neneku memperjuangkan ini buat aku dan teman temanku....
0 komentar Diposting oleh Unknown di Sabtu, Juni 06, 2009jangan pernah takut bila ada yang menghina dan melecehkan kita baik bangsa sendiri apalagi bangsa luar...tetaplah junjung hak-hak anda...dari siapapun yang menggangu...ketenangan kita....
tegakan sebuah kebenaran........
.....................MARIIIIIIIIII..................HAJAAAAAAAAR.......
sebuah bloger yang telah melecehkan bangsa ini.......mari kita hajar.....
www.indoncelaka.blogspot.com
nah klik blog diatas..... makasih telah berpartisipasi........
Bila Putusan Pidana Bebas, Prita Bisa Abaikan Vonis Perdata
1 komentar Diposting oleh Unknown di Jumat, Juni 05, 2009
Jakarta - Prita Mulyasari mesti membayar denda Rp 261 juta ke RS Omni Internasional Alam Sutera. Dia kalah di perkara pidata. Tapi Prita tidak perlu khawatir. Bila di kasus pidana bebas, dia bisa mengabaikan putusan perdata itu.
"Kalau kemudian pidana bebas, dia bisa tidak menggubris vonis perdata itu," kata pengamat hukum UGM, Eddy OS Hiariej saat dihubungi melalui telepon, Jumat (5/6/2009).
Eddy berdasar pada pijakan aturan kitab undang-undang hukum (KUH)perdata. "Dalam KUH perdata dikatakan, untuk pencemaran nama baik harus ada pidananya dulu," tambah Eddy.
Dia menjelaskan, persoalan Prita ini, gugatan perdata dilakukan berkaitan dengan pencemaran nama baik, seharusnya yang diselesaikan perkara pidananya lebih dahulu, dan kalau pidananya dijatuhi vonis bersalah baru bisa digugat perdata.
"Kalau pemeriksaan kasus perdata yang ada unsur pidananya yang diutamakan pidananya dulu. Dan nanti kalau pidananya bebas, Prita bisa menggugat balik," tutupnya.
(ndr/ken)
emang susah deh jadi rakyat kecil......sabar aja bu.....
Allah menahan perputaran matahari karena Memuliakan orangtua
0 komentar Diposting oleh Unknown di Jumat, Juni 05, 200903 Juni jam 12:21
Ketika waktu shubuh telah tiba, Ali bin Abi Thalib nampak tergesa-gesa. Ia tak ingin ketinggalan jamaah shalat shubuhnya. Sayang, seorang lelaki tua yang berjalan sangat lamban menghambat langkah Ali. Demi menghormati orang tua, Ali hanya membuntut di belakangnya.
Tentulah Ali sangat khawatir tak bisa shalat jamaah bersama Nabi. Ketika ia tahu bahwa si Tua tadi tidak memasuki Masjid, baru sadar ia bahwa si Tua tadi beragama Nasrani. Ketika Ali masuk masjid, ia mendapati Rasulullah SAW. tengah ruku'. Itu artinya Ali masih punya kesempatan mengejar shalat tersebut. Ali lalu berjamaah bersama mereka.
Ketika shalat telah usai, para sahabat bertanya kepada Nabi.
"Apa yang terjadi wahai Rasul, sehingga Anda memperpanjang Ruku' shalat ini. Anda tak pernah melakukan hal seperti ini."
Rasulullah menjawab, "Ketika ruku' dan tengah kubaca Subhana Rabbiyal Adziimi seperti biasanya, maka aku bermaksud mengangkat kepalaku. Tetapi Jibril datang dan menggelar sayapnya diatas punggungku. Lama sekali. Ketika ia mengangkat sayapnya barulah aku bisa berdiri mengangkat kepala."
"Mengapa bisa terjadi?" tanya salah satu sahabat.
"Aku tak sempat menanyakan hal itu," jawab Nabi.
Maka Jibril datang menemui nabi. Lalu berkata,
"Wahai Muhammad! Tadi Ali tergesa-gesa agar bisa ikut berjamaah. Tapi seorang Nasrani tua menghambat jalannya. Ali tak tahu kalau ia Nasrani. Ia biarkan orang tua tadi berjalan di depannya. Maka Allah menyuruhku supaya engkau tetap ruku' agar Ali bisa menyusul shalat shubuhmu. Ini tak mengherankan buatku. Yang mengherankan bahwa Allah memerintahkan malaikat Mikail As. untuk menahan perputaran matahari dengan sayapnya, sehingga tenggang waktu terbitnya lebih lama. Ini tentulah karena perbuatan Ali tadi."
Kemudian Nabi bersabda, "Inilah derajat orang yang memuliakan orang tua usia lanjut, meskipun ia Nasrani."
( disadur dari buku "Hikayat Hikmah berdasarkan Hadis" Terjemahan Kitab Al-Mawa'idh Al-Ushfuriyyah, oleh Syaikh Muhammad bin Abu Bakar )
Prabowo Siap Pimpin Pasukan Pertahankan Ambalat Kamis, 4 Juni 2009 - 15:22 wib
0 komentar Diposting oleh Unknown di Kamis, Juni 04, 2009 BANDUNG - Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya kembali untuk menjadi seorang prajurit tentara jika Indonesia berperang melawan Malaysia dalam mempertahankan perbatasan Ambalat.
