Apa pelajaran dari hal ini bagi seorang entrepreneur pemula?
1 komentar Diposting oleh Unknown di Sabtu, Maret 16, 2013Sederhana saja, yakni jangan lupa membangun organisasi sejak dari awal menjadi entrepreneur. Memang betul adakalanya seseorang itu bertipe deal-maker, dengan keahlian yang luar biasa dalam bernegosiasi dan mencari peluang bisnis. Namun hendaknya itu tidak membuat seorang entrepreneur terlena untuk tidak membangun organisasi. Kelanggengan bisnis sangat ditentukan seberapa kuat organisasi yang mendukungnya. Dan seorang entrepreneur mutlak memerlukannya. Ia membedakan antara entrepreneur dan peneliti. Entrepreneur memerlukan organisasi, sementara peneliti hanya memerlukan laboratorium.
Direktur Ciputra Group Antonius Tanan, MBA, Msc berbagi tips sukses Ciputra Grup dalam mengembangkan usaha. Sharing yang diberi judul "New Venture creation Ciputra Way" disampaikan Antonius dalam Workshop Technopreneurship di Ruang Komisi Utama BPPT, Jakarta, Rabu (13/4/2011). Definisi kotoran dan rongsokan menjadi emas adalah ketika proses kreatif dan dramatis disertai penerimaan pasar, dan menghasilkan pelipatgandaan sumber-sumber. "Sumber bukan hanya modal, tapi juga termasuk informasi dan koneksi," jelas Antonius. Cara untuk bisa mengubah rongsokan menjadi emas bisa dilakukan dengan menciptakan kesempatan, melakukan inovasi, dan menghitung resiko. "Kesempatan itu harus diciptakan, bukan dicari," tambah Antonius. Adapun inovasi, menurut Antonius adalah merancang rangkaian nilai tambah (value chain) sedemikian rupa hingga pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak. Anotonius mengangkat contoh kisah sukses inovasi yang dilakukan iPad. "Dengan pendekatan enterpreneurship, maka sebuah produk teknologi dapat dikembangkan jadi sebuah bisnis yang mengalami sukses luar biasa walaupun secara teknologi bukan yang paling terakhir ditemukan," ujar Antonius. Antonius memiliki data bahwa sebelum iPad, sudah ada produk-produk PC tablet namun tidak ada yang se- sukses iPad. Contohnya Gridpad (1990), Motion Computing (2002), Apple Message Pad (1993). Tidak ada yang menyaingi keberhasilan iPad yang terjual 1 juta unit hanya dalam waktu 28 hari. Antonius kemudian menjelaskan delapan inovasi bisnis yang merupakan komponen enterpreneurship yang harus dimiliki enterpreneur, yakni : desain, produksi, marketing, keuangan, HRD & Organisasi, konektivitas dan mobilitas, aliansi strategis, serta respon sosial dan lingkungan. Antonius juga membagikan lima kompetensi esensial yang harus dikuasai seorang enterpreneur, yakni: 1. Business creation, bagaimana mengkreasi bisnis baru yang berbeda; 2. Business operation, bagaimana mengoperasikan ide yang sudah dibuat; 3. Business growth, bagaimana mengembangkan bisnis; 4. Business revitalization, bagaimana menghidupkan bisnis yang sudah berkembang; 5. Business closing, bagaimana agar bisnis tersebut bisa ditutup, tidak menggantung di investor, atau hal lain. Antonius menutup presentasinya dengan memberikan informasi seputar Universitas Ciputra Enterpreneurship Center yang dimiliki Ciputra Group untuk mendidik calon enterpreneur Indonesia.
Di sebuah desa kecil, tinggallah seorang pria yang tiap harinya gemar menggosip, dia selalu saja menggosipkan tetangga-tetangganya meskipun dia tak mengenal siapa mereka. Namun karena ingin berubah, suatu hari dia mendatangi seorang tua bijak untuk meminta saran. Pria bijak ini memerintahkannya untuk membeli ayam segar di pasar dan membawakan untuknya sesegera mungkin. Dan ayam itu harus ia cabuti bulu-bulunya sementara ia berlari, tak boleh sehelai bulu pun tersisa. Si penggosip ini menuruti semua, dia mencabuti bulu-bulu ayam sementara ia berlari kembali ke rumah pria bijak itu. Sesampainya disana ia menyerahkan ayam tersebut, namun pria bijak lagi-lagi memintanya untuk pergi mengumpulkan semua helai bulu yang sudah dia cabuti dan membawanya kembali. Si penggosip ini tentu saja protes, hal itu tidak masuk akal untuk dilakukan. Angin pasti sudah menerbangkan bulu ayam itu ke segala penjuru dan dia takkan pernah bisa mengumpulkannya lagi. Pria bijak kembali berkata, "Hal itu benar. Dan begitu pulalah halnya dengan gosip. satu gosip dapat terbang ke segala sudut, lalu bagaimana kamu akan mengembalikannya? Jadi sebaiknya jangan pernah memulainya dari awal."
