
Minggu, 03/05/2009 18:49 WIB
Pembunuhan Direktur PRB
SBY: Kasus Antasari Adalah Masalah Serius
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal kasus pembunuhan Nasrudin yang menyeret Ketua KPK non aktif Antasari Azhar. Menurut SBY, kasus tersebut adalah masalah serius.
"Sangkaan terhadap AA ketua KPK kasus pembunuhan yang diungkap kepolisian,
murder case adalah masalah serius," kata SBY di sela-sela pertemuan Asian Development Bank (ADB) di Hotel Interconcinental Jimbaran, Bali, Minggu (3/5/2009).
Menurut SBY, tidak ada siapapun yang kebal hukum di Indonesia. Termasuk kepada Antasari, pihak kepolisian diminta untuk menegakkan hukum secara profesional dan transparan.
"Sehingga masyarakat tahu sesungguhnya, jangan ada pembelokan sehingga gagal tegakkan keadilan," tambahnya.
...tegakan terus keadilan boss......laksanakan UUD 45 dengan benar dijamin negeri ini bisa maju.....terimakasih...
Tata Pergaulan dan Kesusilaan Manusia Menuju Persaudaraan Universal
0 komentar Diposting oleh Unknown di Minggu, Mei 03, 2009Untuk semua para sahabat tanpa terkecuali....moga bermanfaat
Arti persahabatan yang telah kita bahas kemarin perlu dikembangkan pada diri sendiri (pribadi) dan wajib pula dikembangkan pada pergaulan masyarakat sehari-hari (sosial). Islam sangat menghargai dan mengutamakan kehidupan sosial kemasyarakatan. Wacana iman dan amal, sholat dan zakat, puasa dan sodaqoh, serta ibadah Haji di Makkah Al Mukaromah jelas sangat bernuansa arti pentingnya keseimbangan kehidupan individu dan sosial. Persahabatan yang dilandasi oleh nilai-nilai tata pergaulan dan kesusilaan manusia tentu akan menghasilkan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, dan damai.
Tata pergaulan dan kesusilaan manusia, erat berhubungan dengan kehidupan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Baik jauh maupun dekat. Bagaimana hubungan anak kepada orangtuanya? Bagaimana hubungan kita dalam pergaulan dengan tetangga dan masyarakat secara luas, sehingga kita dapat menempatkan diri pada tempat yang tepat? Sopan-santun, tata-krama pergaulan, dan berbuat baik kepada semua orang di sini amat ditekankan.
Berkenaan dengan tata pergaulan dan kesusilaan manusia tersebut Alqur'an mengajarkan;
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkaaan "uff (ah)" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih-sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku sewaku kecil.” (QS. 17:23-24)
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong dan membangga-banggakan diri." (QS. 4:1,6)
Tata pergaulan dan kesusilaan manusia tersebut juga tergambar dalam ayat-ayat Alqur'an tatkala membicarakan kisah nasehat luqman kepada anaknya, yaitu di surah Luqman ayat 13-19;
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar".
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan….
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Tata pergaulan dan kesusilaan manusia ini dalam Islam diistilahkan sebagai pokok-pokok kebaktian. Dan pokok-pokok kebaktian tersebut bersifat menyeluruh (universal) dalam semesta alam. Islam sama sekali tidak membeda-bedakan suku agama, ras maupun antar etnis (SARA). Perbedaan adalah suatu sunnatullah yang penuh berkah. Perbedaan adalah kehendak Allah, yang mempunyai makna mendalam, yaitu agar manusia dalam tata pergaulannya mempunyai sifat-sifat positif, dan itu adalah ujian yang sebenarnya.
