangat menyukai orang yang selalu berdoa penuh harap dalam meminta kepada-Nya. Dan, Allah menganggap sombong orang yang tidak berdoa dan meminta kepada-Nya. Allah SWT berfirman, “Dan, Tuhanmu ber firman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orangorang yang menyombongkan diri dari menyembah- Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS Ghafir [40]:60). Doa untuk memohon surga dan agar dijauhkan dari siksaan neraka sangat banyak dan beragam redaksi yang dapat dipilih. Berdoa juga kalau tidak bisa dalam bahasa Arab dapat dila kukan dengan bahasa sendiri. Hal yang penting adalah kita berdoa dengan kesadaran sepenuh hati, kerendahan diri, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT karena Allah Maha Mengetahui dan Maha mendengar. Di antara doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah: Aisyah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkannya doa ini: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu seluruh kebaikan, baik yang cepat (di dunia) maupun yang lambat (di akhirat), baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari seluruh kejelekan, baik yang cepat maupun yang lambat, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan apa saja yang dimohonkan oleh hamba-Mu dan nabi-Mu (Muhammad SAW). Dan, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa saja yang dimohonkan perlindungannya oleh hamba-Mu dan nabi-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pada-Mu surga dan setiap perkataan atau perbuatan yang mendekatkan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan dari setiap perkataan atau perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Dan, aku mohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan setiap ketentuan yang Engkau tentukan untukku adalah kebaikan.” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Hibban). Allah SWT dan Rasul-Nya juga mengajarkan bahwa dalam berdoa harus bertawasul dengan menyebut asma Allah yang agung karena dengan itu doa lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Sambil tetap berhati-hati terhadap penyimpangan menggunakan asma-Nya. Allah SWT menegaskan, “Hanya milik Allah asmaul husna maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf [7]:180). Dalam hadis Nabi Muhammad SAW dijelaskan, Dari Anas, ia berkata, “Saya pernah duduk bersama Rasulullah SAW dalam suatu halaqah, sedangkan seorang laki-laki melaksanakan shalat, dan ketika rukuk dan sujud, kemudian dia duduk dan membaca tasyahud, lalu ia berdoa dengan membaca, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dengan perantara bahwa Engkaulah pemilik segala puji, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau Maha Penyayang, pencipta langit dan bumi, ya Allah, Maha Gagah lagi Maha Mulia, ya Allah, Tuhan yang Mahahidup dan berdiri sendiri, ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu.’ Maka, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, ‘Apakah kalian tahu dengan apa ia berdoa?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang agung yang jika orang berdoa kepada-Nya dengan nama itu maka akan dikabulkan-Nya dan jika orang me minta kepada-Nya dengan nama itu maka akan diberikannya.’” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim). Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika hendak berdoa kepada Allah SWT mulailah dengan memuji dan mengagungkan Allah SWT lewat asma-Nya kemudian mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan baru memohon keperluan kita. Dengan memulai doa lewat memuji dan mengagungkan Allah SWT dan diikuti dengan penghambaan diri kepada-Nya serta pengakuan akan kekurangan dan kelemahan diri di hadapan-Nya maka itu tentu lebih baik daripada orang yang langsung meminta dan memohon keperluannya. Dan, itulah yang dilakukan oleh para nabi Allah, seperti Adam AS yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS al-A’raf [7]:23). Wallahu a’lam bish shawab.

Bersyukur

"Bangunlah sikap syukur dan syukurilah atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda, melangkah ke depan untuk menerima sesuatu yang lebih besar dan lebih baik dari situasi Anda sekarang" - Brian Tracy

"Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Melayani minat terbaik mereka. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan mereka pun bersedia membayar harganya" - Eugene B. Habecker Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani. Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani. Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain. Layanilah orang lain dengan melakukan apa yang kita minta lakukan pada orang lain. Bersedia menyingsingkan lengan baju kita untuk bekerja. Otomatis Anda akan menjadi contoh bagi karyawan atau pengikut Anda. Dengarkan aspirasi karyawan Anda dan berempatilah pada mereka. Empati Anda akan menimbulkan rasa hormat mereka terhadap Anda, serta memberikan pertumbuhan pada diri Anda dan pengikut Anda. Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor adalah bagaimana kita mengubah seseorang menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Fokuslah juga pada solusi permasalahan, bukan pada kesalahan karyawan Anda. Formulasikan rencana tindakan Anda untuk mengatasinya. Jika Anda ingin menjadi pemimpin pada tingkat tertinggi, bersedialah melayani orang yang paling rendah.