"Saya siap menjadi prajurit kembali. Pangkatnya tidak perlu tinggi-tinggi, cukup menjadi komandan kompi," ujar Prabowo kepada wartawan usai bersilaturahmi dengan pedagang Pasar Caringin, Bandung, Kamis (4/6/2009).
Menurutnya, perairan Indonesia di kawasan perbatasan kerap dilewati kapal tentara Malaysia. Hal ini dikarenakan angkatan bersenjata Negeri Jiran sudah mengetahui kekuatan perang Indonesia. "Saya tidak tahu apakah mereka meledek kita atau nantang," tandasnya.
Jika dipercaya menjadi wakil presiden, Prabowo mengaku akan lebih memperhatikan alat utama sistem persenjataan (alutsista). "Sekarang ini alutsista kurang diperhatikan karena anggaran negara masih bocor," pungkas mantan Pangkostrad tersebut.(teb) (Raka Zaipul/Koran SI/mbs)
Abdul Kohar
01 Juni jam 18:58
Assalamualaikum. Pernyataan sikap di bawah ini, sangat layak untuk disimak.
Pernyataan Sikap Wahdah Islamiyah Tentang Pernyataan Ruhut Sitompul
Senin, 01/06/2009 16:05 WIB
SURAT PERNYATAAN SIKAP WAHDAH ISLAMIYAH
Nomor: K.155/IL/DPP-WI/VI/1430
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحابته ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين , وبعد
Sehubungan dengan pernyataan Ruhut Sitompul, seorang anggota tim kampanye SBY-Boediono di media massa beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia dan membanggakan AS sebagai ‘penyelamat’ ekonomi negara ini, maka Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Wahdah Islamiyah meyakini bahwa Ruhut Sitompul adalah seorang yang tidak pernah belajar sejarah karena berdasarkan catatan historis, justru bangsa Arab merupakan pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda (salah satu bangsa Barat) menjajah bangsa ini selama 3,5 abad. Setelah Proklamasi 1945 pun bangsa-bangsa Arab (seperti Mesir, Syiria, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan) tampil pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia, meskipun pada saat yang sama AS dan bangsa-bangsa sekutu (Barat) memberikan bantuan militer plus politik kepada Belanda untuk mencoba menjajah kembali Indonesia.
2. Wahdah Islamiyah menduga bahwa Ruhut Sitompul juga tidak pernah membaca suratkabar / mengakses media massa lainnya tentang berita-berita seputar ekonomi dan kerjasama internasional. AS (yang dikatakannya banyak membantu Indonesia) justru terbukti telah menghancurkan perekonomian bangsa ini dengan munculnya krisis moneter yang tidak kunjung berakhir selama 12 tahun terakhir, dengan sistem pinjaman berbunga tinggi disertai syarat-syarat yang mencekik rakyat Indonesia. Sebaliknya, bangsa-bangsa Arab (seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait) selama ini banyak membantu perekonomian Indonesia dengan bantuan hibah (tidak perlu dikembalikan) dan pinjaman lunak yang melegakan rakyat negeri ini. Bahkan negara-negara Arab aktif memberikan bantuan sosial kemanusiaan secara gratis ketika Indonesia dilanda berbagai bencana alam, di saat AS dan bangsa Barat lainnya enggan memberikan bantuan secara cuma-cuma.
3. Wahdah Islamiyah memandang patut disayangkan bahwa Bapak SBY yang selama ini dikenal sering mengkritik secara langsung maupun tidak langsung atas sikap politik capres-cawapres lainnya yang dianggapnya kurang terpuji, justru di dalam tubuh tim kampanyenya menunjukkan sikap politik yang sangat tidak santun.
4. Wahdah Islamiyah mendesak Bapak SBY untuk segera memberhentikan dengan tidak hormat Ruhut Sitompul sebagai anggota tim kampanye SBY-Boediono karena telah melukai perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu. Sebab jika tidak segera melakukan pemecatan maka dikhawatirkan dapat membangkitkan kemarahan yang lebih besar dari kelompok etnis, suku, dan agama tertentu yang dilecehkan itu.
5. Wahdah Islamiyah mendesak tim kampanye SBY-Boediono untuk segera meninggalkan sikap politik tidak santun yang dapat menyakiti perasaan kelompok etnis, suku, dan agama tertentu.
6. Berdasarkan sejumlah realitas tersebut di atas, Wahdah Islamiyah memandang betapa nistanya apabila ada sebagian komponen umat, terutama dari parpol Islam / parpol dakwah yang selama ini secara langsung maupun tidak langsung mendapatkan bantuan dana / fasilitas dari negara-negara Arab, serta parpol yang mengklaim sebagai penerus perjuangan Masyumi, yang merelakan diri menjadi kaki-tangan AS dengan bergabung dalam tim kampanye SBY-Boediono. Padahal sejarah tetap mencatat Masyumi sebagai parpol yang tidak pernah kooperatif dengan intervensi Barat, termasuk AS.
Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.
والسلا عليكم ورحمة الله وبركا ته
Makassar, 6 Jumadil Tsani 1430H / 31 Mei 2009M
DEWAN PIMPINAN PUSAT
WAHDAH ISLAMIYAH
H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., Ketua Umum
Ir. H. Muh. Qasim Saguni, Sekretaris Jenderal
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