Di tahun 1900, Wright bersaudara sudah mengajukan kemungkinan orang dapat terbang. Tanggapan sinis dan keraguan menyerang mereka bahwa manusia tidak dapat terbang. Banyak sekali percobaan mereka yang gagal. Tapi Orville Wright dan Wilbur Wright tidak menyerah pada visi mereka. Mereka mempersiapkan segala risikonya jika percobaan mereka gagal, seperti mereka menyiapkan landasan darurat di pantai berpasir yang lebih aman. Pada 17 Desember 1903, di pagi hari yang cerah, mereka berhasil mengubah kemungkinan menjadi kenyataan. Dari percobaan yang berulang kali gagal, Wright bersaudara akhirnya berhasil menorehkan sejarah penerbangan dunia untuk pertama kalinya. Meski hanya bisa melayang setinggi 10 kaki selama 12 detik, tetapi percobaan mereka merupakan fondasi penemuan pesawat terbang. Jika Anda dapat melihat kemungkinan-kemungkinan, yakinilah dan wujudkan kemungkinan tersebut! Mungkin Anda juga akan melihat banyak rintangan dan tantangan. Tetapi yang membedakan Anda dengan orang lain adalah mereka hanya bisa melihat risikonya saja, sedangkan Anda bisa melihat bagaimana mengatasi risiko tersebut. Ketika orang lain menyerah dan menangisi kegagalan, kekuatan pikiran Andalah yang dapat mengatasinya. Katakan bahwa Anda dapat bangkit lagi setiap kali gagal dan mencoba lagi. Singkirkan segala keraguan dan ketakutan. Jika Anda percaya Anda dapat terbang, maka Anda pun terbang....oleh Anne Ahira
Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005, Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia terdiri dari 8 hal. 1. Standar isi/kurikulum. 2. Standar proses. 3. Standar Kompetensi Lulusan. 4. Standar Penilaian. 5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 6. Standar Sarana dan Prasarana. 7. Standar Pengelolaan. 8. Standar Pembiayaan. Berdasarkan PP diatas semestinya pendidikan indonesia secara menyeluruh akan lebih baik,sebab kualitas dari sumber daya manusia itu terletak dari kualitas intelektual, yang tak lain hasil dari sebuah pendidikan.Sebagai bukti maraknya korupsi,konspirasi,dan berbagai aneka birokrasi yang bertele tele tak lepas dari permainan orang orang pintar yang kurang memahami arti sebuah etika dan moral,dimana hukum diputar balikan,aturan dibolak balik, hingga yang salah bisa menjadi benar....dan semua itu hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang berinteligensi tinggi...dan tindakan itu begitu merugikan orang banyak. Pada perjalananya tindakan tersebut akan kembali berbalik pada pemerintah itu sendiri, sehingga pemerintahan itu menjadi munafik, sebab peraturan pemerintah tersebut akan menjadi pertentangan satu sama lain alias nggak nyambung ...sebagai contoh pada undang undang negeri ini melarang praktek monopoli. dilain sisi peraturan pemerintah tentang dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan orang orang yang bermonopoli. dan khususnya didunia pendidikan pemerintah telah menetapkan pendidikan gratis, tapi berdasarkan kenyataan pendidikan itu semakin mahal hingga terkadang membebani sebagian kalangan masyarakat... .....dan pada dasarnya masih banyak kebijakan kebijakan pemerintah tersebut yang pada penerapanya boleh dikata menyusahkan masyarakat. Dari petikan diatas bila dibahas akan menimbulkan beribu ribu pertanyaan , hanya dari sebuah pertanyaan, yaitu dampak dari sebuah kebijakan pemerintah..... Sebagai kesimpulan penyelesaianya sebenarnya tidaklah terlalu sulit. yakni mesti konsisten alias tidak menjadi munafik...dan jika tetap mengacu pada standar yang telah ada sepertinya semua akan berjalan baik baik saja..................sekian....
Abu Hurairah ra mengisahkan, ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, "Sedekah yang bagaimakah yang besar pahalanya?" Rasulullah menjawab, "Kamu bersedekah ketika sehat, ketika kamu sedang kikir, takut miskin atau ketika kamu sedang berharap akan menjadi seorang yang kaya raya, maka pada saat-saat seperti itu janganlah kamu lalai, bersedekahlah. Dan janganlah ditangguhkan, sehingga nyawamu telah sampai ke tenggorokan, barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu; ini untuk fulan, ini untuk si fulan. Ingatlah, sesungguhnya harta itu memang untuk si fulan". (HR Bukhari) Hadits ini mengisyaratkan kepada kita untuk tidak malas bersedekah/wakaf, sehingga semakin sering kita bersedekah maka Allah akan memasukkan kita ke surga khusus dari pintu orang yang suka bersedekah, Amin.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