Persaudaraan Universal
Kembali kepada persoalan persahabatan dan persaudaraan, apa yang dapat kita gali dari prinsip-prinsip saling kenal-mengenal, tata, pergaulan dan kesusilaan manusia adalah bagi seorang muslim itu semua adalah pedoman dasar dari pokok-pokok kebaktian dalam menuju taqwa. Di samping itu prinsip-prinsip saling kenal-mengenal, tata pergaulan dan kesusilaan manusia akan menciptakan tali persahabatan dan persaudaraan universal, bukan hanya untuk komunitas muslim saja namun juga menciptakan tali persaudaraan umat manusia semuanya. Tentu dengan landasan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
''Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang- orang yang bertaqwa.”(QS. 2:177)
Demikianlah, memikirkan tentang persahabatan, dan persaudaraan barulah permulaan. Namun bekerja keras untuk mewujudkannya bukanlah cuma impian. Umat muslim khususnya dan manusia pada. umumnya, pasti dapat menikmati persahabatan dan persaudaraan universal tersebut, Dan kita semua optimis akan dapat membentuk ikatan istimewa persaudaraan abadi antar umat manusia.
kebodohan dan pembodohan adalah tanda..tanda kiamat...
0 komentar Diposting oleh Unknown di Sabtu, Mei 02, 2009pembodohan selalu saja terjadi,berdasarkan sebuah kutipan.....yang mana saya lupa...tapi kalo tau mohon ditambahkan....... salah satu tanda kiamat adalah hilangnya sebuah ilmu atau hilangnya sebuah pengetahuan.
kiamat berarti kehancuran......nah tanda tanda kehancuran ini mulai terlihat dengan meraknya pembodohan,...... bukanya asal kutip pembodohan telah terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari.....tanpa berlama lama berikut contoh pembodohan yang kita lihat dan kita nikmati sehari hari... :
- salah satunya adalah penurunan harga BBM....mengapa..?berdasarkan penelitian....turunya harga bbm sebenarnya bukan menguntungkan sebab dikarenakan kualitas dari bbm tersebut sangat lah rendah dari bbm yang kita kosumsi sebelumnya...
- yang berikut...adanya iklan sekolah gratis sampai smp.....walaupun kenyataan nya benar ..sebenarnya hanyalah sebuah hiburan....berikut petikan isi iklanya.....biar pintar sekolah....kan udah gratis sampe smp.....gitu lho kira kira bunyinya....
.....nah pada kenyataanya seorang sarjana susah untuk mencari lapangan kerja,disamping biaya kuliah yang trus naik.....mana mungkin sarjana aja susah cari kerja....apalagi yang tamatan smp....sadarkah kita iklan iklan tersebut hanya sebuah hiburan......dan turunya harga bbm apakah menambah baik perekonomian,ternyata menambah cepat rusaknya mesin kendaraaan...
........dua petikan diatas adalah salah satu pembodohan.......kalo kita percaya.....berarti kita telah dibodohi...
nah apa hubunganya dengan kehancuran.......
pada kutipan diatas...menyatakan tanda kiamat adalah hilangnya sebuah ilmu......
bagaimana bisa hilang ilmu tersebut..... jawabnya adalah..... kita telah dipimpin dan diajari oleh orang orang yang bodoh....sehingga kita juga terjadi kebodohan. nah bukankah kebodohan awal kehancuran.........
Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di propinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
Menurut tradisi lisan suku Anak Dalam merupakan orang Maalau Sesat, yang m lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, Taman Nasional Bukit Duapuluh. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo. Tradisi lain menyebutkan mereka berasal dari Pagaruyung, yang mengungsi ke Jambi. Ini diperkuat kenyataan adat suku Anak Dalam punya kesamaan bahasa dan adat dengan suku Minangkabau, seperti sistem matrilineal.
Secara garis besar di Jambi mereka hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra). Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.
Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatra Selatan
Dayak atau Daya adalah suku-suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan, lebih tepat lagi adalah yang memiliki budaya terestrial (daratan, bukan budaya maritim). Sebutan ini adalah sebutan umum karena orang Daya terdiri dari beragam budaya dan bahasa. Dalam arti sempit, Dayak hanya mengacu kepada suku Ngaju (rumpun Ot Danum) di Kalimantan Tengah, sedangkan arti yang luas suku Dayak terdiri atas 6 rumpun suku. Suku Bukit di Kalimantan Selatan dan Rumpun Iban diperkirakan merupakan suku Dayak yang menyeberang dari pulau Sumatera. Sedangkan suku Maloh di Kalimantan Barat perkirakan merupakan suku Dayak yang datang dari pulau Sulawesi. Penduduk Madagaskar menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa Maanyan, salah satu bahasa Dayak (Rumpun Barito)
Sejarah
Ada banyak pendapat tentang asal-usul orang Dayak. Sejauh ini belum ada yang sungguh memuaskan. Pendapat umumnya menempatkan orang Dayak sebagai salah satu kelompok suku asli terbesar dan tertua yang mendiami pulau Kalimantan. Gagasan (penduduk asli) ini didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan. Bertolak dari pendapat itu, diduga nenek moyang orang Dayak berasal dari beberapa gelombang migrasi.
Gelombang pertama terjadi kira-kira 1 juta tahun yang lalu tepatnya pada periode Interglasial-Pleistosen. Kelompok ini terdiri dari ras Australoid (ras manusia pre-historis yang berasal dari Afrika). Pada zaman Pre-neolitikum, kurang lebih 40.000-20.000 tahun lampau, datang lagi kelompok suku semi nomaden (tergolong manusia modern, Homo sapiens ras Mongoloid). Penggalian arkeologis di Niah-Serawak, Madai dan Baturong-Sabah membuktikan bahwa kelompok ini sudah menggunakan alat-alat dari batu, hidup berburu dan mengumpulkan hasil hutan dari satu tempat ke tempat lain. Mereka juga sudah mengenal teknologi api. Kelompok ketiga datang kurang lebih 5000 tahun silam. Mereka ini berasal dari daratan Asia dan tergolong dalam ras Mongoloid juga. Kelompok ini sudah hidup menetap dalam satu komunitas rumah komunal (rumah panjang?) dan mengenal tekhnik pertanian lahan kering (berladang). Gelombang migrasi itu masih terus berlanjut hingga abad 21 ini. Teori ini sekaligus menjelaskan mengapa orang Dayak memiliki begitu banyak varian baik dalam bahasa maupun karakteristik budaya.
CintaiLah setiap Orang dan Hiduplah secara damai...
0 komentar Diposting oleh Unknown di Jumat, Mei 01, 2009Apabila berbicara baik kepada yang lain, kebaikan akan kembali kepadamu. Kebaikan dan pujian dari yang lain yang engkau katakan, pada hakikatnya adalah untuk dirimu sendiri. Kesejajaran/kesetaraan akan terjadi ketika seseorang menanami taman dan tanaman obat di sekitar rumahnya.
Apabila membiasakan diri berbicara baik kepada orang lain, engkau selalu berada di dalam “surga”. Ketika melakukan kebaikan untuk orang lain engkau akan menjadi temannya, dan kapan pun berpikir tentang engkau, dia akan memikirkan dirimu sebagai teman-dan pikiran seorang teman, terasa mendamaikan sebagaimana bunga di taman. Ketika engkau berbicara buruk kepada orang lain, engkau bisa menjadi buruk dalam pandangannya hingga kapan pun memikirkanmu dia kan membayangkan ular atau kalajengking, atau duri dan tanaman liar berduri.
Sekarang, apabila dapat melihat pada bunga di taman siang dan malam, kenapa engkau mesti mengelana di dalam potongan kayu atau lubang ular ? cintailah setiap orang hingga engkau, selalu berada di dalam bunga-bunga taman. Apabila membenci setiap orang dan membayangkan musuh di mana pun, itu seperti mengembara siang dan malam di dalam potongan kayu keras dan lubang ular.
Orang baik mencintai semua orang sebagai kebaikan, tidak atas nama orang lain tetapi atas namanya sendiri, kalau-kalau bayangan kebencian, kejijikan muncul di dalam pandangan mereka. Karena tidak ada pilihan di dunia ini selain memikirkan orang-orang, orang baik telah berusaha keras untuk memikirkan orang lain sebagai sahabat hingga kebencian tidak merusakkan jalan mereka.
Maka, segala sesuatu yang engkau lakukan dengan hormat kepada orang dan setiap sebutan yang engkau buat tentang mereka, baik atau buruk, semuanya kan kembali kepadamu. Maka tuhan mengatakan, “dia yang berbuat kebenaran, melakukan untuk manfaat jiwanya sendiri; dan dia yang melakukan kejahatan, melakukannya untuk hal yang sama” , dan “siapa pun pernah berbuat kejahatan sebesar semut sekalipun, akan mengalami hal yang sama”.
Baik orang yang tidak baik dan orang yang baik, sama-sama mengangungkan tuhan. Tuhan pernah berfirman bahwa siapa pun mengikuti jalan yang benar, melakukan kepatuhan, dan setia pada hukum ilahi, dia akan mendapatkan kenikmatan, pencahayaan, dan kehidupan agung.
Dia juga berfirman bahwa siapapun yang melakukan hal sebaliknya, akan menemukan kegelapan, ketakutan, dan lubang neraka serta kesengsaraan. Karena baik orang baik dan tidak baik melakukan sesuai dengan itu, dan karena janji tuhan benar-benar muncul, tidak lebih dan tidak kurang, maka keduanya mengagungkan tuhan, satu pihak dengan “bahasa” yang satu dan yang lain dengan bahasa yang lainnya.
Tetapi betapa berbedanya antara pengagung yang satu dengan lainnya ! sebagai contoh, seorang pencuri mencuri dan digantung atas kejahatannya. Dia adalah “pendeta” bagi orang-orang baik-yakni dia “berkata”, “siapa pun yang mencuri akan diselesaikan seperti ini.” Orang lain dihadiahi raja karena keadilan dan keamanahannya. Dia juga adalah “pendeta” bagi orang baik. Ceramahnya pencuri dengan satu ”bahasa” dan orang yang amanah dengan bahasa yang lain. Tetapi lihatlah betapa berbeda antara keduanya !
Dengan saling kenal-mengenal seseorang akan mendapatkan banyak sahabat dan kemungkinan menciptakan persaudaraan. Kenal-mengenal adalah syarat utama persahabatan dan persaudaraan. Kenal-mengenal secara mendalam akan menciptakan saling menghargai, tolong-menolong dan cintakasih. Dengan kenal-mengenal kita dapat menghargai perbedaan, apapun perbedaan itu. Baik itu perbedaan pendapat, perbedaan suku. Bangsa, warna kulit maupun agama.
Selebihnya, ayat Qur'an di atas menegaskan bahwa kenal-mengenal akan menghadirkan ketaqwaan. Dan ketaqwaan akan menghilangkan sifat-sifat kesombongan dengan membangga-banggakan keturunan, warna kulit, pangkat, kekayaan, kecantikan dan ketampanan. Tidak ada kelebihan antara orang Arab dengan orang bukan Arab, antara orang Cina dengan orang Jawa, antara orang yang berkulit putih dengan orang yang berkulit hitam, antara yang berhidung mancung dengan yang berhidung pesek. Jadi kenal-mengenal membuat Manusia akan lebih menghargai bahwa kedudukan mereka adalah sama di sisi Allah Sang Khaliq. Dan bagi Allah hanyalah keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya-lah ukuran kelebihan masing-masing manusia.
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentuk-bentuk dan jasad kamu, tetapi memandang kepada hati dan amal perbuatan kamu. Taqwa itu di sini, taqwa itu di sini, taawa itu di sini (beliau sambil menunjuk ke dada)." (H.R. Imam enam kecuali Imam Nasa'i)
Demikianlah, ternyata kenal-mengenal begitu teramat pentingnya bagi orang-orang yang menginginkan persahabatan dan ketaqwaan.
Berbicara mengenai persahabatan dalam ketaqwaan, ajaran Islam menghadirkannya dalam dimensi universal dan abadi lewat kitab suci AlQur'an dan As-Sunnah. Untuk itu guna menuju umat terbaik, komunitas umat muslim wajib menghadirkannya bagi kemuliaan dan rahmat alam semesta. Dan lewat kenal-mengenal antar umat dalam artian luaslah pintu gerbang syurgawi rnungkin didapatkan di dunia ini sebagai implementasi Islam rahmatan lil alamin.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