Jessica Flannery, mengembangkan jaringan kredit pembiayaan mikro bagi warga miskin di seluruh dunia melalui situs Kiva.org. Dia masuk finalis 100 orang berpengaruh di dunia versi majalah TIME. Dia terjun ke bisnis sosial secara tidak sengaja. Awalnya, dia terinspirasi kiprah Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank dan pemenang Nobel Perdamaian dari Bangladesh, pada kuliah tamu di Sekolah Bisnis Stanford. Kini, Kiva yang diambil dari bahasa Swahili, yang berarti persatuan, mengelola dana lebih dari USD20 juta. Dana tersebut telah disebarkan kepada 250.000 rekening bank di seluruh dunia. Lebih dari 20.000 proyek di negara-negara berkembang telah disuntik dana tersebut dengan rata-rata pembiayaan per program mencapai USD500. Ke depannya, Kiva memproyeksikan bisa menyalurkan dana USD100 juta pada 2010 dan USD1 miliar pada 2015. Flannery itu pun pernah mendapatkan pujian dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dalam bukunya yang bertajuk Giving. Clinton memuji karena konsep yang diterapkan Flannery cukup berhasil mengubah warga miskin menjadi warga yang memiliki potensi untuk berkembang. Clinton mengungkapkan, Kiva memiliki sistem dan cara kerja yang berbeda dengan lembaga lain. Kiva menawarkan fasilitas dan layanan filantropi yang serbatransparan dan gampang diakses. “Dengan sistem Kiva, setiap donor atau pemberi pinjaman bisa memilih ke mana dana itu hendak disalurkan,” kata Bill Clinton. Kiva memang beda. Kiva memosisikan donatur layaknya seorang investor. Kenapa? Dengan sistem penilaian risiko pinjaman dan informasi pascainvestasi, donatur mendapat jaminan untuk mengetahui manfaat dana yang diberikan. Jika para penerima kredit telah membayar angsuran yang diberikan Kiva,para donatur bisa menarik kembali dana itu atau menyalurkan ke pengusaha mikro lain. Donor pun mengetahui tingkat risiko pengembalian dana dari peminjam dan gambaran pemanfaatan dana itu dalam usaha mikro. Hebatnya, lembaga yang berpusat di San Francisco, California itu memberikan batasan sebesar USD2 untuk tiap donasi individual. Dengan adanya pembatasan itu, semua orang pun bisa menjadi seorang filantropi. “Donatur Kiva pun beragam, tua dan muda, kaya ataupun orang berpenghasilan rata-rata,” kata Flannery. Sistem kerja Kiva yang didirikan pada Oktober 2005 itu lebih mengandalkan organisasi jaringan dengan dukungan situs internet sehingga mempermudah interaksi. Kiva memadukan aktivitas filantropi dengan pola pembiayaan mikro khusus atau lazim disebut dengan peer-to-peer lending. Bahkan, Kiva menjadi situs yang memfasilitasi peminjaman antara individu ke individu sehingga menciptakan entrepreneurunik di seluruh dunia. Flannery mengungkapkan, pada dasarnya masyarakat bisa dientaskan dari kemiskinan dengan pemberian modal pada orang miskin. "Saya menganggap bahwa kemiskinan bukan sebuah budaya,” katanya. Ketertarikan Flannery dengan dunia sosial diawali ketika dia bergabung dengan Village Enterprise Fund (VEF) pada 2004. Ketika itu dia mengawasi proyek pemberian kredit mikro dan mendorong kewirausahaan bagi warga miskin di Afrika. Menurut Flannery, tantangan paling berat yang dihadapi Kiva adalah mengomunikasikan ide dengan orang lain. Dia mengatakan, sebagian besar warga miskin hanya menginginkan donasi, bukannya pinjaman ataupun investasi. “Kita ingin mendidik warga miskin agar tidak hanya menerima uang. Kita mendidik agar mereka mau bertanggung jawab,” paparnya.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda