Siklus reproduksi di masyarakat Minang membawa dampak bagi tatanan ruang dalam rumah adatnya.
Ada empat aspek penting di kehidupan sosial Minangkabau yang sudah dikenal oleh banyak orang. Inilah yang tergambar dalam penelitian Cecilia Ng, lulusan Australian National University yang mengkhususkan diri pada prinsip-prinsip dasar organisasi ruang domestik pada orang Minangkabau di Sumatra Utara.
Yang pertama, penduduk Minangkabau sendiri terdiri dari beberapa suku, yang kemudian lebih difokuskan pada garis silsilah (sa-payuang). Satu kelompok silsilah ini kemudian dipimpin oleh seseorang yang disebut panghulu.
Yang kedua adalah Minangkabau menganut sistem matrifocal (mengikuti garis keturunan ibu), jadi peran wanita di sini lebih besar dari peran laki-laki.
Ketiga, hubungan yang terjadi karena pernikahan, merupakan cara yang paling signifikan untuk membedakan kelompok-kelompok masyarakatnya. Pengelompokan akan terlihat jelas saat ditelusuri silsilah keluarganya.
Yang terakhir adalah pola gerak anak laki-laki. Anak laki-laki akan terus berpindah tempat sampai dia dewasa. Anak laki-laki yang belum disunat, tidur di dalam rumah ibunya, sedangkan yag telah disunat akan tidur di mushola sampai menikah. Sebelum menikah mereka akan menerima pelajaran tentang Islam dari para tetua. Laki-laki remaja yang tidur di dalam rumah yang sudah ada pasangan suami-istrinya (kakak perempuannya sudah menikah), akan membuat pasangan yang sudah menikah itu malu. Biasanya pihak yang dilamar adalah pihak laki-laki. Karena itu setelah menikah, laki-laki akan pindah ke rumah istrinya.
Organisasi Ruang
Rumah gadang selalu berbentuk persegi panjang. Ada tiga macam ukuran, yaitu yang paling besar adalah rumah dengan 30 kolom, 20 kolom, dan yang paling kecil 12 kolom. Namun ketiga ukuran rumah itu mempunyai organisasi ruang yang sama persis.
Ruang paling pojok kiri adalah anjuang. Ruang ini biasanya sedikit naik dari lantai dasarnya, oleh karena itu sering disebut dengan anjuang nan tinggi. Ruang tidur atau biliak, hanya terdapat pada rumah dengan 30 kolom dan 20 kolom, adalah ruang yang berderet di bagian belakang. Pintu ruang tidur ini terbuat dari tirai dan menghadap ke ruang tengah. Ruang tengah pada rumah 30 kolom terbagi menjadi 3 bagian, yaitu ruang ateh yang tepat berada di depan biliak, ruang tongah, dan ruang topi.
Pada rumah 20 kolom, ruang tengah hanya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu ruang tongah dan ruang topi. Kemudian pada bagian kanan belakang rumah adalah dapur, yang biasanya lebih rendah dibandingkan ruang lainnya. Tepat di depan dapur adalah pangkalan, yang merupakan lantai dasar dari seluruh rumah. Masih ada satu ruangan lagi, yaitu ruang dalam, yang terletak di bawah rumah dan digunakan oleh para wanita untuk kegiatan rumah tangga.
Ruang Privat dan Semi Privat
Ruang tengah adalah ruang semi privat. Tamu yang datang ke rumah, duduk di ruang topi dan pemilik rumah duduk di ruang tongah. Ruang tongah ini juga digunakan untuk makan bersama keluarga. Saat ini ruang tongah menjadi ruang yang bersifat pribadi. Bila ada tamu yang datang saat mereka sedang makan, maka makanan akan segera dibereskan.
Ruang tidur bagi para penghuni harus mengikuti aturan yang ada. Pasangan pengantin baru akan tidur di anjuang. Bila ada pasangan pengantin baru lagi, maka pasangan pengantin sebelumnya akan pindah ke biliak yang paling dekat dengan anjuang. Maka anjuang bisa dikatakan adalah ruang untuk awal reproduksi. Penghuni biliak sebelumnya akan pindah ke biliak sebelahnya, begitu seterusnya. Karena urutan pernikahan ditentukan oleh umur, maka biliak yang paling ujung (dekat dengan dapur) ditempati oleh penghuni tertua. Bila sudah tidak ada lagi biliak, maka penghuni tertua tersebut akan pindah ke pangkalan. Sedangkan anak gadis yang belum menikah akan tidur di ruang ateh dan ruang tongah, dekat dengan kolom utama (tonggak tuo).
Ruang publik yang ada dalam rumah ini adalah pangkalan. Para wanita yang sudah tidak bereproduksi lagi akan tidur di pangkalan ini. Di ruangan ini juga merupakan tempat jenasah dimandikan sebelum disemayamkan di ruang tongah.
Pola Ruang Berdasarkan Proses Reproduksi
Dilihat dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebenarnya denah rumah Minang memang sangat didasarkan pada pola pergerakan penghuni, terutama oleh proses reproduksinya. Ini sangat terlihat pada ruang tidurnya. Perputaran proses reproduksi tersebut membuat ruang-ruang diletakkan berjajar sesuai dengan urutan proses reproduksi.
Wanita yang memang merupakan pusat dari semua proses yang ada di dalam suatu keluarga, ruang tidurnya sangat diperhatikan di dalam rumah Minang ini. Anak perempuan, misalnya, ditempatkan pada ruang tongah dekat dengan kolom utama yang merupakan tempat menyemayamkan jenasah. Penempatan ini menggambarkan bahwa kehidupan dalam keluarga berawal dan berakhir di situ. Kemudian wanita bila sudah menikah akan diberi kamar pribadi (anjuang), yang terletak di ujung rumah, untuk memulai proses reproduksinya, lalu terus bergeser hingga kembali ke tengah lagi.
KPK Periksa 30 Orang Terkait Berbagai Kasus
2 komentar Diposting oleh Unknown di Senin, Mei 18, 2009"Kami memanggil sekitar 30 orang untuk diperiksa," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi, kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/5).
Sebanyak 30 orang tersebut yang diperiksa KPK itu terkait dalam berbagai kasus, antara lain kasus dugaan korupsi pengadaaan alat Customer Management System (CMS) di PLN Jawa Timur dan kasus dugaan suap di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans).
Kasus lainnya adalah kasus pengadaan alat kesehatan di Departemen Kesehatan, kasus penyelewengan APBD Kabupaten Supiori, dan kasus proyek Pelabuhan Tanjung Api-Api Sumatera Selatan. Bahkan, untuk dua kasus terakhir, KPK memeriksa orang yang menjadi tersangka dalam kasus itu.
Dalam kasus APBD Supiori, KPK memeriksa Bupati Supiori Jules Warikar sebagai tersangka. Sedangkan di kasus Tanjung Api-Api, komisi memanggil mantan Gubernur Sumatera Selatan, Syahrial Oesman, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, dalam kasus PLN Jawa Timur, KPK pada Senin (11/5) ini memeriksa saksi antara lain Komisaris PLN Batam Djoko Suwono, Manajer Perencanaan PLN Arief Nur Hidayat, dan Deputi Manajer Teknologi Informasi PLN Ignatius Sumadiono.
Dalam kasus PLN Jawa Timur yang diduga merugikan negara hingga Rp80 miliar, KPK telah menetapkan status tersangka kepada mantan General Manager PLN Jawa Timur, Haryadi Sardono, yang kini menjabat sebagai Direktur PLN Luar Jawa dan Bali.
Johan menegaskan, KPK tetap akan bekerja secara profesional sesuai dengan kewenangannya meski Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen.
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya itu ahan dimintai pertanggungjawabannya." (17:36)
Kebanyakan orang tidak pernah menggunakan daya pikirnya, sekali pun untuk merenungkan dan mempertanyakan keberadaan dirinya sendiri. Siapa aku sebenarnya? Sebenarnya kenapa aku hidup? Apa tujuan hidup sebenarnya? Dan bagaimana aku hidup yang benar? Pertanyaan-pertanyaan itu cukup "sederhana". Karena "sederhananya" orang menjadi lupa dan sering kelihatan tolol dan lucu tatkala membicarakannya. Dan kadang kita merasa malu untuk menjawabnya. Sebab, ternyata persoalan yang muncul dari pertanyaan "sederhana" itu lebih dalam dan rumit daripada jawaban yang diharapkan. Jawaban rumit tersebut berlaku juga untuk pertanyaan, Sudahkah aku memeluk agama yang benar? Sebenarnya agama mana yang benar itu? Apakah semua agama itu sama?
Bingung, tentu itu pikiran yang terlintas di dalam otak dan hati kita. Sebab, kita tidak terbiasa dengan pertanyaan dan persoalan yang demikian. Padahal jawaban atas pertanyaan itu adalah hakekat hidup kita. Maaf, kebanyakan manusia perjalanan hidupnya seperti layaknya seekor binatang, yaitu mereka hidup sepertinya hanya untuk lahir, bekerja mencari makan, kawin, beranak dan mati. Sepertinya mereka tidak pernah memikirkan arti hidup. Artinya, mereka belum mengarahkan daya pikirnya untuk mencari kebenaran.
Tentu kita semua tidak ingin seperti demikian. Kita sesungguhnya telah diciptakan menjadi manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (sempurna) oleh Tuhan dan kita kemudian tidak ingin dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). (QS. 95:4-5) Allah juga berfirman: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam itu), kebanyakan dan jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A'raaf 179)
Kembali kepada perumpamaan binatang. Contohnya ayam, ia hidup hanya sekedar untuk lahir, makan, kawin, beranak dan mati. Apakah kita manusia ingin hanya sekedar untuk itu. Lalu apa gunanya kita diberi daya pikir (akal) dan hati. Seekor binatang wajar ia hidup seperti itu sebab ia tidak berakal dan berhati. Tetapi manusia, ia akan lebih rendah dari binatang tatkala ia tidak mempergunakan daya pikir (akal) dan hatinya untuk mengenal, memahami dan melaksanakan hakekat hidupnya.
Selanjutnya, dimanakah kebenaran hakekat hidup itu? Melalui jalan apa? Melalui agama apa? Apakah semua agama itu sama dan benar?
kayanya kali iniudah dulu tunggu sambunganya deh
Menimbang Tiga Kandidat Presiden
Tiga kandidat presiden akan berkompetisi sengit memperoleh kepercayaan rakyat. Sebelum dimulai, isu tak sedap berembus kemana-mana. Siapa pemenangnya?
Di malam terakhir waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden, lengkap sudah pasangan koalisi partai politik dengan mengusung tiga pasang kandidat capres/cawapres mereka untuk maju pada Pilpres mendatang.
Adalah pasangan Jusuf Kalla – Wiranto yang pertama kali mendeklarasikan kesiapannya untuk menjadi calon presiden dan wakil presiden dari Partai Golkar dan Partai Hanura.
Jum’at malam, pasangan kandidat Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono ditasbihkan bersama peserta koalisi utama Demokrat, PKS, PAN,PKB, dan PPP. Menjadi capres/cawapres mereka.
Pada malam yang sama, PDIP berkoalisi dengan Gerindra. Kandidat capres PDIP Megawati Soekarnoputri berkoalisi dengan capres Gerindra, Prabowo Subianto. Setelah berkoalisi, Prabowo bergeser posisi menjadi cawapres PDIP. Hal serupa terjadi dengan Wiranto yang semula merupakan kandidat capres Hanura.
Memang musim kampanye capres/cawapres belum tiba. Namun, persiapan “mesin perang” ketiga pasangan ini, JK-Wiranto, SBY-Boediono, Mega-Prabowo, tentu sudah disiapkan secara maksimal. Rentang jaringan, slogan penarik, logistik dan amunisi yang diperlukan untuk memenangkan kompetisi, sudah tersebar di penjuru tanah air.
Dalam seminggu terakhir, isu-isu yang menyerempet para kandidat capres/cawapres mulai bertebaran. Ada yang dikemas dalam bentuk unjuk rasa, melalui pesan singkat, email, bahkan sarana facebook yang juga dipergunakan Barack Obama untuk meraih kursi presiden Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Isu semacam, antimiliterisme, haram, HAM, 27 Juli, korupsi, neoliberalis, neokapitalis, jawa-non jawa, islam non islam, merebak untuk menemukan sasarannya. Meski dikemas secara apik -- tak jelas siapa peniup awalnya, namun isu yang demikian mau tak mau akan menguntungkan dan merugikan kandidat capres/cawapres tertentu.
Tentu, dalam menangkal isu-isu yang tak sedap tersebut, ketiga pasangan kandidat capres/cawapres yang akan berkompetisi pada Pilpres mendatang, sudah menyiapkan menu penangkalnya.
Sangat disayangkan, bila pada Pilpres 2009 ini, pergulatan untuk memperebutkan simpati rakyat pemilih dicemari oleh aksi-aksi saling tuding, saling aku, dan saling serang.
Rakyat tak perlu itu. Rakyat hanya akan menyimak, apa dan apa yang akan diperbuat ketiga pasang kandidat ini, bila diberi amanah untuk duduk memimpin pemerintahan mendatang.
Rakyat tidak butuh janji, rakyat tidak butuh pidato, rakyat juga tidak buruh iklan. Rakyat ingin mendapatkan bukti, bahwa presiden terpilih benar-benar melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat Indonesia.
Apa yang menarik dari ketiga kandidat capres kali ini? JK, yang maju menjadi capres Golkar-Hanura adalah wakil presiden saat ini. Sementara SBY merupakan presiden saat ini. Dan Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Republik Indonesia yang digantikan oleh SBY, melalui Pemilu 2004 lalu.
Tanpa menisbikan kemampuan tangguh yang dimiliki pasangan ketiga capres tersebut, rakyat pemilih akan begitu jelas dan mudah melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh ketiga kandidat capres yang ada. Program apa saja yang telah dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan untuk kepentingan golongan atau keluarga.
Pada sisi inilah, telaah dan kajian kritis akan dilakukan rakyat pemilih. Motif, Visi, Misi, program yang ditawarkan ketiga pasangan kandidat ini akan dikuliti secara jernih oleh rakyat pemilih (soalnya ada yang tidak memilih). Mereka akan memilah dan kemudian akan menemukan, yang mana janji, yang mana bukti dan yang mana bakal diingkari.
Bila melihat modal politik yang diusung ketiga kandidat capres/cawapres, sisi kemampuan manajerial dan komunikasi politik, posisi pasanganj SBY-Boediono cukup kuat. Pasangan ini diusung, setidaknya oleh lima partai politik (Demokrat, PKS,PAN,PKB,PPP) yang lolos melenggang ke Senayan. SBY-Boediono memiliki kekuatan kursi di parlemen sekitar 56 persen atau 314 kursi.
Untuk pasangan JK-Wiranto, dua partai pengusungnya juga cukup kuat di parlemen. Suaranya sekitar 22 persen atau 125 kursi. Semantara pasangan Mega-Prabowo memiliki modal politik sekitar 21 persen atau dengan 121 kursi parlemen.
Bila menggunakan asumsi kursi di lembaga legislatif, bila JK-Wiranto (125 kursi) dan Mega-Prabowo (121 kursi) berkoalisi, jumlahnya hanya sekitar 246 kursi. Belum bisa mengejar koalisi parlemen yang diusung SBY-Boediono (314 kursi).
Mengapa rasionalitas dan realitas kursi di parlemen perlu diperhatikan? Pertama, berdasarkan pengamatan di pemerintahan selama ini, parlemen terkadang bisa menjadi ganjalan dalam melaksanakan program pemerintah. Banyak sekali program pemerintah yang harus mendapat persetujuan parlemen. Tanpa itu, program yang dicanangkan jadi tersendat-sendat.
Muhammad diutus Allah tidak untuk menghakimi hati seseorang
2 komentar Diposting oleh Unknown di Sabtu, Mei 16, 2009- Jangan kau bunuh dia, jika kau bunuh dia maka sesungguhnya dia sudah berada dalam kedudukanmu sebelum engkau membunuhnya, yaitu seorang Muslim, sedangkan kamu berada dalam posisinya sebelum dia mengucapkan kalimat itu (yaitu kafir).; lalu dijawab oleh Miqdad bahwa pernyataan orang itu hanya untuk menghindari pembunuhan saja, jawab Nabi lagi, bahwa dirinya diutus Allah tidak untuk menghakimi hati seseorang."
"Islam adalah kesaksian bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan pembenaran kepada Rasulullah Saw, atas dasar itulah nyawa manusia dijamin keselamatannya. Dan atas dasar itu juga berlangsung pernikahan dan pewarisan serta terbina kesatuan kaum Muslimin." - Riwayat Sama'ah
"Nabi bersabda : bahwa Jibril datang kepada beliau dan mengabarkan tentang keutamaan seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan bertauhid secara murni maka ia akan masuk syurga kendati ybs pernah berzina dan mencuri." - Riwayat Bukhari dari Abu Dzar
Pengacara: Antasari Diperalat dan Dimanfaatkan
0 komentar Diposting oleh Unknown di Kamis, Mei 14, 2009"Ada pihak lain yang harus bertanggung jawab, ada pihak lain yang memanfaatkan dan memperalat Pak Antasari," ujar Juniver Girsang saat dihubungi wartawan, Kamis (14/5/2009).
Menurutnya, tuduhan terhadap kliennya sebagai intellectual dader atau otak intelektual atas pembunuhan Nasrudin itu tidak logis. Sebab Antasari sendiri pernah meminta perlindungan Kapolri atas teror dari Nasrudin terhadapnya.
"Terus terang dari hasil investigasi kami, tidak logis orang yang minta perlindungan hukum melakukan pelanggaran hukum," jelasnya.
Selang beberapa hari setelah ditangkapnya Nasrudin dan Rhani di Kendari, Sulawesi Tenggara, Nasrudin kembali bersikap baik terhadap Antasari. Menurutnya, sangat tidak relevan jika kliennya dituduh sebagai otak pembunuhan Nasrudin.
Dari perunutan peristiwa tersebut, pihaknya melihat jelas ada yang memanfaatkan kelemahan Antasari dalam situasi tersebut.
"Bagaimana mungkin dituduh pelaku utama sedangkan beliau sudah laporkan hal itu (ancaman Nasrudin) ke Kapolri? Jika ada yang memanfaatkan situasi seperti ini, itu harus dikaji," tutupnya. (mei/sho)
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
